21.1.11

Bayi Izza

Salah satu yang paling nyaman dalam hidup ini adalah saat-saat menidurkan izza di malam hari, sambil kontemplasi tentang semua yang telah dilakukan dan dikerjakan hari itu serta berbagai rencana untuk hari berikutnya.

Dengan posisi tangan memeluk kepala izza dan perut yang dielus oleh tangan izza yang mungil, seolah dunia berhenti sejenak, ikut merasakan ketenangan dan keheningan ritual ibu dan anak.

Meskipun Izza seringkali ditinggal, namun belum pernah sekalipun ditinggal untuk beberapa malam. Rasanya berat meninggalkan ritual itu [hanya] untuk empat malam.

"Maafkan ibu Dek, tidak mengajakmu. Kondisimu belum memungkinkan untuk ikut. Insyaallah tahun depan Dedek bisa ikut kalau ayah, ibu dan kakak pergi. Tahun depan atau tahun ini, saat kondisi dedek sudah mulai kuat dan kokoh untuk bepergian jauh, kita berempat-empat pergi ya, naik kereta atau pesawat :)"

>>> mungkin suatu saat nanti, saat izza sudah mulai besar dan membaca blog ini, dia akan paham kenapa nggak diajak dalam destinasi ini :)

No comments: