Sinopsis Rine adalah seorang gadis muda yang
sedang berusaha meraih cita-citanya menjadi seorang peneliti yang handal di
bidang kepakarannya. Saat menyelesaikan kuliah strata satu dahulu, Rine
berjanji dengan Dimas teman satu universitas namun beda fakultas untuk menikah
setelah cita-cita mereka tercapai. Rine dan Dimas tidak berkomitmen selayaknya
sepasang kekasih. Namun mereka mengucapkan janji tersebut. Mereka berjanji
untuk saling menemui dan menikah ketika cita-cita tercapai. Masing-masing
bergiat dengan jalan menuju cita-cita namun tidak pernah melupakan janji itu.
Indra, seorang peneliti, pakar di bidang keilmuannya. Masih muda namun
sangat capable di bidangnya. Memiliki attitude yang
baik, meski pintar namun tetap humble baik kepada teman
sejawat maupun juniornya. Indra melamar Rine tanpa tahu ada janji yang tak
terpenuhi oleh Rine kepada Dimas. Cinta hasil hitungan, begitu Rine menamainya.
Di atas kertas tidak ada alasan bagi Rine untuk menolak lamaran Indra.
Mereka sekufu secara bibit, bebet dan bobot bahkan
intelektual.
Rine menerima lamaran Indra. Namun tiba-tiba menjelang pernikahnnya datang
email Dimas yang menanyakan atau lebih tepatnya menggugat tentang janji itu.
Email itu membuat Rine berubah pikiran. Ternyata Dimas sedang menyelesaikan
master di Melbourne. Dimas sengaja merahasiakan kegiatannya untuk memberi
kejutan kepada Rine sampai kondisi Dimas memungkinkan.Pernikahan tetap
dilaksanakan seperti yang direncanakan. Namun Rine dan Indra berpisah sejak
itu. Mereka kembali ke kehidupan masing-masing dengan tetap menjalankan
sandiwara bahwa mereka adalah sepasang suami istri.
Bosan karena harus bersandiwara di depan keluarga dan
teman-temannya, Rine memutuskan untuk ikut course di Tokyo
melalui program joint research. Selama sembilan bulan Rine berhasil
melupakan segala peliknya hubungan antara dia, Dimas dan Indra.Action Learning
Project (ALP) yang
sedang dikerjakan oleh Rine di Course ternyata menarik
perhatian dosen pembimbingnya, Prof. Masazaki Mizuno. Prof. Mizuno menawarkan
untuk membawa ALP Rine menjadi suatu penelitian thesis, sehingga Rine lebih
mudah untuk melanjutkan ke jenjang master.Rine
pulang ke Indonesia untuk mengurus segala sesuatunya terkait dengan rencana
program masternya. Rine diberi waktu enam bulan. Selama itu pula Rine tinggal di
rumah Indra.
Hari demi hari dilalui oleh Rine dan Indra dengan tinggal bersama, dalam rumah
yang sama meski beda ruangan. Kebersamaan itu ternyata mengubah perasaan Rine
terhadap Indra.Lambat laun perasaan Rine kepada Dimas menghilang pelan, karena
Dimas tidak ada kabar beritanya. Dimas Sengaja tidak memberi kabar ke Rine
karena memang dia sedang sibuk menyelesaikan masternya tepat waktu agar segera
bisa kembali ke Indonesia untuk menjemput Rine.
Indra mendadak harus ke Maluku mengambil data penelitian di
lapangan. Di Maluku, Indra mendapatkan kecelakaan, kapalnya terbalik. Terjadi
benturan di kepalanya. Dia tak sadarkan diri selama berhari-hari. Indra segera
dibawa pulang ke Bandung untuk segera mendapatkan perawatan. Selama di rumah
sakit, Rine sangat telaten menemani dan merawat Indra. Keadaan Indra yang
mengenaskan saat itu membuat Rine tersadar, ternyata dia sangat takut
kehilangan Indra.
Dia merasa tak sanggup harus berpisah dengan Indra, suaminya,
seorang yang siap sedia membantu dan ada di sisi Rine saat-saat dibutuhkan.Rine
memutuskan untuk menunda keberangkatannya ke Tokyo demi menemani Indra melewati
masa pemulihannya. Indra menolak karena itu akan menghambat cita-cita Rine.
Namun Rine memaksa karena kesempatan lain pasti akan datang lagi di kemudian
hari karena bidang ilmunya sangat dibutuhkan untuk kelangsungan kehidupan
manusia secara luas.
Indra memaklumi, berbahagia dan berterimakasih atas keputusan Rine. Berdua,
mereka memantapkan untuk melangkah ke masa depan, bersama senantiasa.
*Cerber lengkapnya sengaja tidak diunggah di sini :)
No comments:
Post a Comment