24.1.15

Lihatlah keluar, melalui jendela kayu itu, jutaan rintik hujan menari, menekuninya seolah tiada bosannya.

Menenangkan meski senja menjadi tak tampak. Tetap menenangkan karena senja pun masih terasakan.

Mari menikmatinya bersama. Merasakan ketenangannya yang membuat nyaman.

Rasa nyaman yang memuncak saat kita berhasil menyusun puzzle-puzzle yang selama ini tampak membingungkan, yang selalu menuntut untuk segera diselesaikan.

Betapa lega saat semuanya terurai. Kita bisa mulai menikmati senja dengan sempurna, diiringi jutaan hujan yang terus menari suka cita, sesempurna kisah dalam tiap puzzle yang berhasil terangkai.

*mind mapping saat masih di jalanan yang super macet

9.1.15

Saat payah datang, berhentilah sejenak, sejenak saja agar lelah melonggar bahkan menghilang. Tapi jangan terlena agar tak ada sesal yang dirasa.

Hidupku milikku. Keberterimaan akan menarik rasa syukur, kesesuaian akan menarik harmoni dan akhirnya kenyamanan akan menarik kebahagiaan. Itulah cita-cita.

24.12.14

Identitas Gender dalam Sastra Anak

Tadi malam Penulis Clara Ng (@clara_ng) membagikan pengetahuannya seputar sastra anak di linimasa Twitter-nya. Fokus pembahasan kali ini tentang identitas gender dalam sastra anak. Novel yang terpilih untuk dijadikan bahan pembahasan adalah Harry Potter, novel anak paling fenomenal karya J.K. Rowling. Clara Ng mengulas tentang heroisme perempuan, feminisme, dan … kamar mandi! Ya, kamar mandi. Sebuah ulasan yang sangat unik.

Aku coba menuliskannya kembali dengan paraphrase sana sini.

Sebagian besar pasti sudah pernah membaca novel sejuta umat, Harry Potter (HP). Buku ini 'cowok banget'. Sastra anak memang tidak bisa lepas dari identitas gender. Namun ada sedikit yang menarik dari identitas feminisme dan itu terkait dengan kamar mandi! ^^

Bicara tentang feminisme di buku/film HP pasti berakhir pada tokoh sentral perempuan, ya betul, Hermione. 

Namun sebetulnya ada tokoh perempuan lain yang tak kalah fenomenal, yakni Moaning Myrtle atau terjemahannya Myrtle Merana (MM), seorang hantu yang sepanjang hidupnya merana (bahkan setelah dia meninggal dan menjadi hantu), dengan banyak jerawat di pipi dan kesedihan tiada akhir.

Di Buku 1 dan 2 peran MM ini sangat penting. MM ini adalah parodi tentang gadis remaja, dan bagian penting dari parodi ini adalah tempat tinggal MM yakni...kamar mandi!

Kamar mandi tempat tinggal MM ini isinya dilengkapi dengan pipa, wastafel dan toilet. Banyak sekali adegan menggelikan bersama MM ketika Rowling menunjukkan betapa pentingnya eksistensi toilet untuk para gadis. Salah satu asosiasi penting toilet bagi gadis remaja adalah menstruasi.

Banyak gadis remaja yang mendapatkan mens pertama di sekolah dan itu membuatnya kaget, shock dan terguncang. Para gadis berlari ke kamar mandi dan menangis sendirian.

Dalam novel remaja “Are You There God? It’s Me, Margaret” yang pernah aku baca, juga diceritakan tentang Nancy menangis di toilet karena mendapatkan mens pertama. Saat itu Margareth menenangkan Nancy, lagi-lagi di kamar mandi. Saat kembali ke rumah, ibu Nancy berkata, "Nancy sudah menjadi wanita sekarang.” Namun, Nancy terus saja menangis, menangisi kanak-kanaknya yang hilang.

Trauma atau lebih tepatnya kekagetan mendapatkan menstruasi pertama ini akan selalu diingat oleh setiap anak perempuan, karena itulah jembatan dan gerbang mereka menuju kedewasaan.

Dalam buku buku Blood Stories: Menarche And The Politic of the Female Body, Janet Lee juga mencatat aneka reaksi psikologis para gadis saat menstruasi pertama.

Toilet selalu menjadi tempat yang intim, rahasia dan terlindung. Para gadis, siklus bulanan dan kamar mandi memiliki ikatan ruang yang kuat.

Kembali ke HP, dalam buku 1 diceritakan tentang Hermione yang berlari ke toilet dan menangis sendirian saat Ron mengejek dirinya sebagai "mimpi buruk". Ini seperti adegan saat seorang gadis yang berlari ke kamar mandi untuk mendapatkan perlindungan karena "sesuatu" yang mendadak ada. "Ssstt" yang tidak terduga.

Walau asosiasi ini jauh dari kata mens, seperti seolah Rowling tidak sengaja membuat seperti itu. Coba perhatikan metaforanya. Dengan watak Hermione yang sok pinter bossy, tiba-tiba diejek oleh Ron. Harga dirinya terinjak, malu dengan dirinya sendiri, kemudian dia berlari ke toilet, mengunci dan menangis sendirinya. Tak sadar ada Troll, makhluk buas yang tiba-tiba datang. Harry dan Ron tak sadar kalau Hermione hilang, dan begitu sadar ternyata Hermione siap jadi santapan Troll. Berdua, Harry dan Ron kemudian menyelematkan Hermione.

Inilah salah satu adegan berciri dongeng "seorang putri yang diselamatkan dari naga oleh pangeran", Rowling menggenapinya. Sang putri yang di awal cerita seorang tokoh yang super galak, judes, meskipun pemberani dan pintar, mendadak lemah dan butuh diselamatkan. 

Padahal dalam buku HP selanjutnya sampai dengan tamat, Hermione tidak pernah lagi menunjukkan ketidakberdayaan atau kelemahannya. Dia selalu gagah perkasa. Namun dalam situasi krisis, saat berhadapan dengan Troll, Hermione bagai putri yang harus dibela oleh pangeran. 

Meskipun dengan kejadian tersebut, Harry dan Ron medapatkan hukuman dari para guru, namun tindakan heroik itu melekat di hati Hermione yang membuat perubahan pada dirinya: yang semula jutek dan bossy berubah menjadi gadis yang bijaksana dan mau berkorban demi kebaikan untuk orang lain. 

Hermione berhasil melalui pintu perubahan tersebut. Sepanjang sisa cerita (sampai buku terakhir) mereka menjadi sahabat karib yang saling membantu disamping sisi romantisme antara Hermione dan Ron.

Menurut Clara Ng, perubahan Hermione itu merupakan simbol perubahan keperempuanan, bukan hanya sekedar watak atau karakternya tapi keperempuannya secara utuh. Saat seorang gadis cilik mendapatkan menstruasinya, maka dia mengalami perubahan seluruh keperempuannya. Dan di kamar mandi itulah Hermione keluar dan berubah menjadi "dewasa". Rowling menggambarkan Troll sebagai metafora menstruasi. Troll yang dikalahkan oleh Harry dan Ron adalah simbol tubuh perempuan, gender yg “abnormal”, yg akhirnya mengembalikan sisi feminitas ke titik equalibrium.

Hermione keluar dari toilet dengan kemenangan: perubahan pada dirinya menjadi lebih baik. Tapi ada gadis yang tertinggal di sana yakni MM atau Myrtle Merana, seorang gadis yang tidak pernah move on dengan terus-menerus melolong menangis  dalam frustasi dan putus asa. Tidak ada lagi masa depan MM, meski dia mengganggap dirinya bertumbuh menjadi tua tapi murid-murid yang lain menganggapnya tidak bertumbuh, tidak pernah puber, bahkan antara ada dan tiada.

Feminisme dan gender dibawa Hermione dan sisi seberang oleh MM. Kita, perempuan hampir semua mengalaminya, ketika akhirnya menjadi Hermione atau MM bisa ditanyakan ke diri masing-masing ^^

Gambar diambil dari sini

21.12.14

Psy War: Perang Siber antara AS dan Korut

Diantara berita politik, ekonomi maupun hiburan, berita tentang perang siber adalah berita yang paling menarik untuk diikuti di penghujung tahun ini.

Psy war atau perang siber ini bukan hanya masalah Sony Pictures yg menjadi korban peratasan yg diciptakan oleh hacker yang menamakan diri Guardians of Peace (GOP), namun juga menjadi urusan antar negara. Ya, antara USA dan Korea Utara. Tak tanggung-tanggung, terkait insiden ini Washington bahkan berkonsultasi dan bersekutu dengan Tiongkok, Jepang, Korsel dan Rusia.

Secara militer dan ekonomi, Korut memang sulit menandingi AS. Namun, mereka menemukan cara ampuh dan murah untuk membuat AS kalang kabut.

Tak terlalu mengagetkan memang, karena beberapa tahun terakhir ini, Korut melatih ribuan peretas melalui program militer dan pemerintah secara rahasia. Diyakini, mereka punya 6.000 peretas di mana 1.000 diantaranya bekerja di Tiongkok.

Kembali ke insiden Sony,  menurut perusahaan keamanan internet Kaspersky, insiden ini merupakan yang pertama kalinya ancaman siber bisa dikatakan berhasil. Peretasan ini merupakan contoh nyata situasi dimana hacker benar-benar dianggap sangat serius atau bagaimana ancaman online dapat meningkat ke dunia nyata.

Penyelidikan FBI mengungkap, malware itu mampu menembus sistem keamanan sangat canggih sekalipun. Untuk diketahui, (GOP) berhasil mengangkut sekitar 100 terabytes data milik Sony Pictures.

Data tersebut beberapa dibocorkan ke publik. Seperti film-film yang belum dirilis, email internal yang beberapa isinya sensitif sampai dokumen gaji petinggi Sony Pictures.

"Malware yang digunakan mungkin akan mampu menembus 90% pertahanan internet yang ada sekarang ini di industri swasta dan juga bahkan pemerintahan," kata Joseph Demarest, Assistant Director divisi cyber FBI yang dikutip detikINET dari Guardian, Minggu (14/12/2014).

Peretasan ini berakibat pada batalnya peluncuran film 'Interview' pada 25 Desember mendatang. Film berbiaya Rp 546,7 M ini menceritakan tentang seorang wartawan yang ditugasi CIA untuk membunuh pemimpin Korut, Kim Jong Un.

Jaringan bioskop di AS menolak menayangkan film ini setelah mendapat ancaman dari peretas.
Dalam wawancara dengan CNN, direktur Sony memutuskan untuk tidak menayangkan 'Interview', karena tak satupun platform yang tertarik untuk menayangkannya.

Sangat disayangkan memang, bahkan sastrawan Brazil Paulo Coelho menawarkan Rp 1,2M ke Sony agar diijinkan menggugah 'Interview' di blog pribadinya. Namun Sony tidak bergeming, hal ini tentu saja karena ancaman yang diterimanya.

Peretasan ini dianggap yang paling dahsyat. Segudang rahasia dibobol dan disebarluaskan termasuk film yang baru akan rilis seperti Annie, Still Alice, dan To Write Love Her Arms. Film-film itu sudah beredar diinternet dan bisa diunduh gratis.

Berita terakhir menyebutkan bahwa Pyongyang membantah tudingan Washington. Film kontroversial 'The Interview'  memang diakui telah membuat Korea Utara terluka dan sakit hati. Tapi meski demikian, negara komunis ini menyanggah jadi aktor di balok aksi peretasan.

"(Film) itu telah memfitnah citra negara kami. Mengejek kedaulatan kami. Kami menolaknya, tapi kami benar-benar tidak ada hubungannya dengan itu, buktikan kalau memang kami terlibat" tegas diplomat Korea Utara untuk PBB, Kim Song, seperti detikINET kutip The Associated Press, Minggu (21/12/2014).

Makin seru bukan? Mari kita tunggu berita selanjutnya.
*Tulisan diolah dari dua sumber: Kompas dan DetikNet

17.12.14

A Downer

Selesai arisan sabtu minggu kemarin, aku menemani Raya ke salon. Sambil menunggu rambut Raya dirapikan, aku mengambil majalah Elle di meja tunggu dan mulai membacanya. Meskipun bukan majalah edisi terbaru, tapi aku menemukan artikel menarik dan sepertinya masih relevan dengan kondisi kemarin atau kini. Berikut aku coba tulisakan kembali tentu saja berdasarkan pemahaman minimal karena membaca sambil lalu.

Artikel tersebut bercerita tentang Downer yaitu seorang yang selalu memiliki mood tidak baik. Sehari-harinya selalu dilingkupi dengan perasaan negatif, baik pada dirinya maupun orang lain. Bahkan tak jarang, mood ini ditularkan kepada orang lain.

Tukang Mengeluh
Seorang Downer jarang sekali bersyukur atas segala kondisi yang terjadi padanya. Falsafah orang Jawa - Saat tertimpa musibah dan mencoba mengambil hikmahnya dengan berkata: "untung saya mendapatkan musibah ini dan bukan musibah yang lain - tidak berlaku padanya. Segala sesuatu sepertinya tidak ada yang membuatnya senang.
"Aduh, mukaku sudah hitam, tembem pula"
"Sial, tadi macet sekali"

Selain mengeluh hal-hal yang terkait dengan dirinya, Downer ini juga tak jarang mengkritik atas kerja keras orang lain dengan sangat mudahnya tanpa berpikir dari sudut pandang yang berbeda, bahkan untuk hal-hal kecil dalam kehidupan bersosial. Mengkritik atau memberi masukan boleh saja saat hal tersebut masih dimungkinkan perbaikan, namun jika kritikan itu tidak bisa mengubah apapun, sepertinya sangat bijak jika ditahan.
"Kenapa pilih warna biru, sepertinya merah marun lebih cantik"
"Seharusnya modelnya bukan begini, tapi yang lain sepertinya lebih bagus"

Yang agak mengherankan karena downer ini sebenernya sudah mendelagasikan kepada orang lain untuk memilih warna atau model misalnya, dan bahkan dimintai pendapat sebelumnya, "Saya ikut saja, terserah bagaimana baiknya", namun ujungnya bukan rasa terimakasih tapi kritikan dan kritika itu tidak mengubah apapun.

Umpatan dan keluhan seringkali keluar dari mulutnya. Ada saja yang membuatnya tidak puas dengan segala kondisi, Memang benar, life is never flat, hidup tidak selalu indah sesuai rencana, tapi Downer ini akan membesar-besarkan kondisi yang dialaminya mekipun mungkin bagi orang lain tidak menjadi masalah. Keluhan tersebut akhirnya malah mengaburkan cerita utama tentang suatu hal, suatu keberhasilan misalnya.
"Puji syukur, aku lulus dengan nilai sangat memuaskan, tapi itu sangat tidak mudah, aku harus menghabiskan waktuku di perpustakaan lebih lama, harus mengorbankan diri untuk tidak jalan-jalan selama setahun, harus mengurangi jatah tidurku, bahkan aku harus putus dari pacar, bla..bla.."

Pesimis
Downer ini juga selalu hopeless dalam memandang hidupnya. Sepertinya tidak ada hal baik yang akan diraih di masa mendatang.

Ada yang tahu dengan Eeyore, karakter keledai keabu-abuan di film animasi Winnie the Pooh. Seorang Downer ini sangat pas jika digambarkan dengan karakter Eeyore. Eeyore ini adalah seorang Downer sejati, selalu murung, selalu memandang hidupnya suram dan tidak seberuntung teman-temannya. Hal baik bagi orang orang lain bisa menjadi hal buruk di mata Eeyore.

Cerita serupa tentang ketidakberuntungan atau kesuraman Downer kadang bisa kita temui di artikel parodinya Samuel Mulia di harian Kompas Minggu.

Oleh karena itu jika Downer sedang bercerita (baca= mengeluh), alihkan saja dengan pembicaraan yang lain karena bisa jadi penyakit ini menular ke kita. Alih-alih dapat memberi masukan atau solusi yang bagus, yang ada malah kita terjebak dalam penyakit yang sama.

[Lagi-lagi] hidup itu tergantung bagaimana kita memandangnya. Jika kita menganggap hidup kita bahagia, bahagialah kita, pun sebaliknya. Jadi ingat dengan blog dan status teman yang isinya hanya keluhan, entah keluhan terhadap dirinya, temannya, hal-hal sekitar atau pemerintah. Memang benar kita boleh menulis apapun di blog [juga fb, path, twitter, ig, G+, dll], tapi ingat, meskipun di-private, media itu online yang bisa dibaca oleh teman dalam jaringan tersebut. 

Sperti yang disampaikan oleh pak Alie di acara TOT kemarin, semua adalah pilihan. Masing-masing berhak menentukan pilihan dan capaiannya, dan itu sangat dimungkinkan berbeda antar satu dengan lainnya. Jika di dunia kerja bisa dibuatkan standar, bagaimana jika di kehidupan nyata secara umum? ada norma dan nilai sebagai batasnya, tapi lagi-lagi itupun tergantung pilihannya masing-masing.

Hidup hanya sebentar, rasanya akan menjadi kurang bermakna kalau setiap saat diisi dengan keluhan. Tulisan ini bukan maksud apa-apa. Lebih tepatnya evaluasi buat diri sendiri. Jangan-jangan saya selama ini seorang Downer sejati. Jika memang iya, mohon dimaafkan dengan sangat, semoga di kemudian hari, sifat ini berkurang atau bahkan menghilang. Mengaminkan untuk selalu belajar lebih baik.

5.12.14

Batu Akik dalam Relasi Keluarga


Sebenarnya sudah lama kita mengenal atau melihat orang memakai cincin yang bermatakan batu akik, tapi sepertinya sekarang pemakaian batu akik ini meningkat, bukan hanya di kalangan orang tua namun juga merambah ke anak muda.

Banyak yang berlomba-lomba berburu batu akik untuk menambah jumlah dan jenis koleksinya, bahkan sampai keluar kota demi mendapatkan batu akik impiannya.

Tak heran, harga batu akik inipun melonjak mengikuti permintaan pasar. Para kolektorpun tak segan merogoh kocek agak dalam untuk sebuah batu akik impian.

Fenomena pemakaian cincin berbatu akik ini sepertinya hanya melanda kaum adam. Ada kepuasan tersendiri saat bapak-bapak ini berhasil mendapatkan batu impian dan memamerkannya di komunitas gemstone yang mereka ikuti.

Terjadi tukar menukar batu yang tentu saja bernilai ekonomis antar anggota komunitas. Belanja batu akikpun semakin meningkat seiring dengan aktifnya seseorang dalam komunitas tersebut.

Namun ada satu hal yang menarik. Berdasarkan mengikuti perbincangan batu antar bapak-bapak, ternyata tidak semua bapak-bapak menceritakan aktivitas yang bernilai ekonomi pembelian batu akik ini kepada pasangannya: "Wah, kalau istri saya tahu, bisa marah dia", " Rahasia kita saja, tas koleksi batu ini tiap hari saya bawa ke kantor, agar istri tidak tahu kalau saya memiliki koleksi sebanyak ini", dan seterusnya.

"Istri yang marah", "istri yang tidak berkenan", pasti ada alasan yang melatarbelakanginya, tidak serta merta istri melarang atau tidak berkenan saat suami memiliki hobi tertentu yang itu bersifat personal/individu. Bagaimanapun kita sebagai manusia perlu kotak personal agar hidup menjadi lebih berwarna. Namun, sesuai nilai yang kita anut, sepertinya kebutuhan personal akan menyesuaikan dengan kebutuhan keluarga, dan tidak sebaliknya bukan?. CMIIW.

Para bapak/suami ini sebenarnya sangat memahami hal tersebut meskipun akhirnya berkeputusan untuk menyembunyikan koleksi batu yang dimilikinya. Ada banyak alasan juga yang melatarbelakanginya. 

Tapi masih merasa aneh saja, bagaimana relasi dalam keluarga yang dibangun saat tidak ada kejujuran di dalamnya? Baiklah, itu pilihan masing-masing. Semua orang berhak untuk menentukan metode pengelolaan keluarganya, semua pasti sudah berdasarkan perhitungan atas segala konsekuensinya.

Peace   ** V

*foto  di atas adalah koleksi seorang bapak yang disimpan primpen dalam tas kerjanya, yang sampai sekarang tidak diketahui istrinya

30.11.14

Dongakkanlah kepala. Lihat ke langit: malam begitu cerah dengan bintang bertebaran dan bulan yang bersinar berpendar.

Mari merayakannya, malam indah ini dengan secangkir kopi yang rasa pahit dan manisnya membuat hati gembira, di kebun cahaya yang kita punya, tentu saja, yg membuat hari semakin sempurna.

Tapi apa gunanya kopi yang membuat hati gembira itu, juga kebun cahaya yang indah menawan hati, jika kita menikmatinya seorang diri. Mari merayakannya bersama sahabat. Sahabat sejati yang akan menemani senang dan susah, kini atau nanti.

18.11.14

November Rain

Hujan mulai datang kembali, november semakin nyata di depan mata.

Ketika mengamati hujan, sering membayangkan suatu kehidupan orang lain, seperti apakah kehidupan yang dimilikinya: seru, menarik, membosankan atau bahkan tragis. Hal sama yang juga sering dilakukan ketika menemui kemudian mengamati orang asing dengan mereka-reka kehidupan macam apa yang dimiliki dan dilaluinya.

Berhubung sudah mulai musim penghujan, mari kita mulai tema kali ini dengan hujan. Hujan itu (kadang) menyenangkan, saat melihat ikan riang gembira bermain kesana kemari di kolam yang penuh air, saat katak semakin nyaring bernyanyi, saat kebun dan tanaman makin menghijau, serasa bertumbuh lebih cepat, serta saat melihat bunga-bunga rambutan bermekaran menandai bahwa sebentar lagi akan panen raya.

Kadangkala membutuhkan waktu sendiri, menikmatinya sebagai pemupukan agar kotak kehidupan pribadi semakin menarik: kontemplasi atau evaluasi diri, sangat diperlukan agar kehidupan kini dan nanti semakin berarti. 

Meski demikian, tak pernah berpikir bahwa kita tidak membutuhkan seseorang. Semua orang membutuhkan orang lain. Kita dan mereka saling membutuhkan dan berharap sinergi.

Mencoba ceritakan tentang lagu November Rain ini yang disitasi dari sini. November Rain adalah lagu balada dari Guns N' Roses yang ditulis oleh vokalisnya, Axl Rose, dan dirilis sebagai single pada bulan Juni 1992. 

Lagu yang sangat panjang menceritakan tentang sebuah hubungan yang berada pada suatu titik jenuh: berhenti atau berlanjut. When I look into your eyes, I can see a love restrained. But darlin' when I hold you, Don't you know I feel the same. 'Cause nothin' lasts forever, And we both know hearts can change, And it's hard to hold a candle, In the cold November rain. 

Ketika hati berubah, tak dapat ditahan maupun ditentang. Saat rasa tak lagi sama, berbeda dari sebelumnya, meski tak dimaui.

Kemudian, salah satu memintakan rehat, berhenti untuk sementara. Meski rasa sakit mendera demi sejenak menyendiri, saling berpikir untuk kehidupan nanti, berharap terbaik di kemudian hari. 

Sometimes I need some time...on my own. Sometimes I need some time...all alone. Everybody needs some time... on their own. Don't you know you need some time...all alone. 

Berjuang dengan segala kemampuan, berharap yang terbaik adanya, saling terbuka untuk memahami.
So never mind the darkness, we still can find a way. Nothing lasts forever, even cold November rain. 

Kebahagiaan bisa pergi begitu saja, konsekuensi dari pilihan, atau berlalu seiring waktu, seperti November yang dingin yang tak akan terjadi sepanjang tahun. Namun kesedihan juga tak selamanya tinggal. Luka dan sakit hati mengikuti kehidupan nanti, dan apabila mampu melewatinya, waktu akan menenangkan luka dan sakit itu dengan sendirinya.

Tidak ada yang abadi meski itu kebahagiaan yang dimiliki. Pun juga dengan kesedihan maupun rasa sakit, waktu berlaku menenangkannya,. Bersyukur detik demi detik atas apa yang dimiliki: takdir hidup yang diberikan.  Bahagia, senang, sedih, kecewa, luka dan cinta adalah bagian dari dinamika yang memperkaya jiwa. Selalu berharap melihat keindahan pelangi setelah hujan mereda.


….bahwa segala sesuatu datang untuk pergi. Tak ada yang datang dan tinggal untuk selamanya, termasuk juga kesedihan - Siddharta.

@wawancaracpns

13.11.14

Selamat Ulang Tahun Raya

Aisha Izz Tsuraya

Raya itu sehat
Raya itu pintar
Raya itu baik

Selamat ulang tahun Kakak Raya,
Doa ibu dan ayah untuk segala kebaikan hidup kakak, masa kini dan masa yang akan datang. Semoga Allah Swt memberikan takdir kehidupan yang baik, senormalnya, selazimnya, sesuai harapan baik yang kita semua panjatkan.

Tetap sehat, tetap pintar dan tetap baik, amin....

Kita memang tidak biasa merayakan ulang tahun. Tapi saat kakak ulang tahun dan ibu jauh di pulau seberang itu rasanya tidak menyenangkan Kak.Maafkan Ibu Kak, semoga kakak bisa memahaminya ya.

7.11.14

Mini drama: Ada Apa Dengan Cinta


Beneran,

Deg-degan dan tahan nafas ketika menonton minidrama ini. Akhirnya setelah 12 tahun, kita akan tahu kabar Cinta dan Rangga yang sangat melegenda itu.

Semua berkat drama mini yang dibuat oleh LINE, sebuah iklan yang sangat kreatif untuk mempromosikan fitur terbaru yang dikeluarkan yaitu "Find Alumni".

Strategi marketing yang sangat jitu dari LINE dengan memunculkan sekuel Ada Apa Dengan Cinta. Sebuah film yang sangat membekas di hati terutama untuk generasi yang lahir 1980an, remaja yang tumbuh di tahun 2002, sebuah pasar yang sangat potensial mengingat mereka saat ini di kisaran usia produktif dengan masing-masing kehidupannya, pengguna aktif smartphone dan social media. Contohnya, dulu aku sempat instal kemudian uninstal, dan sekarang instal lagi demi find alumni itu.

Mengingat kembali cerita mereka dua belas tahun yang lalu, itu artinya juga mengingat kisah kita masa itu ^^

Puncak dari film AADC adalah perpisahan antara Rangga dan Cinta di Bandara, saat Rangga memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Amerika.

Aku pasti akan kembali,
dalam satu purnama,
untuk mempertanyakan kembali cintanya

Setelah dua belas tahun menghilang, tanpa kabar, tiba-tiba Rangga menghubungi Cinta. Bagaimana kisahnya? tonton Video itu ya. Dijamin kita akan kembali ke romantisme jaman itu, terutama dengan puisi-puisi Rangga ^^

Adalah cinta yang mengubah jalannya waktu
Karena cinta, waktu terbagi dua: denganmu dan rindu

Akhir yang sama, 2002 dan 2014, sama-sama di bandara:
"Jadi beda, satu purnama di New York sama di Jakarta?" sapa Cinta kepada Rangga.

.....   dan  .....

Detik tidak pernah melangkah mundur, tetapi kertas putih selalu ada
Walau tidak pernah berjalan mundur, dan hari tidak pernah berulang, tetapi pagi selalu menawarkan cerita baru
Untuk semua pertanyaan yang belum terjawab
Love, Life LINE

----------------------------------------

TENTANG SESEORANG

kulari kepantai kemudian teriakku
sepi, sepi dan sendiri
aku benci
aku ingin bingar
aku mau di pasar
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga
jika kusendiri
pecahkan saja gelasnya
biar ramai
biar mengaduh sampai gaduh
ah…ada malaikat menyulam
jaring laba – laba belang
di tembok keraton putih
kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera
atau aku harus lari kehutan
belok kepantai

27.10.14

Senja sore itu begitu mempesona. Seperti biasa, aku selalu jatuh cinta dengan senja di tempat ini. Di kota yang aku bisa merasakan makna pulang, rumah dan segala kehangatannya.

Kadang hidup itu tidak selalu manis, juga tidak melulu pahit. Bergantian saja, berirama meski selalu berharap manis lebih sering menyapa ketimbang pahit.

Senja di ujung kota diantara siluet bangunan tua. Sedikit mistis, tapi itu yang selalu membuat pesona senja semakin sempurna.

Rumput hijau rapi laiknya permadani. Bunga-bunga bermekaran, kuning dan merah muda, menandakan musim mulai berganti. Hembusan angin menghampiri, mengantarkan bau harum bunga-bunga itu. Tutup mata kemudian menerimanya, menghirupnya pelan: sejuk, indah, dan....damai.

#Jakartamacetdanpanasss
#mindmapping
#mindsetting

26.10.14

Pernak-pernik Perempuan

Sejak remaja aku memiliki kulit yang selalu bermasalah, sampai sekarang. Entah itu jerawat atau gatal-gatal yang berbekas. Saat kulitku digaruk, maka langsung muncul bentol-bentol seperti saat orang kena ulat bulu. Di samping itu, saat bagian tertentu digaruk, maka gatalnya akan menyebar ke bagian yang lain dan lagi-lagi berbekas. Cukup merepotkan bukan?

Makanya, sejak remaja dulu, ibu rajin membawaku ke dokter kulit. Tidak boleh menggunakan kosmetik sembarangan, harus selalu dengan resep dokter.

Bosen dan tidak telaten, begitulah biasanya yang menjadi alasan. Aku tidak terlalu telaten menggunakan banyak treatment. Apalagi sekarang, saat para bayi menuntut perhatian lebih. Memilih yang minimal tapi berharap maksimal, maunya :p

Tapi tiba-tiba terinspirasi dari blog yang mengupas suatu produk kosmetik, mereviewnya tiap produk berdasarkan kelebihan dan kelemahannya.

Jadi sekarang aku coba menulisnya ya.

Untuk rangkaian toiletries, aku tidak ada pilihan khusus, biasanya malah mencoba berbagai merek, penasaran dengan bau maupun rasanya. Hasil? aku tidak terlalu peduli :p


Sedangkan untuk skin care penghalaujerawat aku pilih rangkaian dari Sariayu. Sayangnya hanya semangat saat beli, lebih sering tidak dipakainya, ribet!


Karena aku tidak telaten dengan ritual skin care dan mengingat kulitku yang sensitif dan bermasalah, aku mencoba untuk tetap bertahan dengan satu merek yang sesuai dengan kondisi kulit. Bukan maksud promosi (TBS harusnya say thanks to me :p), tapi saat ini aku merasa cocok dengan rangkaian produk-produk tea tree dari The Body Shop: skin lotion, night lotion, BB cream dan cleaning face wash. Meski baunya yang tidak terlalu enak (seperti bau jamu) tapi aku merasa produk-produk itu ringan di wajah. Hasilnya? yaaa, meski belum sesuai harapan, tapi setidaknya dengan rangkain produk ini, tingkat bermasalah kulit muka cenderung berkurang, 


Untuk parfum aku masih setia dengan pilihan: Charlie White dari Revlon dan Shea dari The Body Shop. Namun sekarang aku lebih sering pakai Shea. Aku merasa Shea itu aku banget. Parfum itu sangat personal. Di rumah, kantor atau mobile, aku adalah Shea.




Jadi, betapa ribetnya menjadi seorang perempuan ya? :p
btw, #proudtobewoman ^_^

No Free Lunch

Milton Friedman, salah seorang pemenang hadiah Nobel dalam bidang ekonomi adalah yang pertama kali menyampaikan pepatah “Tidak ada makan siang gratis”. Beliau adalah seorang ekonom pasar bebas dengan teori moneternya yang sangat berpengaruh pada masa pemerintahan Presiden Reagan dan Perdana Menteri Thatcher era 1980-an dan 1990-an. Friedman mempopulerkan frasa atau pepatah ini melalui bukunya yang terbit tahun 1975.

Dalam Bahasa Inggris, frasa ini dikenal dengan istilah "There Ain't No Such Thing As A Free Lunch" (atau kadang juga, "There's no such thing as a free lunch", dengan berbagai variasi). Frasa ini merupakan sebuah pepatah popular yang mengkomunikasikan ide bahwa tidak mungkin seseorang mendapatkan sesuatu tanpa berbuat apapaun, bahwa tidak ada sesuatu hal yang gratis. Seseorang, di suatu tempat, entah bagaimana, selalu akan membayar sesuatu yang didapatkannya tersebut.

TNSTAAFL, TANSTAAFL, dan TINSTAAFL adalah inisial yang biasa digunakan. Penggunaan frasa ini sebenarnya sudah ada di tahun 1930-an dan 1940-an, namun siapa yang terlebih dahulu menyampaikannya, tidak diketahui secara pasti. 

Kata-kata  "free lunch" dalam frasa ini, mengacu pada praktek yang lazim dilakukan di abad kesembilan belas di bar Amerika yang menawarkan "free lunch" (makan siang gratis) untuk menarik pelanggan minuman. Ungkapan dan akronimnya, merupakan titik sentral dari novel fiksi-ilmiah Robert Heinlein berjudul "The Moon Is a Harsh Mistress" yang terbit tahun 1966. Disinyalir, novel inilah yang membantu mempopulerkan frasa tersebut.

Dalam kondisi sekarang, prinsip ini biasa kita temui di tempat karoke, coffee bar dll. Kita tidak mendapatkan wifi atau suasana cafe secara gratis, tapi kita membayarnya melalui makanan atau minuman yang kita nikmati.

TRANSTAAFL, di sisi lain, menunjukkan pengakuan bahwa dalam kenyataannya seseorang atau masyarakat tidak bisa mendapatkan "sesuatu tanpa apa-apa". Bahkan jika sesuatu yang tampaknya bebas, selalu ada biaya atas beban orang lain atau masyarakat secara keseluruhan, meskipun mungkin biaya tersembunyi atau eksternalitas. Misalnya, seperti yang ditunjukkan oleh salah satu tokoh Heinlein, sebuah bar yang menawarkan makan siang gratis tampaknya akan membebankan biaya lebih didalam harga minumannya.
Campbell McConnell bahkan menulis bahwa frasa itu adalah "inti dari ilmu ekonomi". Disebutkan bahwa dalam ilmu ekonomi, segala sesuatu, mulai dari "waktu" sampai dengan "uang", adalah sumber daya. Untuk memperoleh "makan siang gratis", berarti harus mengorbankan sumber daya, "waktu", yang dapat digunakan di tempat lain. Jadi meskipun jika kita mendapatkan "makan siang gratis", kita akan tetap kehilangan sumber daya. 

TANSTAAFL menunjukkan biaya opportunitas, yang juga dikenal sebagai prinsip kelangkaan. Greg Mankiw menggambarkan konsep sebagai berikut: "Untuk mendapatkan satu hal yang kita sukai, kita biasanya harus mengorbankan sesuatu yang kita sukai. Membuat keputusan memerlukan pengorbanan dari satu sasaran dengan sasaran lain." 

Gagasan bahwa tidak ada makan siang gratis di tingkat masyarakat hanya berlaku ketika semua sumber daya yang digunakan benar-benar dan tepat, yaitu ketika efisiensi ekonomi berlaku. Jika tidak, "makan siang gratis" dapat dimiliki melalui pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien. Atau, seperti pendapat Fred Brooks, "Anda hanya bisa mendapatkan sesuatu tanpa apa-apa jika sebelumnya Anda telah mendapatkan apa-apa untuk sesuatu." 

Jika salah satu individu atau kelompok mendapatkan sesuatu tanpa biaya, orang lainlah yang akan membayarnya. Jika tampaknya tidak ada biaya langsung untuk setiap individu, maka ada biaya sosial yang menyertai.

Demikian pula, seseorang bisa mendapatkan keuntungan untuk "bebas" dari eksternalitas atau dari barang publik, tapi seseorang harus membayar biaya produksi manfaat ini.
Yang terpenting bagi kita untuk mengerti bahwa setiap pilihan melibatkan biaya. Tak ada yang gratis, tak ada yang dapat diperoleh tanpa pengorbanan, karena terdapat biaya tersembunyi yang harus diperhitungkan, baik dalam hal yang positif atau bahkan dalam cara yang negatif. 

Sebaik apapun sikap seseorang kepada orang lain, tidak mungkin tidak memiliki maksud tertentu. Jika seseorang memberikan sesuatu secara gratis, maka sudah pasti orang yang memberi tersebut memiliki maksud tertentu di balik pemberiannya. Kalau di negeri kita mungkin mirip dengan peribahasa "ada udang di balik batu". Kita memiliki maksud tertentu terhadap apa yang kita berikan kepada orang lain: materi, balas budi, pahala, dll.

Research grant, beasiswa, kerjasama atau apapun namanya yang dibungkus melalui foundation, yayasan atau CSR benarkah gratis? benarkah tidak ada hidden agenda di baliknya?

Saat Jokowi dan Prabowo masing-masing membentuk koalisi, mengklaim bahwa tidak ada persyaratan atau deal apapun dari pendukungnya, semua atas kesadaran demi kemajuan bangsa Indonesia. Benarkah adanya? Bagaimana dengan para relawan yang membantunya?. Kembali ke prinsip tadi, tidak ada makan siang gratis di dunia ini bukan?

Ungkapan ini kembali muncul saat Presiden Jokowi menerima kunjungan CEO Facebook Mark Zuckerberg. Presiden Jokowi mengaku belum mau menerima tawaran kerjasama dari pengusaha asal Amerika Serikat itu, akan dipelajari lebih lanjut. Dalam pertemua itu Zuckerberg menawarkan bantuan melalui internet.org yang diklaim nirlaba. 

Benarkah saat orang berniat atau berbuat baik itu tidak ada yang tulus. Seorang yang beragama mungkin memang tulus dan ikhlas tapi ujungnya berharap imbalan melalui pahala yang kelak akan diterimanya atau takut adanya siksa yang diterima jika tidak melakukannya. Jadi, tetap berujung pada frasa "tidak ada makan siang gratis" bukan?

Mencoba berkaca dan bertanya pada diri sendiri, “Adakah yang gratis kita berikan untuk orang lain?” tanpa imbalan entah itu materi, balas budi, pahala atau yang lainnya.

Sejarah TANSTAAFL disitasi dari sini


21.10.14

Perjalanan panjang manusia dimulai saat Allah SWT menciptakan manusia di alam ruh: Bukanlah Aku Tuhanmu? Ruh menjawab, betul kami bersaksi (QS: Al A'raaf 172). 

Selanjutnya Allah meniupkan ruh itu ke janin di dalam rahim ibu. Setelah 9 bulan, lahirlah manusia: seorang bayi, kemudian menjadi anak, tumbuh dewasa kemudian meninggal.

Namun, yang meninggal hanyalah jasad manusia, karena manusia sebagai makhluk ruh tetap hidup melanjutkan perjalanannya ke alam barzakh (QS: Al Baqarah 153, Ali Imran 169).

Kelak di hari kiamat akan dibangkitkan kembali ke tubuh yang baru (QS: Yasin 51-52) untuk melanjutkan perjalanan hidup di padang mahsyar dan dimintai pertanggungjawaban atas semua perbuatan selama di dunia. Setelah dihisab, kekal abadi di surga dan atau neraka sesuai amal ibadah masing-masing (QS: Al Baqarah 39 dan 82).

Begitulah jalan hidup manusia. Kita selau memohon dipanjangkan umur dengan hidup penuh barakah. Tetapi tiap manusia memiliki dan memegang penghidupannya masing-masing. Takdir sudah digariskan.

Hari ini satu tahun umur berkurang, tidak tahu berapa banyak umur yang ditakdirkan.
Berharap selalu mengingat lima perkara sebelum lima perkara: Masa muda sebelum tua; Masa luang sebelum masa sibuk; Masa sehat sebelum masa sakit; Masa kaya sebelum masa miskin; dan Masa hidup sebelum masa mati.

Menikmati hari-hari yang dimiliki: kemarin, kini dan nanti, bahwa hidup itu indah. Bersyukur sekali atas segala takdir hidup yang diberikan. Dan nikmat Tuhan manakah yang Engkau dustakan. Dengan ke’normal’an hidup yang kita miliki saat ini rasanya tidak layak untuk mengeluhkan hal-hal kecil yang bisa teratasi hanya dengan mengubah mindsetting: you know, you feel, and you choose atas takdir hidup saat ini dan takdir hidup yang akan datang.

Hanya berbekal keyakinan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Semoga semua dimudahkan dan dilapangkan segala jalan menuju takdir hidup yang baik: bahagia dunia akherat, amin.

5.10.14

Random


Fisika itu menjadi momok bagiku. Aku bahkan pernah mendapatkan nilai merah untuk mata pelajaran itu. Bagaimana aku akan menyenangi atau berusaha paham dengan rumus-rumus saat guru pengampu super galak, seolah hidup kita tergantung padanya. Sejak itu, ketidaksukaan sama Fisika semakin menjadi.

Namun, Takdir berkata lain, ternyata mendapatkan jodoh orang fisika, dan seringkali orang2 dengan latar belakang itu berkumpul di rumah.

Ada hal menarik saat mereka berbincang, aku coba mensarikan sebatas kemampuan yang ada, begini:
Kadangkala hidup itu polanya bersifat random seperti lintasan partikel dalam tinjauan kuantum. Kita tidak dapat memprediksi outcome dari hasil pengukurannya. Artinya, berbuat baik tidak musti berbuah kebaikan. Namun yg pasti, peluang berbuah kebaikan akan lebih banyak dibandingkan ketika tidak berbuat baik.

Dalam fisika kuantum, besaran2 tidak lagi deterministik (entahlah, apa artinya itu). Dipikir-pikir seperti itulah Tuhan mengatur hidup, selalu memberikan peluang campur tangan-Nya. Bahkan sepemahamanku, semua terjadi atas kehendak-Nya.

Yang bisa kita lakukan hanya memperbesar peluang itu agar sesuai dengan harapan. Tapi, apakah hasilnya akan benar2 sesuai harapan...itu yang tidak diketahui secara pasti. Inti dari ikhtiar kemudia tawakal.

Seperti ketidakpastian lintasan partikel dalam sudut pandang kuantum, banyak fenomena yang membuat kita tertegun. Seperti sulap. Bahkan Richard Fynman berkata "I would safely say that nobody understand quantum physics". Ekspertis saja berkata demikian. Namun, kadangkala [banyak] orang dengan sombongnya berkata, aku tahu ini, aku paham itu, seolah tidak ada orang lain yang tahu atau paham hal yang sama. Manusiawi: hanya melihat permukaan tapi tidak pernah menengok esensi. Pilihan.

Jalan hidup atau takdir itu prosesnya cukup stokastik namun memiliki korelasi yang sangat komplek. Ada relasi antara satu dan yang lainnya: keterkaitan.

Yang kita bisa lakukan adalah ikhtiar, memperbanyak peluang kebaikan. Hasil akhirnya seperti proses dalam fisika kuantum: unpredictable. Penentu akhir dari segala ikhtiar ada di kehendak-Nya.
Sedang menghitung dan evaluasi diri: kenapa begini kenapa begitu.

Bolehkah kita bayar tunai: kebaikan dibalas kebaikan, kejahatan dibalas kejahatan? Dengan berlindung pada kata "manusiawi" agar tetap berdiri tegak dengan harga diri. Membalas kejahatan dengan kebaikan. Seyoyanya, demikian khutbah id tadi pagi. Namun susah sekali, seperti berniat vegetarian di saat kiriman daging kurban melimpah. Tapi tetap bukan hal mustahil.

Mengutip Gus Mus:
IKHLAS itu tidak sulit, tapi berat, karena menuntut melepaskan PAMRIH. Semoga Allah Swt menganugerahi kita semua kecerdasan untuk memahami firman dan ayat2-Nya, amin.

Gambar diambil dari sini

15.9.14

Hotel King

Oke, baiklah.....daripada curcol melulu, lebih baik menulis hal-hal ringan dan menyenangkan seperti menulis review drama Korea yang sudah lama tidak aku lakukan.


Hotel King
The reason I never get bored following this drama from the very beginning though I know 32 episodes are way too long for K-drama. The plot of the drama is very interesting, full of suspense & surprises.

Salah satu alasan menonton K-drama ini tentu saja karena Lee Dong Wook menjadi aktor utamanya. Salah satu aktor favarit atau terfavorit. Pertama kali berkenalan sama LDW saat dia main di Scent of Woman, dan drama ini menjadi salah satu drama favorit sepanjang masa selain World Within dan Full House, berdasarkan penilaianku tentu saja.

LDW telah main di banyak drama dan movie, tapi menurutku baru dua drama ini yang paling pas untuknya: Scent of Woman dan Hotel King. Lagi-lagi tentu saja berdasarkan penilaianku. 

Saat main di HK, LDW juga sedang melakukan airing Roomate, variety show tentang beberapa pesohor dari berbagai latar belakang profesi yang tinggal bersama dalam satu rumah. 

LDW di HK dan LDW di RM sangat-sangat berbeda. Di HK, LDW menjadi Cha Jae Wan, sosok yang super serius, pendiam dan cool. Sedangkan di RM, LDW menjadi dirinya sendiri yang ceria dan suka membantu orang lain: keluarga dan temannya.

Baik, cukup cerita untuk LDW. Kembali ke HK.
Sebuah kisah klasik K-drama. Drama percintaan antara pewaris tunggal sebuah hotel terkenal dengan general manager yang diselingi dengan berbagai intrik dan pembalasan dendam.

Ssstt...tiba-tiba aku kehilangan minat untuk menceritakan jalan cerita drama ini >_<

Intinya adalah ini salah satu drama terbaik dari LDW dan juga Lee Da Hae. Chemistry keduanya di drama ini kentara sekali, seperti couple di dunia nyata alias tidak akting.

Akting keduanya di HK memang perlu diacungi jempol, makin dewasa seiring bertambahnya usia.

12.9.14

Gunung, hutan, angin, alam.
Gaung, gemericik, semilir, cemas, sedu sedan, gegap gembira. Sepi.
Bersatu dalam rasa yang sama: Damai.
Siapa kita? Hanya butiran saja. Seperti tak berarti.
Berharap meski sebutir, bermakna.
Berharap berjejak kebaikan untuk kemarin, kini dan nanti.

"Inilah ketentraman? hutan kecil: jalan setapak yg berbelit, matahari yg berteduh di bawah bunga2, ricik air yg membuat tiap jawaban tertunda" (@SapardiDjoko_ID)

10.9.14

Hidup itu indah dan sederhana, anggap saja demikian. Jangan dianggap rumit. Kalau dibuat rumit, khawatirnya malah tidak mampu dan akhirnya memberatkan diri sendiri.

Akhir-akhir teramat sensi ketika menghadapi sesuatu. Rasanya ada yang tidak pas, tapi ketika (akan) mengemukakannya, ada rasa yang tidak enak: di sini dan di sana. Jadi, lebih baik diam saja sambil mengolah sendiri mana yang bisa diteruskan dan mana yang harus dihentikan.

Masukan dan kritikan itu sangat penting, untuk kemajuan dan perbaikan ke depan, tapi kadang ada beberapa hal yang perlu di-skip, tak perlu semua dituruti apalagi dipikirkan. Apalagi masukan yang [kadang] mengabaikan etika, simpati dan empati. Kita yang berhak menentukan, tentu saja berpatokan pada hati nurani.

Apapun itu, hati nurani tidak akan pernah berbohong. Dia akan berkata dan menjawab dengan sebenarnya, tanpa dikurangi atau dilebihkan. Setuju?

Cibinong, 10 Sept 2014 Jelang Sore.

Gambar dari sini

9.9.14

Aku tidak menyangka bahwa hidup akan berubah sejak saat itu.

6.9.14

Cinta itu

Cinta itu indah, meski kadang menyakitkan, tapi menjalaninya tak semudah dan semanis di dongeng". 

"Hidup itu pilihan, kita sendiri yang menentukan kemana arah hidup kita, tapi kalau cinta? Cinta tidak bisa memilih, apalagi dipaksakan". 

"Kenapa Tuhan tidak menciptakan manusia secara sempurna? karena Tuhan menciptakan manusia lain yang akan menjadi pasangan hidup untuk mengisi bagian yang tidak sempurna itu, agar melebur menjadi satu bagian yang tak terpisahkan, mengisi kekurangan satu sama lain, sehingga menjadi sesuatu yang utuh, yang sempurna". 

Akhir-akhir ini turut menyaksikan kebahagiaan dari langkah awal sebuah kehidupan menggenapkan separo agama yang biasa disebut dengan akad nikah.

Selalu menyenangkan saat melihat pasangan yang baru menikah: mimik dan semua gesturenya menyiratkan sebuah kebahagiaan tiada berbatas. Wajah mereka dengan riasan semakin cantik dan tampan karena aura kebahagiaan yang terpancar. Kita seolah tersihir turut merasakan aura kebahagiaan mereka, hati kita pun menjadi hangat, bahagia terasa.

Cinta mereka terestui. Berjodoh seakan seperti 'tumbu' bertemu dengan tutupnya, sangat pas dan serasi.  Bukan hanya cinta, namun juga bibit, bebet dan bobot melatarbelakangi. Sekufu, apapun itu.

Mari kita mengambil hikmah dari suatu kejadian atau peristiwa meski itu hanyalah suatu hal yang sangat kecil, yang mungkin tidak berarti dan dianggap remeh bagi bagi orang lain. Tetapi siapa yang akan menganggap remeh dari suatu kejadian yang berasal dari kata yang namanya c i n t a.

Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi

Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Erich Fromm dalam buku larisnya (The art of loving) menyatakan bahwa ke empat gejala: Care, Responsibility, Respect, Knowledge (CRRK), muncul semua secara seimbang dalam pribadi yang mencintai. 

Omong kosong jika seseorang mengatakan mencintai anak tetapi tak pernah mengasuh dan tak ada tanggungjawab pada si anak. 

Dari definisi itu terlihat bahwa cinta seharusnya symbiotic mutualism. Saling mempengaruhi, saling memberi manfaat, berdampak positif serta memberi keuntungan satu sama lain. Kalau tidak, cinta itu berarti tidak seimbang. Ada salah satu pihak yang dirugikan dan harus menanggung ketidakbahagiaan.

Ada banyak jenis cinta. Cinta berada di seluruh semua kebudayaan manusia. Oleh karena perbedaan kebudayaan ini, maka pendefinisian dari cinta pun sulit ditetapkan. Lihat hipotesis Sapir-Whorf.

Cinta adalah perasaan istimewa yang dianugerahkan kepada manusia. Cinta menghidupkan jiwa. Cinta menjadikan seseorang bahagia dan merana pada masa yang sama. Oleh karena itu syukuri dan nikmatilah cinta tersebut. Saat kita bahagia karena cinta, nikmatilah! pun saat kita merana karena cinta :p

Namun, demi cinta, orang bisa mengorbankan diri sendiri bahkan orang-orang di sekitarnya.

Salut untuk orang-orang yang berani mengorbankan diri untuk cinta. Meski harus berkorban, merasakan ketidaknyamanan dan menanggungnya. 

Yes, because I love him/her, kata-kata seperti itu tenyata masih ada di zaman serba hedonis ini (Cinta buta). Saat orang lain lebih memilih cinta hasil hitungan: I love him/her because money, social status, bibit bebet dan bobot, dll. (cinta hasil hitungan secara logis).

Demi cinta mereka berani menolak berbagai kenyamanan yang ditawarkan: status, harta, pesona, kehidupan sosial, dll. Benarlah adanya, kalau sudah cinta, tai kucing bisa berasa coklat (huek :p)

Ada orang yang sangat susah jatuh cinta dengan orang lain. Tetapi di lain pihak ada orang yang dengan mudahnya jatuh cinta. 

Bersyukurlah orang yang memiliki cinta, perasaan itu. Bergembiralah karena hidup akan lebih berwarna ketika ada cinta.

Namun bagaimanapun harus tetap logis, memperhitungkan segala sesuatunya ketika memilih maupun melepaskan cinta. Tidak selamanya cinta buta -Yes, because I love him/her- itu indah. Ada banyak aral yang melintang. 

Kalau memang sanggup menanggung semua ketidaknyamanan yang timbul kala memilih cinta yang tidak direstui, kenapa tidak? Buktikan bahwa dengan cinta itu membuahkan kebahagiaan.

Namun kalau memang tidak sanggup, lepaskanlah. Biarlah di hati tetap tersimpan perasaan cinta itu untuk dikenang dan diingat suatu saat [tidak setiap saat]. Menjalani hidup realistis sesuai dengan penghidupan yang ditawarkan sekarang.

Beranilah berkata ya atau tidak sesuai hati nurani karena hati kecil tidak akan pernah berbohong.

Apapun itu, untuk yang baru menikah atau sudah menikah lama, Barakallahulaka wa baarakallahu 'alaika, wa jama'a bainakuma fii khaiir, amin.. 

5.9.14

Asa

Kafe dengan desain minimalis modern itu mulai ramai. Orang-orang duduk bergerombol dengan kelompoknya, asyik dengan obrolan masing-masing. 

Seperti biasa, hari kelima di akhir pekan kafe ini selalu ramai, penuh. Mungkin orang-orang sengaja mengulur kepulangannya untuk sejenak me time bersama teman atau rekan. Mungkin juga untuk mengulur waktu agar tidak terjebak dengan kemacetan yang semakin menggila, yang menjadi kebiasaan kota ini.

Aku melihat kamu sudah duduk di sudut. Segelas orange juice masih utuh seolah belum tersentuh olehmu. Pandanganmu menerawang menatap orang-orang yang lalu lalang di depan kafe yang hanya dibatasi dengan kaca tembus pandang. Aku yakin, kamu pasti sedang memikirkan dan berandai-andai dengan kehidupan macam apa yang terjadi pada orang-orang yang kamu lihat di depanmu itu. Saat kamu melihat seorang bapak yang bergegas mengejar bus kota, kamu berpikir, bapak itu pasti buru-buru pulang karena sudah ditunggu istri dan anaknya di rumah. Bapak itu tidak sabar bertemu dengan keluarganya untuk merengkuh manisnya kehidupan setelah berpenat dalam aktivitas kerja. Saat lain, saat kamu melihat seorang pemuda berjalan bersisihan dengan seorang gadis sambil mengandeng tanggannya, kamu melihat kebahagiaan dari mereka. Kebahagiaan dicintai, dilindungi, pun sebaliknya, kebahagiaan mencintai dan melindungi. Tiba-tiba kamu tersenyum. Aku menduga, kamu pasti ingat masa itu. Masa saat kamu tiba-tiba datang untuk meminta pendapatku tentang suatu kasus, tugas kuliah yang seolah tidak ada habisnya.

Aku tahu persis dengan kebiasaanmu itu, kebiasaaan menduga-duga dengan kehidupan yang terjadi pada orang-orang yang kamu lihat. Aku hapal. Dulu, kadang kamu menceritakan tentang perandainmu itu. Saat itu aku sering melihat kamu mengamati seseorang dengan seksama sambil tersenyum, itu menandakan bahwa orang itu memiliki kehidupan yang bahagia di perandaianmu. Namun, kadang dahimu berkerut, nafasmu menghela, seolah berat nian kehidupan seseorang yang kamu amati itu.

Ternyata aku terlalu asyik mengamatimu, saat tiba-tiba pelayan itu mengagetkanku dengan sapaan. Oh, aku tersenyum dan menjawab dengan sopan tawaran pelayan itu. 

Sambil melambaikan tangan, aku beranjak mendekati kamu yang masih asyik menerawang mengamati orang-orang yang lalu lalang. 

"Hi, maaf, terlalu lama menungguku"

Kamu tersenyum menyambutku. Mempersilahkan aku untuk duduk di kursi yang kosong, seolah memang dipersiapkan untukku. Sekarang aku benar-benar menghadapmu, menikmati keindahan rona wajahmu. Seolah mengalami dejavu, ingatanku mengembara ke beberapa tahun silam. Situasi seperti saat ini biasa kita alami, dulu. Tiba-tiba muncul perasaan yang sama seperti beberapa tahun lalu. Segera aku menghelanya.

Kamu mengambil orange juice itu dan mulai meneguknya pelan. Tanganmu melambai ke arah pelayan yang berdiri di sudut.

"Kamu pesan apa?  Aku pesan hot moccacinno dan tuna puff saja, Kamu mau pesan apalagi?"
"Kamu masih saja memadukan manis dan asin. Aku pesan cappucino dengan vanila latte" kataku kepada pelayan kafe.

Pelayan itu mencatat, mengulang pesanan kami dan segera berlalu.

"Sejak kapan kamu minum kopi. Dulu kamu penggemar teh dan tidak menyukai kopi, apapun jenis kopi itu" tanyaku heran
"Sejak aku pindah di kota ini. Sekarang aku peminum kopi juga masih peminum teh. Jabwabmu ringan, sambil menyibakkan rambut indahmu ke belakang, cantik, indah.

"Hi, Bagaimana kabarmu?" tanyamu tiba-tiba.
"Kamu lihat aku. Sehat, tidak kurang suatu apa" jawabku sambil tersenyum.

Kamu mengangguk, kemudian menyeruput hot moccacinno dengan pelan, lalu memandangku, "Bagaimana dengan pekerjaan dan keluargamu?"

Dengan susah payah aku menata hati yang tiba-tiba bergolak.

"Pekerjaanku baik. Area kerjaku bertambah luas. Sekarang aku menangani wilayah Asia Pasifik. Istriku masih sekolah di kota yang sama, biarlah dia menimba ilmu sebanyak-banyaknya buat bekal mendidik anak-anak kelak. Kehamilannya memasuki minggu ke 20. Mohon doanya semoga dia dan bayinya sehat selalu"

Matamu berbinar mendengar ceritaku. Namun tiba-tiba redup. Kamu kembali mengaduk cappucino seolah menghindari tatapan mataku.

"Bagaimana denganmu?. Aku dengar kamu baru dipromosikan. Selamat ya. Aku sudah menduganya, pasti karirmu akan cemerlang di perusahaan itu. Selangkah lagi, kamu pasti akan menduduki posisi puncak."

Kamu tersenyum kemudian kembali mengaduk cappucino yang tinggal separo.

"Bagaimana dengan dia?" tanyaku.

serasa enggan, kamu menjawabnya "Baik dan sehat semakin sibuk dengan klien-kliennya. Maklum, negeri ini makin butuh jasa penasehat hukum seperti dia"

"Sepertinya dia makin terkenal. Meski tinggal di negara lain, tapi aku sering melihat dia di beberapa media televisi nasional"

"Iya, sekarang dia membantu menangani berbagai kasus yang menimpa orang-orang itu. Kamu tahu sendiri kan, kasus-kasus itu seolah tidak berujung, entah sampai kapan akan berhenti."

"Tapi aku percaya dia. Aku ingat betul bagaimana idealisme dia dulu di kampus. Aku tidak meragukannya"

"Semoga. Aku juga selalu berharap keadaan, kondisi dan lingkungan tidak mengubahnya"

Senyap. Aku dan kamu dengan pikiran masing-masing.
"Jadi, kapan hari bahagia itu tiba?" tanyaku hati-hati

"Entahlah" jawabmu sambil mengangkat bahu dan tersenyum tidak tulus.

"Kalian jangan terlalu memikirkan orang lain, berkutat dengan pekerjaan yang tiada habisnya. Sudah saatnya kalian memikirkan kehidupan diri sendiri, menggapai kebahagiaan pribadi", kataku menasehati sok tua.

Hening, kembali senyap.

"Aku tidak berani memikirkannya"

"Kenapa? kamu sudah harus memikirkannya"

"Iya, aku selalu memikirkannya. tapi tidak dengan dia"

"Kamu harus selalu mengingatkannya"

"Aku tidak berani"

"kenapa?"

"Dia selalu mengelaknya dengan dalih kesibukannnya yang semakin menggila"

"Sampai kapan?" tanyaku menuntut.

"Entahlah", jawabanmu lirih

"Bagaimana dengan keluarganya. Aku tahu, kalian bersama sudah sejak lama. Sejak aku mulai meninggalkan kota ini"

"Ya. Keluarganya juga sudah angkat tangan. Tidak tahu bagaimana lagi menanyakan tentang hal itu kepadanya. Sepertinya mereka sudah menyerah"

"Bagaimana dengan keluargamu?"

"Aku malu untuk pulang. Takut lebih tepatnya. Aku takut dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Orangtuaku sangat menyadarinya tapi tidak dengan keluarga besar"

Kembali hening.
"Sampai kapan kamu akan terus bertahan?"

"Entahlah, aku tidak tahu"

"Aku paham betul dirimu. Kecerdasanmu, ketajaman analisamu, kepiawaianmu bernego, dan kemampuanmu mempengaruhi orang lain. Ada apa dengan dirimu?"

Kamu menghela nafas panjang. Lagi-lagi mengaduk cappucinomu yang mulai mendingin.

"Kenapa kamu tidak bersikap tegas?"

"Aku tidak tidak bisa"

"Bohong. Bagaimana kamu mengelola timmu kalau kamu tidak bisa bersikap tegas"

"Aku tidak bisa tegas terhadapnya"

"Kenapa?"

"Aku takut kehilangannya. Aku takut kesepian"

"Apakah dia selalu menemani di hari-harimu"

"Tidak"

"Jadi, kamu juga sudah terbiasa kesepian, apalagi yang kamu takutkan?"

"Aku takut kehilangan perasaan itu. Perasaan saat dia membutuhkanku"

"Saat kapan?"

"Saat dia mulai kehilangan arah dalam pekerjaannya"

"Apakah itu sering"

"Kadang ya, kadang tidak"

"Apakah dia selalu ada saat kamu membutuhkannya?"

"Tidak"

"Oh La.. ada apa dengamu? Seharusnya take and give. Bukan hanya memberi saja.

"Aku tahu. Cinta bukan mencari pasangan yang sempurna. Tetapi menerima pasangan kita dengan sempurna"

"Itu kalau sama-sama. Bukan sepihak"

"Aku anggap sama-sama dengan selalu berharap hari itu akan tiba. Asa itu kelihatannya terlalu mahal buatku. Tapi aku yakin, suatu saat akan tiba"

Aku menatapmu iba. Andaikan waktu bisa berputar. Oh tidak, buru2 aku menghelanya. Takdir sudah digariskan. Kehidupan sudah digariskan.
"Aku berharap kamu dapat bahagia hanya dengan asamu itu"

"Kenapa kamu menjadi sinis?", Kamu menatapku tajam, kemudian membuang pandangan ke arah luar cafe.

"Tidak. Aku hanya menghormati dan salut dengan keteguhannmu"

"Ya, setidaknya aku masih sanggup menjalaninya sampai saat ini. Entah nanti", jawabmu lirih, tanpa mengalihkan pandangan dari luar cafe.

Hari semakin larut. Jalanan mulai lenggang. Sudah saatnya aku mengantarkan kamu pulang. Dia yang berjanji akan datang, ternyata tidak juga muncul. Dia sudah benar-benar berubah, tidak sekomitmen dulu. Ya, aku mulai meragukannya, sahabatku dulu yang sangat aku percaya.