22.5.12

Arisan!

Prolog
Sebelum mulai menulis reportase perjalanan arisan liburan kemarin, dan untuk menghindari kesalahpahaman dan ketidaksesuaian informasi sehingga menimbulkan hal-hal yang [sangat] tidak diinginkan di kemudian hari, seperti kejadian arisan tahun-tahun yang lalu ada baiknya aku ceritakan sedikit tentang latar belakang  dan mekanisme arisan keluarga ini.


Begini, arisan ini dibentuk oleh teman-teman yang kebetulan dulu dan sekarang ada di bidang renbang. Karena kami memiliki kesamaan minat [misi dan visi, halah!] maka kami bersepakat untuk mengadakan arisan keluarga minimal setahun sekali, dengan tujuan silaturahmi, mempererat persaudaraan, reuni dan tentu saja refreshing! Ini seperti arisan-arisan yang lain, tidak ada bedanya. Masing-masing anggota menitipkan uang arisannya baik melalui potong gaji, potong insentif, uang sewa rumah maupun setor langsung. Jadi, nanti diharapkan tidak ada lagi ketidaksesuaian informasi ya.



Seperti yang pernah ditulis di sini dan sini. Ini kali kesekian pergi dengan Renbangers dan kali kesekian juga pergi ke pantai. Karena Renbangers memiliki kecenderungan minat dan kesenangan yang sama: main air!. Sudah berbagai pantai/pulau yang dikunjungi, bahkan untuk wilayah DKI dan sekitarnya sudah semua terkunjungi: Anyer, Tanjung Lesung, Pualau Sanghyang dan terakhir Pulau Putri, Pulau Tidung dan Pulau Payung.


Namun begitu, setelah dievaluasi, ternyata kecenderungan main air [nyebrang antar pulau] ini tidak terlalu cocok untuk beberapa Renbangers, terutama untuk Renbangers yang memiliki bayi. Jadi, untuk arisan ke depan akan didiskusikan lebih lanjut kemana destinasi berikutnya yang bisa mengakomodir sebagian besar keinginan Renbangers.

Di arisan kali ini, banyak Renbangers yang tidak bisa bergabung, ada banyak hal yang melatarbelakanginya. Sayang memang, karena kapan lagi kita have fun bersama. Tetapi memang begini keadaaanya, mau bagaimana lagi J

Oke, selesai dengan prolognya. Mari kita mulai bercerita tentang perjalanan ke Pulau seribu liburan kemarin.

Persiapan
Tidak ada persiapan yang berarti, karena kebetulan tujuan arisan ini hanya di seputaran DKI. Berbeda hal nya kalau tujuan arisan sampai keluar Jawa, seperti saat arisan di Gili, antara ribet urusan ijin dengan bigbos (hari libur dengan uang pribadi, kenapa juga ijin ya, aneh :p You Know Who) dan persiapan teknis lainnya.


Tujuan ke pulau sudah pasti main air, dengan tujuan utama snorkeling dan fishing. Karena sudah pasti minimal setahun pergi main air, banyak teman yang sudah memiliki alat snorkeling dan fishing. Jadi tinggal membersihkan ulang dan mempersiapkannya untuk dibawa liburan.

Tol Jagorawi

Saat matahari belum begitu menampakkan diri, teman-teman dari Cibinong siap-siap berangkat ke Kepulauan Seribu melalui Tol Jagorawi. Berjanji bertemu di SPBU Muara Angke pukul 07.00 WIB. Keluarga bu BR bahkan sudah sampai di SPBU pukul 06.00 WIB (luuaarr biasaa). 



Namun begitu ada rombongan yang lain yang over inisiative langsung ke pelabuhan, ternyata pelabuhan tersebut berbeda dengan yang dimaksud. Al hasil saat-saat kapal sudah hendak berlayar, rombongan ini berlari-lari mengejarnya (lebayy, emang bus bisa dikejar :D)


Kapal Cepat Citra Jet
Mengingat Renbangers pernah trauma dengan mabok laut karena cuaca buruk dan kondisi kapal yang tidak begitu nyaman, pemilihan kapal saat menyeberang pulau ini harus benar-benar nyaman. Biar teman-teman tidak berasa mual, pusing atau mabok laut sehingga kondisi tetap fit untuk melanjutkan berbagai aktivitas main air lainnya.


Awalnya akan nyewa kapal super cepat dengan kapasitas 25 orang, tapi mengingat Sistri (istri MNF) yang sedang hamil ingin ikut, maka beralihlah ke kapal besar Citra jet ini. Meskipun akhirnya Sistri tidak jadi ikut arisan (get well soon ya).


seperti penumpang KRL yang naik di atap :(

Kapal citra jet ini yang besar dan ber ac dengan kapasitas seratusan orang lebih ini lumayan nyaman. Masing-masing orang mendapatkan nomor seat sendiri. Namun begitu dasar orang Indonesia, sudah nyaman-nyaman duduk di seatnya masing-masing tetap aja ada yang naik ke dak. 

Duduk di dak memang asyik, bisa melihat dengan leluasa pemandangan sepanjang perjalanan, namun sebenarnya sangat tidak aman, sangat rawan terjatuh atau terlempar saat kita tidak hati-hati. Makanya polisi air yang lewat memerintahkan ke semua orang yang berada di dak untuk segera masuk ke kapal.

Pulau Tidung
Dari muara angke, kapal citra jet ini berangkat tepat pukul 08.00 WIB dan sampai di Pulau Tidung pukul 10.00 WIB. Karena cuaca sangat cerah dan gelombang air laut di bawah satu meter, perjalanan menyeberang ke Tidung ini dirasakan sangat nyaman, bahkan banyak yang terlelap tidur.

Setelah pembagian homestay dan istirahat sejenak, tepat pukul 11.00 WIB perjalanan dilanjutkan ke Pulau Putri.

Pulau Putri
Mengingat trauma mabok laut seperti diceritakan di atas. Akhirnya memutuskan menyewa kapal cepat VIP untuk menyeberang ke Pulau Putri. Perjalanan dari Tidung ke Pulau Putri kurang lebih hanya 50 menit.


kapal cepat Theresia

melihat penangkaran ikan hiu (CMIIW)


trio Kwek-kwek

soalnya yang ini berdua mlulu..maklum, penganten baru :D

ini berdua mlulu juga, tapi bukan penganten kan :p :p

Tujuan utama ke Pulau Putri adalah melihat aquarium bawah laut. Kalau dilihat dari gambar iklannya, aquarium ini sangat menajubkan, membuat penasaran yang sangat. Namun begitu melihat dengan mata kepala sendiri, ternyata aquarium itu..ya cuma segitu aja, kurang dari 20 meter. Tapi setidaknya rasa penasaran itu terpenuhi.

ini nih yang namanya aquarium bawah laut :D

Setelah ISHOMA dan melihat sekeliling pulau Putri, pukul 15.00 WIB dimulai perjalanan kembali ke Pulau Tidung.

di pulau putri, ternyata ada komodo juga :p :p

Pulau Tidung
Perjalanan menyeberang antar pulau memang tidak begitu melelahkan namun cukup menyita energi. Setelah istirahat sejenak, perjalanan dilanjutkan ke ujung pulau Tidung untuk perburuan sunset. Perjalanan dengan sepeda yang cukup melehkan terbayar dengan keindahan sunset. Serasa di surga kaki langit :D


Senja merayap dengan cepatnya. Tidak terasa hari sudah begitu gelap. Setelah makan malam ada beberapa Renbangers yang melanjutkan keliling pulau dengan sepeda, namun ada juga yang langsung tertidur dengan pulasnya, memulihkan energi untuk kegiatan main air keesokan harinya.



Sunrise
Perburuan sunset sudah, rasanya kurang lengkap kalau tidak diikuti dengan perburuan sunrise. Tepat pukul 05.00 WIB beberapa Renbangers ada yang sudah sampai di Tidung Kecil untuk melihat keindahan matahari yang mulai menampakkan diri.


Snorkeling
Hari kedua benar-benar hanya diisi main air: snorkeling dan fishing. Snorkeling sesi pertama di pulau Payung. Setelah puas dengan melihat keindahan bawah laut (belum puas sih sebenarnya), kegiatan dihentikan dengan istirahat di Pulau Payung. Setelah sholat jumat dan makan camilan, acara dilanjutkan ke Tidung Kecil untuk makan siang. 

Jembatan cinta kalau dari gambar iklannya sangat indah itu ternyata menakutkan di kenyataannya. Kayunya banyak yang rapuh dan bolong sana sini. Harus ekstra hati-hati saat kaki kita melewati jembatan itu. Pantas saja, dinamai jembatan cinta, karena saat menyeberang banyak pasangan yang berpegangan saling menjaga satu sama lain biar tidak terjatuh :p

Snorkeling sesi kedua di pulau Tidung kecil. Baru kepikiran memberi makan ikan, amazing! saat makanan mulai dikeluarkan dan dimasukkan ke bawah laut, pelan-pelan ikan-ikan yang berwarna warni ini berdatangan, berebutan makanan dan berlarian di sekeliling kita, super wonderful!

Saat Renbangers snorkeling, ada juga yang fishing. Sepertinya cukup mudah untuk mendapatkan ikan. Ada beberapa ikan yang berhasil dibawa pulang ke homestay meskipun akhirnya dicemplungin lagi ke laut karena tidak tahan dan kasihan melihat mereka lemas cenderung mau pingsang/mati karena tidak berada di habitatnya.







  


 


 

Barbaque
Perjalanan antar pulau dengan kapal tradisional untuk kegiatan senorkeling dan fishing sangat menyita energi. Saatnya memulihkan energi dengan makan malam bersama dilanjutkan dengan barbaque.



Wakss? Kaget bukan kepalang, ikan biru pink bersayap yang sangat cantik yang ditemui saat snorkeling itu berakhir di penggorengan. Ternyata rasanya sangat enak, meskipun masih kalah gurih dibandingkan dengan ikan kerapu.

Arisan

Nah, sebenarnya inilah puncak dari semua kegiatan arisan. Namun karena bu ISZ butuh istirahat lebih, akhirnya kegiatan arisan dan diskusi tentang mekanisme arisan ke depan ditunda :) :)


Saatnya pulang
Hari ketiga tidak diisi dengan kegiatan yang berarti, hanya bermalas-malasan dan jalan-jalan sekeliling homestay sambil menunggu waktunya checkout.

Sambil menunggu kapal citra jet datang, saatnya mencari oleh-oleh buat yang tidak bisa bergabung di arisan kali ini. Pukul 10.30 kapal datang dan tepat pukul 11.00WIB kapal berangkat.

Meskipun ombak tidak terlalu besar menggulung, namun cukup membuat kapal bergoyang. Perjalanan menyeberang pulau menjadi tidak senyaman saat berangkat. Mungkin karena siang hari saat air laut mulai  beranjak naik. 


Epilog

Pukul 13.00WIB kapal citra jet berlabuh di pelabuhan Muara Angke. Alhamdulillah akhirnya arisan ini sukses terlaksana. Sesuai dengan doa yang dipanjatkan Renbangers agar cuaca cerah sepanjang arisan, terwujud sudah. Dan nikmat Tuhan manakah yang Engkau dustakan? Sungguh besar anugerah dan limpahan rahmat-MU. Sampai malu rasanya, karena setiap doa yang dipanjatkan selalu diijabahi. Terimakasih Ya Rabb.


Semoga renbangers juga semakin bersemangat, meningkatkan kinerja, lebih giat melakukan hal terbaik untuk lipi dan pusbin umumnya serta renbang khususnya.


Semoga Renbangers selalu dilimpahi kesehatan dan rejeki yang berkah, sehingga kegiatan arisan ini dapat terlaksana lagi di tahun yang akan datang.



Dan semoga arisan berikutnya, semua renbangers bisa turut serta sehingga bisa have fun bersama sejenak melupakan segala rutinitas. 

So, the next destination is ..................... Kalianda? Bunaken? Derawan? Raja Ampat? Great Barrier Reef? Atau .................... Dufan? Taman Safari? The Jungle? Kebun Raya? Ecopark :p :D






No comments: