2.1.14

Demi Janji

Sinopsis Rine adalah seorang gadis muda yang sedang berusaha meraih cita-citanya menjadi seorang peneliti yang handal di bidang kepakarannya. Saat menyelesaikan kuliah strata satu dahulu, Rine berjanji dengan Dimas teman satu universitas namun beda fakultas untuk menikah setelah cita-cita mereka tercapai. Rine dan Dimas tidak berkomitmen selayaknya sepasang kekasih. Namun mereka mengucapkan janji tersebut. Mereka berjanji untuk saling menemui dan menikah ketika cita-cita tercapai. Masing-masing bergiat dengan jalan menuju cita-cita namun tidak pernah melupakan janji itu.

Indra, seorang peneliti, pakar di bidang keilmuannya. Masih muda namun sangat capable di bidangnya. Memiliki attitude yang baik, meski pintar namun tetap humble baik kepada teman sejawat maupun juniornya. Indra melamar Rine tanpa tahu ada janji yang tak terpenuhi oleh Rine kepada Dimas. Cinta hasil hitungan, begitu Rine menamainya. Di atas kertas tidak ada alasan bagi Rine untuk menolak lamaran Indra. Mereka sekufu secara bibit, bebet dan bobot bahkan intelektual.

Rine menerima lamaran Indra. Namun tiba-tiba menjelang pernikahnnya datang email Dimas yang menanyakan atau lebih tepatnya menggugat tentang janji itu. Email itu membuat Rine berubah pikiran. Ternyata Dimas sedang menyelesaikan master di Melbourne. Dimas sengaja merahasiakan kegiatannya untuk memberi kejutan kepada Rine sampai kondisi Dimas memungkinkan.Pernikahan tetap dilaksanakan seperti yang direncanakan. Namun Rine dan Indra berpisah sejak itu. Mereka kembali ke kehidupan masing-masing dengan tetap menjalankan sandiwara bahwa mereka adalah sepasang suami istri. 

Bosan karena harus bersandiwara di depan keluarga dan teman-temannya, Rine memutuskan untuk ikut course di Tokyo melalui program joint research. Selama sembilan bulan Rine berhasil melupakan segala peliknya hubungan antara dia, Dimas dan Indra.Action Learning Project (ALP) yang sedang dikerjakan oleh Rine di Course ternyata menarik perhatian dosen pembimbingnya, Prof. Masazaki Mizuno. Prof. Mizuno menawarkan untuk membawa ALP Rine menjadi suatu penelitian thesis, sehingga Rine lebih mudah untuk melanjutkan ke jenjang master.Rine pulang ke Indonesia untuk mengurus segala sesuatunya terkait dengan rencana program masternya. Rine diberi waktu enam bulan. Selama itu pula Rine tinggal di rumah Indra.

Hari demi hari dilalui oleh Rine dan Indra dengan tinggal bersama, dalam rumah yang sama meski beda ruangan. Kebersamaan itu ternyata mengubah perasaan Rine terhadap Indra.Lambat laun perasaan Rine kepada Dimas menghilang pelan, karena Dimas tidak ada kabar beritanya. Dimas Sengaja tidak memberi kabar ke Rine karena memang dia sedang sibuk menyelesaikan masternya tepat waktu agar segera bisa kembali ke Indonesia untuk menjemput Rine. 

Indra mendadak harus ke Maluku mengambil data penelitian di lapangan. Di Maluku, Indra mendapatkan kecelakaan, kapalnya terbalik. Terjadi benturan di kepalanya. Dia tak sadarkan diri selama berhari-hari. Indra segera dibawa pulang ke Bandung untuk segera mendapatkan perawatan. Selama di rumah sakit, Rine sangat telaten menemani dan merawat Indra. Keadaan Indra yang mengenaskan saat itu membuat Rine tersadar, ternyata dia sangat takut kehilangan Indra. 

Dia merasa tak sanggup harus berpisah dengan Indra, suaminya, seorang yang siap sedia membantu dan ada di sisi Rine saat-saat dibutuhkan.Rine memutuskan untuk menunda keberangkatannya ke Tokyo demi menemani Indra melewati masa pemulihannya. Indra menolak karena itu akan menghambat cita-cita Rine. Namun Rine memaksa karena kesempatan lain pasti akan datang lagi di kemudian hari karena bidang ilmunya sangat dibutuhkan untuk kelangsungan kehidupan manusia secara luas.

Indra memaklumi, berbahagia dan berterimakasih atas keputusan Rine. Berdua, mereka memantapkan untuk melangkah ke masa depan, bersama senantiasa. 

*Cerber lengkapnya sengaja tidak diunggah di sini :)

No comments: