my assistants: two thumbs up!
dilema emak-emak bekerja adalah mendelegasikan urusan bayi-bayi ke asisten ketika ditinggal kerja.
peran aisten sangat [suangggat] penting. bagaimana tidak, kita, emak2 menitipkan bayi-bayi ke mereka. kalo mereka ngga bisa dipercaya, alhasil kita kerja juga ngga tenang.
sebagai seorang emak, tentu saja perasaan bersalah itu selalu datang karena meninggalkan bayi-bayi dengan para asistennya.
perasaan itu selalu hadir saat mengantar raya sekolah dan tidak bisa menemani sampai sekolah selesai dan [hanya] mendelegasikan ke mba uci untuk selalu siap sedia demi raya. rasa bersalah itu juga hadir saat berangkat buru2 dan meninggalkan izza emut2 jempol karena belum sempat minum asi.
bagaimanapun ini pilihan. dan aku [sangat] sadar dengan pilihan ini.
back to my assistants. semoga semuanya berjalan dengan baik dan lancar. mba dar dan mba uci bisa awet momong raya dan izza.
mereka sudah seperti keluarga sendiri. siapa sih yang mau jadi pengasuh [baca: pembantu]? karena keadaanlah yang membuat mereka seperti itu.
andaikan suami mbak dar ngga meninggal, ngga bakalan dia diijinin kerja jauh meninggalkan anak2nya untuk mengasuh anak orang lain dan mendapatkan bayaran.
andaikan ortunya uci ngga bercerai, niscaya sekarang uci lagi senang-senangnya sekolah, bergaya layaknya dunia abege.
hidup memang anugerah, semuanya harus disyukuri dan dijalani. =mencoba untuk meraih takdir yang lebih baik=
peran aisten sangat [suangggat] penting. bagaimana tidak, kita, emak2 menitipkan bayi-bayi ke mereka. kalo mereka ngga bisa dipercaya, alhasil kita kerja juga ngga tenang.
sebagai seorang emak, tentu saja perasaan bersalah itu selalu datang karena meninggalkan bayi-bayi dengan para asistennya.
perasaan itu selalu hadir saat mengantar raya sekolah dan tidak bisa menemani sampai sekolah selesai dan [hanya] mendelegasikan ke mba uci untuk selalu siap sedia demi raya. rasa bersalah itu juga hadir saat berangkat buru2 dan meninggalkan izza emut2 jempol karena belum sempat minum asi.
bagaimanapun ini pilihan. dan aku [sangat] sadar dengan pilihan ini.
back to my assistants. semoga semuanya berjalan dengan baik dan lancar. mba dar dan mba uci bisa awet momong raya dan izza.
mereka sudah seperti keluarga sendiri. siapa sih yang mau jadi pengasuh [baca: pembantu]? karena keadaanlah yang membuat mereka seperti itu.
andaikan suami mbak dar ngga meninggal, ngga bakalan dia diijinin kerja jauh meninggalkan anak2nya untuk mengasuh anak orang lain dan mendapatkan bayaran.
andaikan ortunya uci ngga bercerai, niscaya sekarang uci lagi senang-senangnya sekolah, bergaya layaknya dunia abege.
hidup memang anugerah, semuanya harus disyukuri dan dijalani. =mencoba untuk meraih takdir yang lebih baik=


No comments:
Post a Comment