12.1.16

Grandmaster Ip Man

Ada yang sudah nonton Ip Man 3?

Seperti biasa, membutuhkan waktu untuk move on dari euforia sesaat setelah menonton sebuah drama atau film. IP Man 3, sebuah film ber-genre action dengan latar belakang kungfu Mandarin
 . Aku sebenarnya tidak terlalu menyukainya, genre film action kungfu dan sejenisnya, sedikit apatis. Namun, kesan yang aku dapatkan sesaat setelah menonton Ip Man ini sangat berbeda. Satu kata yang cukup mewakilinya: awesome!


Ip Man 3 adalah film Hong Kong bergenre biografis seni bela diri yang disutradarai oleh Wilson Yip, diproduksi oleh Raymond Wong dan ditulis oleh Edmond Wong ini merupakan film seri Ip Man ketiga berdasarkan kehidupan dari grandmaster Wing Chun, Yip Man. Donnie Yen sebagai Ip Man memerankannya dengan sangat apik. Film ini juga akan dibintangi oleh Mike Tyson, dan murid Yip Man, Bruce Lee, yang dibuat melalui CGI.

Sebagaimana film-film kungfu lainnya juga Ip Man 1 dan 2, film Ip Man 3 ini juga penuh dengan adegan berkelahi dengan kecepatan dan teknik tinggi. Serasa nafas turut berhenti saat menonton adegan per adegan berkelahi di film ini, kenapa begitu, karena sangking  teramat kerennya, mereka menggerakkan tubuh ke sana-kemari didukung dengan audio dan pencahayaan yang pas.


Salah satu nilai dasar yang bisa diambil dari film ini adalah, tidak perlu memperlihatkan atau menyombongkan diri tentang kemampuan yang dimiliki. Tetap rendah hati dan membela kebenaran yang diyakini, maka semesta alam-pun akan mengamini dan mendukungnya.


Seperti biasa, segarang-garangnya film action atau se-jagoannya pendekar kungfu pasti ada sisi romantisnya, pun film Ip Man 3 ini. Paling terharu saat menyaksikan adegan di mana master Ip Man menahan tangis saat menunggui istrinya yang merasakan kesakitan teramat sangat karena kanker. 

Ip Man bahkan rela tidak menghadiri pertarungan agung yang digagas oleh lawannya -Cheung, yang juga teman seperguruannya- demi menemani istrinya berlatih menari dan berdansa. Terlihat sedikit ironi memang, saat semua pendekar menunggu kedatangannya di ruang pertarungan, sementara Ip Man, seorang master Wing Chun, malah sedang asyik menari dan berdansa dengan bahagianya, tentu saja semua itu dilakukan demi istrinya yang diprediksi hanya memiliki sisa umur enam bulan lagi. 

Akhirnya dengan ditemani oleh istrinya, Ip Man datang ke tempat Cheung untuk bertarung secara private. Pertarungan antar saudara seperguruan untuk membuktikan siapa Grandmaster Wing Chun yang sebenarnya. Ini salah satu ide cerita dan adegan yang sangat keren menurutku, penonton dimanjakan dengan adegan pertarungan tingkat tinggi dengan teknik yang sama persis dan gerakan yang super cepat. Apalagi saat Ip Man menutup pertarungan yang dimenanginya itu dengan berkata “Tidak ada hal yang lebih penting selain cinta dari orang-orang yang mendampingimu” hoho, so sweet...

No comments: