28.8.10

Romantisme Pak BJH untuk Ibu Ainun

Bicara tentang cinta sejati memang tidak ada habisnya: seru, excited, bahagia, mengharu biru, sedih, bangga dan perasaan lain yang menyertai.

Beberapa bulan yang lalu aku pernah mengcopy surat dari Pak BJH untuk Ibu Ainun dan aku paste di sini. Ternyata surat itu bukan ditulis oleh Pak BJH, namun oleh seseorang [entah siapa] yang menulis dan menggambarkan bagaimana besarnya cinta Pak BJH ke Bu Ainun. sangat indah. mengharukan dan menyentuh.

Nah, yang ini baru beneran. ini surat yang benar-benar ditulis oleh Pak BJH dalam rangka memperingati 100 hari wafatnya bu Ainun. isi surat dan keterangan aku ambil di sini.

Berikut suratnya:

Ainun 100 Hari Wafat

2408 jam yang lalu Ainun diiringi Do'a telah pindah dengan tenang dan damai dari "Dimensi Alam Dunia" ke "Dimensi Alam Barzah".

Hanya jika kututup kedua mataku, wajah, mata dan senyuman yang selalu memukau dan kurindukan kulihat.

Jikalau mataku kubuka lagi, semuanya serentak hilang lenyap dan meninggalkan kekosongan jiwa, kecewa, sedih dan perih!

Dengan menutup kedua mataku, dapat kuraba, kupegang tanpa menyentuh AInun bahkan mendapat senyuman yang selalu kurindukan!

Jikalau mataku kubuka lagi, semuanya serentak hilang, lenyap dan meninggalkan kekosongan jiwa, kecewa, sedih dan perih!

Dengan menutup kedua mataku, kurayu dengan kata dan nada yang kami miliki dan kenal, tetapi tetap membisu, sunyi sepi!

Dimana Ainun? Bagaimana keadaan Ainun? Bagaimana mendapat kepastian mengenai Ainun yang selalu kurindukan sepanjang masa!

Bacharuddin Jusuf Habibie, 28.08.10. 06:30


Huhuhoho... Dalem banget sampai merinding membacanya dan membuat ingin menangis. Sangat indah. Bercerita tentang sesuatu yang menggetarkan dengan kelembutan, apalagi dibarengi dengan imaji dan emosi yang mendukung.

semoga bu Ainun diterima disisi-NYA dan pak BJH diberikan ketabahan dan keikhlasan untuk melepaskannya, amin...

No comments: