Seperti biasa, rasanya kurang pas saat selesai menonton sebuah film dan tidak menuliskan kesan yang didapat dari film itu di blog ini.
Seberapa berpengaruhnya arti cinta bagi kehidupan seseorang? sebegitu besarkah? Pertanyaan itu muncul saat sedang dan selesai menoton sebuah film yang menceritakan tentang kisah percintaan sepasang kekasih yang akhirnya tidak bisa bersatu karena terhalang oleh banyak hal.
Sampai ada seorang ibu, yang menghancurkan kehidupannya dengan tetap terkenang pada kekasih lamanya yang tidak jua muncul. Tega mengabaikan anak satu-satunya, terutama perkembangan jiwanya.
Ada juga seorang anak yang sebegitu harsh pada ibunya. Bahkan saat ibunya sekarat, dia mampu berlaku kasar demi keinginannya tercapai.
Meski film itu memanjakan kita dengan pemandangan kota tua yang antik dan mempesona, juga para aktor yang bermain dengan apik, tapi aku masih belum bisa menerima hal-hal seperti itu, saat seorang ibu sebegitunya demi cintanya pada seorang di masa lalu sampai mengabaikan keluarganya di masa kini.
Pesan tentang imbas dari pergolakan politik di masa lalu tidak terlalu terlihat nyata dan tersampaikan, karena bumbu asmara yang lebih kental. Tapi mungkin memang itu yang dituju oleh sutradara, bahwa kisah seorang (yang dianggap) tahanan eksil hanyalah pelengkap atau bagian lain dari cerita utama: kisah asmara yang tidak bersatu.
Sampai ada seorang ibu, yang menghancurkan kehidupannya dengan tetap terkenang pada kekasih lamanya yang tidak jua muncul. Tega mengabaikan anak satu-satunya, terutama perkembangan jiwanya.
Ada juga seorang anak yang sebegitu harsh pada ibunya. Bahkan saat ibunya sekarat, dia mampu berlaku kasar demi keinginannya tercapai.
Meski film itu memanjakan kita dengan pemandangan kota tua yang antik dan mempesona, juga para aktor yang bermain dengan apik, tapi aku masih belum bisa menerima hal-hal seperti itu, saat seorang ibu sebegitunya demi cintanya pada seorang di masa lalu sampai mengabaikan keluarganya di masa kini.
Pesan tentang imbas dari pergolakan politik di masa lalu tidak terlalu terlihat nyata dan tersampaikan, karena bumbu asmara yang lebih kental. Tapi mungkin memang itu yang dituju oleh sutradara, bahwa kisah seorang (yang dianggap) tahanan eksil hanyalah pelengkap atau bagian lain dari cerita utama: kisah asmara yang tidak bersatu.
No comments:
Post a Comment