
Ada seorang teman yang bercerita bahwa sekarang dia sedang mempunyai hubungan yang buruk dengan sahabatnya. Padahal mereka bersahabat sejak lama. Layaknya seorang sahabat, hubungan mereka sudah melebihi saudara.
Teman ini bahkan sudah mengambil keputusan dan mengeksekusi bahwa mulai saat ini, dia hanya berteman dengan sahabatnya tersebut, hanya berteman tidak lebih.
Ada rasa gelo mendengar cerita itu, mengingat aku tahu hubungan kedua sahabat tersebut waktu dulu dan belakangan ini. Namun, kalau memang masing-masing nyaman dengan hanya berteman kenapa tidak? kenapa harus dipaksakan?
Aku juga pernah mengalaminya. Aku tidak akan pernah memutus silaturhami dengan seorang sahabat/teman kecuali sahabat/teman itu menginginkannya. Kalau sudah begitu kenapa juga aku mengiba-iba dan memohon-mohon untuk tetap menjadi sahabat/temannya. Ini prinsip, seperti yang pernah aku tulis di sini.
Seperti lagu sahabat milik Audi dan Nidji aja. Yup! memang betul, seperti itulah sahabat. Sahabat adalah seorang yang sangat dekat dengan kita, dan selalu ada saat kita dalam keadaan suka maupun duka, pun sebaliknya. Seseorang yang dekat tanpa tujuan ataupun pamrih apalagi hidden interest. Sahabat, dimana kita akan selalu nyaman cerita apa saja dengan dia.
Prinsipnya adalah: aku tidak akan mendelete seorang sahabat/teman kecuali dia sendiri yang meminta dan mengharuskan (implisit tentunya) untuk didelete, contohnya:
Prinsipnya adalah: aku tidak akan mendelete seorang sahabat/teman kecuali dia sendiri yang meminta dan mengharuskan (implisit tentunya) untuk didelete, contohnya:
- Teman yang (selalu) menyakiti hati baik melalui ucapan ataupun tulisan, baik disengaja maupun tidak (via telp, sms, email , dll). Teman seperti ini tidak perlu dipertahankan. Hanya membuat sedih T_T
- Teman yang menjauh dari kita, padahal kita sudah berusaha selalu menjaga silaturahmi. Kenapa menjauh? Mungkin karena sudah beda kelas, beda lifestyle, atau ada miscommunication (ini yang mungkin perlu diluruskan) atau memang karena sudah tidak ada kecocokan lagi (halah, seperti artis mau cerai saja) o_O
- Teman yang memiliki hidden interest terhadap kita. Ada pamrih di balik niat pertemanan. Teman makan teman, hi.. be aware!.
- Teman yang mau berteman dengan kita hanya karena mau menawarkan dagangannya. Komunikasi yang terjalin melulu diisi dengan tawaran dagangannya, apabila kita membelokkan ke topik lain, dia ini akan kembali ke topik dagangan. Nah, aku tidak mentolerir teman yang seperti ini, maaf ya ^_* V
Terkadang kita sulit mengetahui apakah seseorang benar-benar merupakan teman sejati/sahabat, teman kepentingan atau hanya berpura-pura menjadi teman.
David J. Lieberman dalam bukunya Get Anyone to Do Anything: Never Feel Powerless - with Psychological Secrets to Control and Influence Every Situation menberikan enam tes penting untuk mengetahui apakah seseorang itu adalah sahabat/teman sejati:
1. Perhatian
Seberapa perhatian dia pada kehidupan kita? Katakan padanya hal penting yang terjadi dalam hidup kita dan lihatlah apakah dia mencari tahu lebih jauh. Jika dia tidak melakukannya, hubungi dia dan lihatlah apakah dia menyinggungnya. Jika ternyata dia tidak menyinggungnya, berilah dia isyarat dan lihatlah apakah dia masih ingat tentang percakapan tentang hal itu sebelumnya. Kalau ternyata tidak ingat juga, Aduh...cape deh! Pertemanan harus dikaji ulang.
2. Kesetiaan
Seorang teman sejati mengetahui arti kepercayaan dalam sebuah hubungan. Tidak ada teman sejati yang mengkhianati kita, melakukan hal-hal yang merugikan kita. Musuh dalam selimut!
3. Kebanggaan
Banyak orang yang bersedia "menghibur" tatkala kenyataan membelakangi apa yang kita harapkan. Tetapi, ternyata lebih sulit menemukan orang yang mengucapkan selamat kepada kita tatkala segalanya berjalan sesuai dengan harapan kita. Jadi, kalau kita sukses/berhasil teman sejati akan ikut merasa bangga bukan sebaliknya. Kadang sifat manusiawi muncul: saat rumput tetangga lebih hijau, saat nasib hidup tak lagi sama ^_^
4. Kejujuran
Teman sejati adalah teman yang mau memberitahukan hal-hal yang tidak ingin kita dengar, tetapi sebenarnya hal itu sangat menghambat perkembangan kita ke arah kebaikan. Teman yang memberikan kritikan sekaligus solusi, ataupun hanya sekedar menyampaikan sisi lain dari suatu kejadian/tindakan namun justru membuat mata (hati) kita terbuka.
5. Penghargaan
Ceritakan sesuatu kepada seorang teman dan lihatlah apakah dia akan mendesak kepada kita untuk menceritakannya lebih lanjut, sementara kita tidak mau menceritakannya. Dari situ kita bisa melihat perbedaanya antara rasa ingin tahu dan perhatian. Jika dia terus mendesak berarti dia tidak menghargai kita. KEPO :p
6. Pengorbanan
Apakah dia mau mengorbankan sesuatu jika hal ini bisa membuat kita senang? Relakah dia mengorbankan kesenangannya sendiri untuk kebahagiaan kita dan apakah arti dari 'kompromi" menurut dia. Kita sendiri mau tidak? ^_^
Jika seorang teman kita lulus 4 dari 6 tes itu, maka alhamdulillah kita mendapatkan teman yang baik (meski bukan sejati). Jika hanya lulus 3 atau kurang, kaji ulanglah. Kita bisa membuat kesimpulan/sikap dalam melanjutkan hubungan tersebut.
Seberapa perhatian dia pada kehidupan kita? Katakan padanya hal penting yang terjadi dalam hidup kita dan lihatlah apakah dia mencari tahu lebih jauh. Jika dia tidak melakukannya, hubungi dia dan lihatlah apakah dia menyinggungnya. Jika ternyata dia tidak menyinggungnya, berilah dia isyarat dan lihatlah apakah dia masih ingat tentang percakapan tentang hal itu sebelumnya. Kalau ternyata tidak ingat juga, Aduh...cape deh! Pertemanan harus dikaji ulang.
2. Kesetiaan
Seorang teman sejati mengetahui arti kepercayaan dalam sebuah hubungan. Tidak ada teman sejati yang mengkhianati kita, melakukan hal-hal yang merugikan kita. Musuh dalam selimut!
3. Kebanggaan
Banyak orang yang bersedia "menghibur" tatkala kenyataan membelakangi apa yang kita harapkan. Tetapi, ternyata lebih sulit menemukan orang yang mengucapkan selamat kepada kita tatkala segalanya berjalan sesuai dengan harapan kita. Jadi, kalau kita sukses/berhasil teman sejati akan ikut merasa bangga bukan sebaliknya. Kadang sifat manusiawi muncul: saat rumput tetangga lebih hijau, saat nasib hidup tak lagi sama ^_^
4. Kejujuran
Teman sejati adalah teman yang mau memberitahukan hal-hal yang tidak ingin kita dengar, tetapi sebenarnya hal itu sangat menghambat perkembangan kita ke arah kebaikan. Teman yang memberikan kritikan sekaligus solusi, ataupun hanya sekedar menyampaikan sisi lain dari suatu kejadian/tindakan namun justru membuat mata (hati) kita terbuka.
5. Penghargaan
Ceritakan sesuatu kepada seorang teman dan lihatlah apakah dia akan mendesak kepada kita untuk menceritakannya lebih lanjut, sementara kita tidak mau menceritakannya. Dari situ kita bisa melihat perbedaanya antara rasa ingin tahu dan perhatian. Jika dia terus mendesak berarti dia tidak menghargai kita. KEPO :p
6. Pengorbanan
Apakah dia mau mengorbankan sesuatu jika hal ini bisa membuat kita senang? Relakah dia mengorbankan kesenangannya sendiri untuk kebahagiaan kita dan apakah arti dari 'kompromi" menurut dia. Kita sendiri mau tidak? ^_^
Jika seorang teman kita lulus 4 dari 6 tes itu, maka alhamdulillah kita mendapatkan teman yang baik (meski bukan sejati). Jika hanya lulus 3 atau kurang, kaji ulanglah. Kita bisa membuat kesimpulan/sikap dalam melanjutkan hubungan tersebut.
Pernah membaca salah satu artikel di Yahoo Indonesia (maaf lupa edisi dan tanggalnya) tentang 8 tipe orang yang perlu dijauhi.
Membaca artikel tersebut, jadi perlu melihat ulang hubungan dengan seorang teman yang memiliki ciri-ciri tipe itu. Nyamankah kita berhubungan dengan orang tersebut? Kalau memang masih nyaman, kenapa harus dijauhi. Namun, kalau memang tidak nyaman, kenapa juga harus dilanjutkan. Take easy: take it or leave it. Bahkan kadangkala harus bersikap: Lu jual, gue beli, win win :)
Namun, kalau memang hubungan pertemanan tersebut tidak terelakkan alias tidak terhindarkan, ya mau bagaimana lagi. Bersikaplah ala kadarnya, tidak melibatkan hubungan personal hanya hubungan profesional saja misalnya. Entahlah...
8 tipe orang yang perlu dijauhi itu adalah:
Namun, kalau memang hubungan pertemanan tersebut tidak terelakkan alias tidak terhindarkan, ya mau bagaimana lagi. Bersikaplah ala kadarnya, tidak melibatkan hubungan personal hanya hubungan profesional saja misalnya. Entahlah...
8 tipe orang yang perlu dijauhi itu adalah:
1. Memelihara masa lalu
Beberapa orang menolak melepaskan masa lalu dan cenderung 'merawat' kenangan menyakitkan. Akibatnya, orang ini hidup dengan kemarahan dan kepahitan. Bila terjadi terus menerus, dapat mempengaruhi orang yang berada di sekitarnya.
Solusi: Jika mereka mulai memunculkan subjek masa lalu, jangan ragu memberitahu dia bahwa kita tidak ingin membicarakannya.
2. Mengasihani diri sendiri
Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada orang yang merasa menanggung beban seluruh dunia. Alih-alih mencari solusi, orang tipe ini terus mengasihani diri sendiri dan tidak mau melihat jalan keluar.
Solusi: Tawarkan bantuan dan jika masih tidak mau berubah, sebaiknya menjauh darinya.
3. Munafik
Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada berhubungan dengan orang yang memiliki sifat 'lain di mulut lain di hati'. Di depan kita, dia muncul sebagai orang yang paling manis, namun bersikap sebaliknya di belakang kita T_T
Solusi: Jika kita menangkap ini terjadi berulangkali kepada orang lain, segera jauhi. Bukan tidak mungkin dia melakukan hal serupa kepada kita.
4. Selalu negatif
Dia adalah jenis orang yang selalu memandang hal negatif dari hidup mereka. Seperti yang pernah aku tulis di sini. Orang ini biasanya mengomentari apapun kejadian namun sayangnya dari sisi negatif: entah itu komentar ke pemerintah, teman sekerja, pasangan, dan orang-orang di sekitarnya.
Solusi: Bantulah melihat sisi positif dari dirinya. Jika tidak mau menerima, jangan biarkan hal negatif itu mempengaruhi kita.
5. Paling sempurna
Orang seperti ini biasanya merasa lebih baik dan menarik daripada orang lain. Ia sangat menikmati aktivitas mengkritik dan menertawai orang lain. Menganggap dia yang paling pintar atau hebat diiringi dengan merendahkan orang lain >.<
Solusi: Bersikap sabar dengan perilakunya. Namun, jika mereka tidak berubah, sudah saatnya kita untuk meninggalkannya.
6. Bangga mengumbar rahasia
Mereka sangat bangga menceritakan skandal dalam hidup dan senang melibatkan sebanyak mungkin orang dalam diskusi. Bukan hanya rahasia hidupnya, namun juga kadangkala rahasia hidup orang lain yang tak segan dia bagikan ke orang lain tanpa kira-kira.
Solusi: Bisa saja kita dapat mendengarkannya. Namun bila mempengaruhi diri sendiri, menganggu dan tak sesuai dengan hati nurani, segera menjauh.
7. Frustasi
Orang ini selalu merasa frustrasi dengan hidupnya dan melampiaskannya pada orang lain di sekitarnya. Bahkan, seringkali mereka mengambil kesimpulan yang irasional.
Solusi: Jika ia mulai merencanakan sesuatu yang gila katakan bahwa hal itu mengganggu dan kita tak mau terlibat dengan kegilaannya.
8. Sang Komentator
Orang seperti ini mengomentari semua yang terjadi dalam kehidupan orang lain dan membandingkan dengan kehidupannya. Seringkali perkatannya menimbulkan sakit hati atau miss communication.
Solusi: Berhati-hatilah bila berada di sekitar orang tersebut dan berhati-hati dengan perkataan kita.
Dalam takdir hidup yang dijalani, ada beberapa kotak yang dibangun: satu kotak untuk kehidupan pribadi, kotak lain untuk kehidupan keluarga, sosial, profesional dan lainnya. Berharap masing-masing kotak berjalan dengan semestinya, sesuai harapan tanpa tercampur satu sama lain, meski hal itu kadang tak terhindarkan/terelakkan.
Kualitas seperti apakah yang akan kita bangun dalam hidup ini. Keluarga terutama anak-anak adalah hal yang pasti dan utama, namun ada kotak-kotak lain untuk membuat hidup lebih berwarna, lebih bermakna, lebih berdinamika dan berujung pada meningkatnya kualitas hidup.
Dalam hidup kita memang tak sendiri, membutuhkan teman untuk saling berbagi. Namun kadangkala demi terwujudnya kualitas hidup, ada saatnya kita memilah dan memilih, memutuskan dan bilang: Ya, dia sahabat, dia hanya teman, dia teman personal, dia teman profesional, dll.
So, bagaimana menurut Kamu? Bagaimana kamu sebagai seorang teman? dan Bagaimana sahabat atau teman Kamu? ^_* V
Gambar diambil dari sini


No comments:
Post a Comment