ngomongin tentang mbak-mbak pengasuh memang tidak ada habisnya. ceritanya pernah aku tulis di sini. terus terang profesionalitas aku di tempat kerja sangat tergantung dengan kinerja mbak-mbak yang mengasuh bayi-bayi di rumah. semua ibu pasti merasakan dan memahaminya.
apalagi seperti sekarang ini, saat menjelang dan sesudah lebaran. tidak hanya kita para karyawan, para pengasuh pun mengajukan cuti untuk berbagai kepentingannya.
alhamdulillah, saat ini aku mempunyai tim yang solid, mbak dar dan mbak uci. masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. kelebihannya adalah mbak dar sangat telaten momong izza. sedangkan uci sangat klop dengan raya.
permasalahan dan intrik tentu saja aja. tergantung bagaimana kita mensikapinya. seperti misalnya, uci selalu merasa keberatan dibilangin terus-menerus (baca: dicerewetin) oleh mbak dar, tentu saja dicerewetin tentang semua hal yang berkaitan dengan bayi bayi. apalagi uci, aku saja sering dicerewetin mbak dar, kalo izza jatuh saat bermain denganku, habislah aku dimarahi mbak dar :D
aku tidak terlalu mempersoalkan kelemahan mereka, yang penting mereka eman sama bayi-bayi. mereka menjadi pengasuh karena keadaan. siapapun tidak ada yang bercita-cita jadi pengasuh (baca: pembantu). kenapa mereka jadi pengasuh? ceritanya di sini.
mereka juga manusia. jadi mari kita juga memanusiakan mereka. kita sebagai karyawan memiliki hari libur, jadi tidak ada salahnya kalo mereka juga kita kasih hari libur barang sehari dalam satu minggu. menjelang lebaran seperti sekarang, kita mendapatkan THR, jadi tidak ada salahnya juga kalau mereka kita kasih THR minimal satu bulan gaji atau tergantung kemampuan keuangan kita.
yang pasti, aku tidak terlalu membedakan posisi antara kita/kami dengan mereka. anggap mereka saudara yang membantu menyelesaikan dan memberikan solusi atas persoalan kita. pandangan ini ditentang oleh mbah uti, nanti mereka jadi ngelonjak katanya.
tidak, nyatanya mereka tidak ngelonjak, mereka tetap dapat menempatkan dirinya sendiri sesuai dengan aturan/rule yang tidak tertulis di masyarakat.
selalu berharap, semoga mereka tetap awet mengasuh bayi-bayi, amin...
apalagi seperti sekarang ini, saat menjelang dan sesudah lebaran. tidak hanya kita para karyawan, para pengasuh pun mengajukan cuti untuk berbagai kepentingannya.
alhamdulillah, saat ini aku mempunyai tim yang solid, mbak dar dan mbak uci. masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. kelebihannya adalah mbak dar sangat telaten momong izza. sedangkan uci sangat klop dengan raya.
permasalahan dan intrik tentu saja aja. tergantung bagaimana kita mensikapinya. seperti misalnya, uci selalu merasa keberatan dibilangin terus-menerus (baca: dicerewetin) oleh mbak dar, tentu saja dicerewetin tentang semua hal yang berkaitan dengan bayi bayi. apalagi uci, aku saja sering dicerewetin mbak dar, kalo izza jatuh saat bermain denganku, habislah aku dimarahi mbak dar :D
aku tidak terlalu mempersoalkan kelemahan mereka, yang penting mereka eman sama bayi-bayi. mereka menjadi pengasuh karena keadaan. siapapun tidak ada yang bercita-cita jadi pengasuh (baca: pembantu). kenapa mereka jadi pengasuh? ceritanya di sini.
mereka juga manusia. jadi mari kita juga memanusiakan mereka. kita sebagai karyawan memiliki hari libur, jadi tidak ada salahnya kalo mereka juga kita kasih hari libur barang sehari dalam satu minggu. menjelang lebaran seperti sekarang, kita mendapatkan THR, jadi tidak ada salahnya juga kalau mereka kita kasih THR minimal satu bulan gaji atau tergantung kemampuan keuangan kita.
yang pasti, aku tidak terlalu membedakan posisi antara kita/kami dengan mereka. anggap mereka saudara yang membantu menyelesaikan dan memberikan solusi atas persoalan kita. pandangan ini ditentang oleh mbah uti, nanti mereka jadi ngelonjak katanya.
tidak, nyatanya mereka tidak ngelonjak, mereka tetap dapat menempatkan dirinya sendiri sesuai dengan aturan/rule yang tidak tertulis di masyarakat.
selalu berharap, semoga mereka tetap awet mengasuh bayi-bayi, amin...
2 comments:
Setuju banget mba.. kalo punya 5 jempol tak kasih semua buat tulisan ini heheu
Coba banyangin aja kalo kita ada diposisi mereka ., alangkah senangnya kalo kita juga di 'wong' ke toh ..
Semoga empati yang kita punya ini selalu dipelihara olehNYA ya ..dan moga tambah meningkat ..Amin
amin...semoga...hati kita lebih peka lagi, amin..
Post a Comment