Affandi adalah salah satu pelukis besar yang dimiliki
Indonesia selain pelukis besar lainnya seperti Raden Saleh, Basuki
Abdullah, dll. Karena berbagai kelebihan dan keistimewaan karyanya, para
pengagumnya menjulukinya Maestro. Adalah Koran International Herald
Tribune yang menjulukinya sebagai Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia,
sementara di Florence, Italia dia telah diberi gelar Grand Maestro.
Terlepas dari berbagai keistimewaan karyanya, ada beberapa
cerita menarik –yang terus terang aku barutahu- diantaranya adalah alasan
kenapa Pak Afandi memiliki dua istri: Bu Maryati dan Bu Rubiyem.
Pak Afandi menikah dengan bu Maryati, pada tahun 1933
di umur 26 tahun. Bu Maryati inilah yang mendampingi Afandi kemanapun Afandi
mau, mulai dari keliling Indonesia sesuai mood pak Afandi sampai dengan ke
India dan Eropa saat mendapatkan beasiswa.
Pada saat meniti karir sebeagi pelukis, karena tidak mampu bayar model,
bu Maryatilah yang menjadi model (kebanyakan nude) saat pak Affandi
belajar melukis anatomi.
Pak Affandi dan bu Maryati memiliki seorang putri yang
bernama Kartika. Karena bu Maryati tidak dimungkinkan
untuk hamil lagi, sementara Pak Affandi menginginkan seorang anak laki-laki,
maka bu Maryati mengusulkan pak Affandi untuk
menikah lagi. Terang saja pak Affandi menolak mentah-mentah usul Bu Maryati
tersebut. Namun, setelah dibujuk terus, akhirnya Pak Affandi bersedia menikah lagi dengan syarat
bu Maryati yang mencarikan, dan calon madu tersebut tidak boleh lebih cantik
dan lebih pintar dari bu Maryati.
Akhirnya pak Affandi menikah dengan bu Rubiyem pilihan bu Maryati,
dan memiliki tiga anak, salah satunya adalah pak Juki yang sekarang juga menjadi
pelukis ternama.
Begitulah cinta sejati saat masing-masing harus dan mau berkompromi
demi kebahagiaan semuanya
No comments:
Post a Comment