Sedang
galau tingkat dewa dan akhirnya menjadi lebay setengah mati. Galau tentang apa?
Tentu saja tentang tugas akhir yang rasanya tak pernah berakhir, tak tahu
ujungnya ada di mana.
Kebetulan
quota pembimbing yang aku mau, penuh. Akhirnya mendapatkan pembimbing yang
dimaui juga sih. Hanya saja ketika kemalasan setingkat dewa ini muncul, proses
tugas akhir mandeg, semandegnya. Jikalau tetap dengan pembimbing berkouta penuh
itu, sepertinya aku tidak akan sempat untuk merasakan malas-semalasnya. Pembimbing
ini tipikal pengejar, jadi mau tak mau sebagai bimbingannya selalu merasa
terkejar dan akhirnya lari terus menerus agar tidak merasa dikejar-kejar dan sampai akhirnya tanpa terasa sampai batas finish.
Nah,
pembimbing sekarang ini lumayan santai, tapi super teliti, salut untuk beliau
ini. Semoga amal beliau membimbing manuasia-manusia bimbingan ini mendapatkan
balasan yang setimpal dari Allah SWT, amin.
Tepatnya bukan santai sih, tapi bukan tipe
pengejar. Menyerahkan sepenuhnya kepada kita, manusia-manusia yang pemalas,
yang ketika menemukan kebuntuan akhirnya menyerah, bukan terus mengejar dan
belajar untuk mencari solusi agar kebuntuan terurai namun malah berhenti, dan berpikir, “saya rehat sebentar dari tugas akhir yang terasa tidak berakhir ini,
untuk sekedar rehat sejenak tak memikirkannya”. Namun yang ada, rehat ini bukan
hanya sejenak namun berjenak-jenak menghabiskan waktu yang ada tanpa ada progress
yang berarti. Demi masa, betapa meruginya manusia bimbingan ini.
Oke.
Demi tidak merugi, mari kita akhiri rehat sejenak yang sangat enak ini. Mari kita
mulai berjibaku lagi dengan SEM dan teman-temannya agar garis finish segera
terlihat nyata di depan mata. Bismillah!
No comments:
Post a Comment