Ada orang
yang merelakan jatah tidurnya untuk nonton bola atau bahkan untuk kerja,
menunaikan tugas negara.
Kalau aku
merelakan jatah tidur untuk mengisi blog dengan tulisan ini. Karena memang
sebuah tulisan (bahkan hanya sekedar tulisan di blog) tidak akan terwujud kalau
bayi-bayi masih terjaga.
Nah,
disinilah aku sekarang, merelakan jatah tidurku untuk menulis tulisan yang
sepertinya akan panjang, karena aku akan menulis tentang aktor Korea favorit
sepanjang ini :D
Awal aku
berkenalan dengan K-Drama adalah saat mulai menyukai dengan sangat drama Full
House yang saat itu ditayangkan serial di stasiun tv Indosiar. Serial Full
house adalah drama favorit sepanjang zaman (zaman
aku tentu saja). Rasanya tidak pernah membosankan saat mengulang drama ini
berkali-kali.
Nah, meski
aku penyuka K-drama, hanya Bi Rain dan Song Hyo Kyo yang aku kenal. Aktor dan
aktris Korea lainnya hanya sekedar lewat, tidak termemorikan, maklum mungkin
karena susah menghapal nama-nama K atau mungkin karena hanya serial Full house
yang tetap melekat dalam ingatan.
Jadi apa
dong hubungannya dengan judul tulisan di blog ini?
Hmmmnn Hyun
Bin. Sengaja banget aku kasih tulisan
ini dengan nama aktor Korea terkenal saat ini (ssttt…biar blog ku ini sering
tersitasi atau minmal muncul di daftar pencarian google :)
Aktor,
penyanyi, model atau apapun profesinya, saat menginjak umur 30 tahun wajib
mengikuti MS ini, terkecuali untuk peneliti dan pemain bola (yang
berjasa menjadikan Tim Korea masuk semi final piala dunia tahun 2002 ).
Yup, konon
peneliti di sana tidak diwajibkan menjalani MS. Karena diharapkan dengan waktu
yang ada dan berbagai fasilitas yang disediakan, para peneliti ini lebih concern menghasilkan karya-karya yang
akhirnya menjadi produk unggulan di negaranya maupun pasar dunia. (tengak tengok..tenyata laptopku produk Korea,
TV flat di rumah juga, HP ku apalagi selalu merek itu dan ternyata… HP sebagian
besar teman di bidangku juga produk Korea, menjadi korban K-wave kah?
Mungkin iya, namun yang pasti karena kami adalah androidsme. Loh..??)
Bandingkan
dengan nasib peneliti di Republik ini. Untuk mendapatkan perbaikan tunjangan
saja membutuhkan waktu hampir empat tahun (duh..duh…eh,
malah curhat, hehe)
Loh, ini
sedang membicarakan HB malah sampai ke nasib peneliti di Republik tercinta. Just Intermesso :)
Kembali ke
laptop. Jadi, aku mengenalnya saat Indonesia (atau lebih tepatnya abege-abege, emak2 juga kali ya..termasuk syahrini
yang didaulat menyanyi satu panggung dengan HB - kalau ingat ini kok bikin eneg
ya) yang hiruk pikuk membicarakan kedatangan HB di Cilangkap.
Sebegitu
hiruk pikuknya sampai aku bertanya kesana-kemari (lebbayy mode on) tentang siapa sih HB ini. Apa istimewanya. Keren?
Relative sih, akting bagus? Belum pernah nonton dramanya.
Karena penasaran
akhirnya aku memutuskan untuk segera menonton drama terakhirnya yang sangat
mendunia yang berjudul Secret Garden (SG). Dan Tarraaaaaa…aku tidak mendapatkan
kesan apapun saat selesai nonton drama ini. Biasanya aku akan larut dan terbawa
euphoria saat menyelesaikan suatu K-drama fenomenal, dan itu biasanya
berhari-hari bahkan berminggu-minggu dan berbulan-bulan, karena memang aku
pelihara euphoria itu sampai benar-benar rela melepaskannya (lebayy mode on
lagi :)
Di SG, HB
berperan seperti K-Drama kebanyakan. HB adalah seorang anak orang kaya-raya
yang mewarisi usaha ritel orang tuanya namun jatuh cinta dengan perempuan beda
status. It’s another Cinderela story, something like that lah…ceritanya
sangat gampang tertebak.
Dan yang paling tidak membuat asyik, di SG ini juga
dibumbui dengan cerita imaginative
yang tidak masuk akal, perpindahan jiwa antar pemain utamanya. So, di SG aku
tidak mendapatkan kesan apapun tentang HB.
Di awal tahun ini, saat nonton acara Showbiz di stasiun tv Arirang, tersebutlah bahwa HB ini menjadi selebrita paling digemari tahun 2011 di Korea, Bi Rain saja tidak masuk dalam kelompok ini apalagi Lee Dong Wook (actor favorit (ku) selama ini :). Daftar itu didominasi oleh penyanyi-penyanyi K-Pop. Hal ini tentu saja membuatku semakin penasaran dengan yang namanya HB.
Kenapa sih
actor HB ini bisa sangking terkenalnya. Karena penasaran, aku mencoba mencari
fllm maupun drama yang pernah dilakoninya selain SG. Aku menontonya di My Name
is Kim Sam Soon (aku memilih ini juga
lebih karena ada Kim Sun Ah di drama ini). Dan ternyata…......akting/peran
HB di drama ini juga std, standar,
biasaaa banget, masih It’s another
Cinderela story. Hanya memang akting Kim Sun ah terlihat bagus (maklum jam terbangnya juga lebih lama)
sehingga drama ini menuai banyak penghargaan.
Setelah
melewati efouria di K-drama dari Scent of Woman (Lee DongWookholic),
terlupakanlah itu yang namanya HB sampai aku iseng-iseng mengunduh World Within
(That We Live In) di mediumquality.blogspot.com (sebelum blog ini di black list
sama google karena konon melanggar hak cipta). Dan ternyata…......disininilah
aku menemukan HB, the real HB seperti
yang orang-orang hiruk pikukkan.
Penampakan
HB di WW sangat berbeda dengan HB saat ini. WW dibuat pada tahun 2008 saat HB
belum terlalu kurus. Dari drama WW inilah aku mulai menyukainya. Bukan hanya
karena performancenya, tapi karena karakter Hyung Ji Oh yang diperankan
HB ini di WW.
It’s not just
another Cinderela story. Pribadi
Hyung Ji Oh sangat menarik. Seorang director/sutradara film muda yang meskipun
berasal dari keluarga petani sederhana namun sangat berkarakter dan membumi
serta baik hati ke orang-orang disekitarnya.
Meskipun
masih bercerita tentang hubungan beda status, namun drama ini mampu
menceritakan dengan sederhana bagaimana dan dampaknya ketika suatu hubungan
tersebut terlalu berbeda latar belakang.
Hubungan
beda kelas itu memang terselesaikan (soalnya
kalau sad ending, penonton bakalan kecewa :), namun dalam drama ini juga
menggambarkan hal-hal kecil yang biasa terjadi di kehidupan sehari-hari.
Orang-orang dengan berbagai karakter dan kepribadian
serta permasalahannya masing-masing, World
Within That We Live In.
Di drama WW
itulah aku melihat HB sangat apik memerankan Hyung Ji Oh yang sangat
berkarakter. Sampai pernah aku bilang, aku lebih menyukai Hyung Ji Oh
dibandingkan HB kok J. Let we see…
Nah, karena mulai ngefans Ji OH=HB, dimulailah sesi
pencarian film-film HB yang lain. Dipilihlan film HB Come Shine Come Rain dan
Late Autumn yang diproduksi tahun 2011, tahun yang sama dengan produksi SG
sebelum HB masuk MS.
Kedua film
ini berdurasi sekitar 100 an menit. Keduanya dipanggil sebagai nominee
Berlin International Festival. Seperti
kebanyakan film yang bercirikan festival, kedua film ini berjalan dengan sangat
lambat dan butuh perhatian khusus untuk memahami jalan ceritanya.
Baik, aku
mulai dengan synopsis dari keduanya, karena terus terang aku sangat terkesan
dengan kedua film ini, bukan hanya karena HB nya, namun juga karena alur, jalan
cerita dan setting pengambilan gambar film nya.
Cerita yang
menarik tidak harus melibatkan banyak pemeran dan karakter. HB dan Lim Soo Jung
konon tidak dibayar di film ini. Film yang berbiaya rendah ini juga tidak
menampilkan dan menghadapkan peran antagonis dan protagonis.
Ceritanya
sangat sederhana, dan berjalan dengan sangat lambat. Kita harus menyediakan
waktu dan perhatian lebih untuk menonton drama ini agar lebih memahami makna
dan maksud jalan ceritanya. Kesan inilah yang terbangun saat pertama kali
menonton CSCR ini.
Cerita
dimulai ketika sepasang suami istri yang sudah menikah selama lima tahun sedang
bercakap di sebuah mobil yang sedang berjalan. Si istri (Lim Soo Jung)
menyatakan isi hatinya dengan ragu kepada suaminya untuk berpisah darinya.
Cerita
menjadi menarik saat si suami (HB) menanggapinya dengan datar tanpa ekspresi
maupun emosi yang berlebihan. Dia bahkan tidak mau tahu siapa lelaki yang
membuat istrinya berpaling darinya.
Setiba di
rumahnya, si suami bahkan membantu mengepak barang-barang kesayangan istrinya.
Dengan sangat hati-hati si suami mengepak seperangkat alat minum teh yang biasa
dipakai istrinya, karena dia merasa tidak akan tega memakai barang kesayangan
istrinya itu.
Sebagian
besar drama diselesaikan di dalam rumah pasangan ini. Si Suami yang berprofesi
seorang arsitektur (awalnya kemudia beralih ke profesi lain) memiliki ruang
kerja di underground, sedangkan si istri yang bekerja di bagian penerbitan
memiliki ruang kerja di lantai paling atas. Masing-masing dengan kehidupannya.
Lewat
setting dalam rumah itulah, kita, para penonton diajak menyusun puzzle untuk
memahami cerita secara keseluruhan. Rumah minimalis berpagar tinggi, dengan
desain yang sederhana namun multifungsi. Banyak adegan yang menyorot setting
ruangan secara mendalam dan detail untuk menggambarkan bagaimana kehidupan
pasangan ini. Pasangan suami istri yang mapan secara ekonomi maupun
karir.
Filmnya
terkesan sangat membosankan, tapi begitulah film ciri festival. Alur bercerita
sangat lambat, namun dapat menceritakan segala maksud dari film ini melalui
penampilan detail setting maupun penekanan pada akting pemerannya.
Cerita hanya
berpusat di dalam rumah. Meskipun begitu, penonton diberi kesempatan untuk melihat
romansa diantara pasangat itu: saat bagaimana si suami mengajari istri menutup
pintu, bagaimana si suami membuatkan kopi untuk istrinya dan bagaimana
romantisme saat si istri mengobati tangan suaminya yang kegigit kucing.
Seorang
suami yang ”sempurna”, pemaaf, tidak pernah marah, selalu penuh pemakluman atas
semua hal yang dilakukan oleh istrinya baik benar maupun salah bahakan sampai
si istri selingkuh pun si suami tidak marah.
Namun, aku
melihat justru karena itulah si istri berniat meninggalkannya. Bahkan si istri
yang kesal dan marah (yang ditandai
dengan adegan istri memukul dada si suami dua kali) kenapa suami tidak
marah atau meluapkan emosinya saat mengetahui istrinya selingkuh.
Aku melihat
hidup mereka terlalu datar. So flat.
Semua kebutuhan si istri terpenuhi semuanya bahkan untuk hal-hal kecil seperti
memasak atau hanya sekedar membuat kopi. Si Suami sangat mencintai si istri dan
memanjakannya sedemikian rupa yang pada akhirnya menafikan atau lebih tepatnya
tidak memberikan kesempatan kepada istri untuk meduduki perannya. Ada
kesenjangan komunikasi diantara keduanya.
Akting kedua
tokoh Lim Soo Jung dan Hyun Bin sangat berperan, disamping sound, musik maupun
setting yang ditampilkan secara detail. Meski minim dialog, keduanya berperan
sangat apik. Akting keduanya dimunculkan lewat mimik dan gesture tubuh yang
dapat menggambarkan jalan cerita atau maksud dan misi yang ditampilkan dalam
film ini. Dua jempol untuk film ini dan terutama tokoh utamanya.
Hyun Bin yang
kurus dengan rambut gondrongnya (kok jadi
keingetan ayahnya Izza ya, kurus dan gondrongnya tapi..hihihi) sangat
tergambarkan sebagai seorang suami ”sempurna” namun datar dan
cenderung"sakit".
Karena
tuntutan peran, HB di sini lebih mature dan terlihat lebih tua dari
aslinya, tentu saja
Oke, selesai
sudah sinopsis CSCR, kita mulai menceritakan sinopsis dari Late Autum yang aku
selesaikan kemarin sore.
Film yang
diproduksi bersama antara Korsel, Hongkong, China dan USA ini lebih bagus lagi.
Dan yang pasti dialog dalam film ini berbahasa Inggris, setidaknya
sedikit-sedikit pahamlah dibandingkan film yang berbahasa Korea, gelap gulita!
:D
Film ini
menceritakan tentang seorang wanita yang bernama Anna Chan (Tang Wei) yang di
penjara karena membunuh suaminya yang kalap saat mengetahui istrinya pergi
dengan mantan pacar pertamanyanya.
Disimpulkan
bahwa, karena kalap, si istri ini memukul suaminya dengan sesuatu (terus
terang aku tidak ingat sesuatunya itu) untuk membela dirinya sendiri:
terbunuh atau membunuh. Tidak ada pilihan lain. Tidak diceritakan tentang
bagaimana kehidupan pasangan ini sebelumya.
Setelah
melewati lima dari tujuh tahun masa hukumannya, Anna ini mendapatkan cuti tiga hari
untuk mengantarkan jenazah ibunya ke tempat peristirahatan terakhir.
Saat cuti
itulah Anna bertemu dengan seorang pria (yang diperankan sangat cemerlang oleh
Hyun Bin). Seorang yang mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya sebagai
gigolo. Dengan ritme yang lambat, diceritakan tentang beberapa pertemuan tak
tersengaja diantara keduanya, dan akhirnya membuat mereka menjadi semakin
dekat.
Akhirnya,
saat cinta mulai bersemi di antara keduanya, Anna sudah harus kembali ke
penjara dan si pria dibunuh oleh suami dari kliennya. Film diakhiri dengan
adegan Anna yang menunggu cukup lama kedatangan dari si pria karena dia tidak
mengetahui kalau si pria ini sebetulnya sudah meningggal.Sunggguh akhir yang
tragis. Menyedihkan sangat.
Film ini
sangat mampu menampilkan sisi gelap dan muram dari latar belakang masing-masing
tokohnya ditandai dengan suramnya gambar dari setiap adegan.
Banyak
jempol untuk film ini terutama untuk akting Tang Wei, dia mampu memerankan
sosok Anna yang selalu sedih dalam setiap jengkal kehidupannya, seakan dia
tidak layak atau berhak untuk tertawa bahkan tersenyum sekalipun.
Akting HB
juga tidak kalah bagusnya. Dia juga mampu memerankan seorang Juan, gigolo yang
harus siap merayu perempuan agar bersedia besamanya.
Luar biasa
deh untuk film ini. Pantas saja mendapatkan berbagai award salah satunya Best
Actress dan Best Music.
Simpulan
- Akting HB dari tahun ke tahun semakin oke, semakin ke sini semakin bagus
- Sepertinya
aku masih menyukai Hyung Ji Oh yang diperankan oleh HB dibandingkan HB sendiri
- World
Within masuk dalam daftar film favorit sepanjang ini termasuk juga pasangan HB dan Song Hye Kyo
- Sangat
menyukai dua film HB terakhir: CSCR dan LA sebelum dia masuk MS
Foto diambil dari sini
Cibi, 04062012 - tengah malam
Foto diambil dari sini
Cibi, 04062012 - tengah malam

3 comments:
Late Autumn bagus filmnya. Meski sedikit agak membingungkan di akhir. :)
Tapi, Hoon - tokoh yang diperankan HB - tidak dibunuh di akhir film. Tetapi, dia dijadikan kambing hitam terbunuhnya Ja-ok. Kemungkinan besar Ja-ok ini dibunuh sendiri oleh suaminya -pria yang mengejar Hoon dan ingin membunuh Hoon. Di percakapan di taman, si lelaki (suami Ja-ok) bilang, kalau polisi sudah menuju ke tempat itu.
Di scene Anna menuju ke bis dengan membawa dua cangkir kopi, terdengar sirene polisi. Kemungkinan itu ketika polisi membawa Hoon.
Terimakasih atas tambahan reviewnya ya, salam kenal
Kesimpulan sy juga hoon di penjara...
Post a Comment