5.9.13

Cara Menghadapi Bullying di Kantor

Hahaha...
Tertawa geli membaca artikel yang aku ambil dari sini, secara kadang mengalaminya juga ^_^ 

Cara Menghadapi Bullying Di Kantor

Terkadang, tempat kerja bisa berubah menjadi sebuah sekolah yang penuh pertengkaran, gosip, dan kumpulan orang-orang yang pasif agresif. Tidak jarang, bullying pun masih ditemukan di dunia pekerjaan.

Lantas jika Anda terjebak dalam situasi tersebut, apa yang harus dilakukan? Coba simak cara menghadapi bullying di kantor seperti yang dilansir dari US News berikut ini.

Melihat situasi
Jika Anda melihat salah satu teman kerja yang terlihat seperti dibully, jangan langsung ikut campur. Sebab terkadang teman kerja yang sering digoda belum tentu dibully. Lebih baik lihat situasi terlebih dahulu baru kemudian bertindak.

Jangan sampai jadi target
Jadilah pegawai yang ramah namun profesional. Jika merasa tengah dibully, sebaiknya tetap tenang dan berusaha untuk tegar. Jangan takut untuk melawan terutama jika Anda merasa bahwa Anda tidak melakukan kesalahan.

Mengumpulkan bukti
Bukti bullying penting untuk dikumpulkan. Terutama jika kasus bullying sudah sangat parah dan bukan cuma sekadar masalah adu mulut, tetapi juga fisik. Bukti bullying nanti bisa dimanfaatkan untuk menuntut balik si pelaku.

Melibatkan atasan
Entah Anda atau teman kerja yang dibully, terkadang cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan melibatkan atasan. Jelaskan situasi yang terjadi, siapa tahu bos punya jalan keluar terbaik untuk bersama. Kalau bos yang membully gimana? hihihi

Pindah
Bullying merusak kesehatan fisik, mental, dan emosional. Jika kasus tersebut sudah sangat parah dan bahkan atasan tidak mampu menyelesaikan, lebih baik pindah saja ke tempat kerja yang baru.

Itulah cara menghadapi bullying di kantor. Semoga Anda bukan termasuk korban maupun pelaku dari bullying di mana pun Anda berada.

Ya...trik dan tips itu bisa diterapkan. Tapi emang ada ya dunia kerja sampai sebegitu kerasnya. Aku pikir, dunia kerja adalah dunia profesional, kumpulan orang-orang dewasa yang dapat membedakan salah dan benar, yang memiliki logika dan memahami etika.

Aku pikir semua permasalahan dalam dunia kerja -perkumpulan orang-orang dewasa- dapat diselesaikan secara dewasa pula, melalui diskusi dan semacamnya.
Hari giniii...masih ada yang menggunakan otoritas dan cara diktator sepertinya sudah sangat ketinggalan jaman.

Entahlah...kalaupun memang terjadi, kita tidak perlu terlalu fokus dengan permasalahan itu, toh masih ada kotak-kotak yang lain dalam hidup kita yang bisa dan perlu mendapatkan perhatian.
Seperti yang selalu aku bilang, hidup kita perlu dibagi-bagi dalam beberapa kotak agar lebih dinamis dan berwarna: kotak pribadi, kotak sosial, kotak profesional, dll. 

Banyak cara agar kotak-kotak tersebut terisi dan menarik. Jadi, kalau satu kotak dirasa tidak menarik, kita bisa membuatnya jadi lebih menarik atau bisa juga membuat kotak-kotak lain juga lebih menarik.
Segala pilihan hidup kita memiliki konsekuensi, tinggal bagaimana kita mensikapi dan menghadapinya.

Apapun dikendalikan oleh diri sendiri, oleh hati. Apapun yang dimiliki dalam hati akan menarik hari esok. Bahagia menarik lebih banyak kebahagiaan. Damai menarik lebih banyak kedamaian dan syukur menarik lebih banyak rasa syukur.

Jadi, jangan terlalu dianggap rumit, anggap saja hidup itu indah dan sederhana. Begitu? ^_^

Gambar diambil dari sini

No comments: