Bangsa Indonesia sedang merasakan euphoria hajatan pemilihan presiden: No 1 dan No 2. Setiap warga negara berhak menentukan pilihannya masing-masing. Namun yang disayangkan adalah adanya fitnah keji atas kelompok tertentu atau tokoh tertentu. Miris.
Dunia maya terutama social media ramai tiada terkira. Banyak pihak yang menyusun fitnah melalui berita dan pemahaman yang sepotong-sepotong, anehnya banyak orang yang karena preferensi kepada pilihannya turut menyebarkan fitnah atau berita tersebut tanpa mengecek kebenarannya.
Astagfirullah. Jika berita itu tidak benar dan menjadi fitnah, kita turut menanggungnya karena menyebarkannya melalui media yang kita miliki. Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan memang benar adanya. Bagaimana jika posisi itu terjadi pada diri kita sementara kita tidak memiliki kesempatan untuk membela diri. Naudzubillah.
Siapa kita. Sudahkan kita instropeksi diri: seberapa luas ilmu kita terhadap suatu hal, seberapa banyak pengetahuan kita terhadap orang/tokoh tertentu. Bisa jadi keutamaan beliau/mereka lebih tinggi dari pada kita.
Gusti Allah, mohon jauhkanlah kami dari mereka yang merasa bisa mengganti-Mu, mampu mengetahui persis dan menilai iman dan islam orang lain.
Sebarkan kebaikan walau satu ayatpun. Alirkan energi positif ke segala penjuru. Amar ma'ruf nahi munkar. Jika memang berniat nahi munkar, dengan menyebarkan berita buruk yang memang layak disebarkan, pastikan ilmu dan pengetahuan kita terhadap hal itu cukup, jamin dan pastikan bahwa berita itu memang layak disebarkan. Jika ragu, kendalikan diri.
Belajar, memperkaya diri dengan ilmu. Belajar itu tidak mudah dan instan. Banyak tahapan yang harus dilalui. Bagaimana kita bisa memahami akan suatu hal kalau hanya berdasarkan informasi yang sepotong-sepotong. Hendaknya tidak menerima informasi secara mentah: baca, pikirkan dan belajar, baru menyimpulkan langkah apa yang sebaiknya dilakukan. Jangan hanya sekedar ikut-ikutan.
Kehidupan bersifat dinamis, banyak hal yang tak terduga terjadi. Diperlukan banyak untuk menghadapi perubahan tersebut, terutama bekal ilmu dan pengetahuan. Oleh karena itu, mari terus membaca, mari terus belajar!.
---
Akhir Ramadhan 1235 H.
No comments:
Post a Comment