18.5.11

Sahabat

Ada seorang sahabat yang bercerita bahwa sekarang dia sedang mempunyai hubungan yang buruk dengan sahabatnya. Padahal mereka bersahabat sejak lama. Layaknya seorang sahabat, hubungan mereka sudah melebihi seperti sodara.


Namun, karena ada suatu kejadian dan kondisi, kedua sahabat tersebut berbeda pendapat. Masing-masing menganggap pendapatnya yang benar. Perbedaan tersebut menyebabkan mereka berseteru, diam-diaman lebih tepatnya. Masing-masing tidak ada yang mau menyapa duluan, saling menunggu. Komunikasi masih berjalan tapi sangat formal, bukan selayaknya komunikasi dua orang sahabat.

Sahabat itu bahkan sudah mengambil keputusan dan mengeksekusi bahwa mulai saat ini, dia hanya berteman dengan sahabatnya tersebut, hanya berteman tidak lebih...

Ada rasa gelo mendengar cerita itu, mengingat aku tahu hubungan kedua sahabat tersebut waktu dulu, tetapi kalau memang masing-masing nyaman dengan hanya berteman kenapa tidak? kenapa harus dipaksakan?

Aku juga pernah mengalaminya. Aku tidak akan pernah memutus silaturhami dengan seorang teman/sahabat kecuali teman/sahabat itu menginginkannya. Kalau sudah begitu kenapa juga aku mengiba-iba dan memohon-mohon untuk tetap menjadi teman/sahabatnya. Ini prinsip, seperti yang pernah aku tulis di sini dan di sini.

Seperti lagunya Audi dan Nidji aja. Yup! memang betul, seperti itulah sahabat. Sahabat adalah seorang yang sangat dekat dengan kita, dan selalu ada saat kita dalam suka maupun duka, pun sebaliknya. Seseorang yang dekat tanpa tujuan ataupun pamrih apalagi hidden interest. Sahabat, dimana kita akan selalu nyaman cerita apa saja dengan dia.

Prinsipnya adalah: aku tidak akan mendelete seorang sahabat atau teman kecuali dia sendiri yang meminta dan mengharuskan (implisit tentunya) untuk didelete, contohnya:

1. Teman yang selalu menyakiti hati baik melalui ucapan ataupun tulisan (via telp, sms, email , dll) - teman seperti ini tidak perlu dipertahankan. Hanya membuat sedih dan sakit.

2.Teman yang menjauh dari kita, padahal kita sudah berusaha selalu menjaga silaturahmi. Kenapa menjauh? Mungkin karena sudah beda kelas, beda lifestyle, atau ada miscommunication (ini yang mungkin perlu diluruskan) atau memang karena sudah tidak ada kecocokan lagi (halah, seperti artis mau cerai saja :)

3. Teman yang memiliki hidden interest terhadap kita. Teman makan teman, hi.. be aware!

Terkadang kita sulit mengetahui apakah seseorang benar-benar merupakan teman sejati/sahabat, teman kepentingan atau hanya berpura-pura menjadi teman.

David J. Lieberman dalam bukunya get anyone to do anything: never feel powerless - with psychological secrets to coontrol and influence every situation menberikan enam tes penting untuk mengetahui apakah seseorang adalah teman sejati:

1. Perhatian
Seberapa perhatian dia pada kehidupan kita? Katakan padanya hal penting yang terjadi dalam hidup kita dan lihatlah apakah dia mencari tahu lebih jauh. Jika dia tidak melakukannya, hubungi dia dan lihatlah apakah dia menyinggungnya. Jika ternyata dia tidak menyinggungnya, berilah dia isyarat dan lihatlah apakah dia masih ingat tentang percakapan tentang hal itu sebelumnya. Kalau ternyata tidak ingat juga, Aduh...cape deh! Pertemanan harus dikaji ulang.

2. Kesetiaan
Seorang teman sejati mengetahui arti kepercayaan dalam sebuah hubungan.

3. Kebanggaan
Banyak orang yang bersedia "menghibur" tatkala kenyataan membelakangi apa yang kita harapkan. Tetapi, ternyata lebih sulit menemukan orang yang mengucapkan selamat kepada kita tatkala segalanya berjalan sesuai dengan harapan kita. Jadi, kalau kita sukses/berhasil teman sejati akan ikut merasa bangga bukan sebaliknya.

4. Kejujuran
Teman sejati adalah teman yang mau memberitahukan hal-hal yang tidak ingin kita dengar - kritik yang membangun gitu loh-

5. Penghargaan
Ceritakan sesuatu kepada seorang teman dan lihatlah apakah dia akan mendesak kepada kita untuk menceritakannya lebih lanjut, sementara kita tidak mau menceritakannya. Dari situ kita bisa melihat perbedaanya antara rasa ingin tahu dan perhatian. Jika dia terus mendesak berarti dia tidak menghargai kita.
So, bukan teman sejati dong.

6. Pengorbanan
Apakah dia mau mengorbankan sesuatu jika hal ini bisa membuat kita senang? Relakah dia mengorbankan kesenangannya sendiri untuk kebahagiaan kita dan apakah arti dari 'kompromi" menurut dia
àkita sendiri mau tidak? ;)

Jika seorang teman kita lulus 4 dari 6 tes itu, maka alhamdulillah kita mendapatkan sahabat yang baik (meski bukan sejati). Jika hanya lulus 3 atau kurang, kaji ulanglah. Kita bisa membuat kesimpulan/sikap dalam melanjutkan hubungan tersebut.

Pernah membaca salah satu artikel di Yahoo Indonesia (maaf lupa edisi dan tanggalnya) tentang 8 tipe orang yang perlu dijauhi.

Membaca artikel tersebut, jadi perlu melihat ulang hubungan dengan seorang teman atau sahabat yang memiliki ciri-ciri tipe itu. Nyamankah kita berhubungan dengan orang tersebut? Kalau memang masih nyaman, kenapa juga harus dijauhi. Namun, kalau memang tidak nyaman, kenapa juga harus dilanjutkan.

Namun, kalau memang hubungan pertemanan tersebut tidak terelakkan alias tidak terhindarkan, ya mau bagaimana lagi. Bersikaplah ala kadarnya, tidak melibatkan hubungan personal hanya hubungan profesional saja misalnya. Entahlah...

8 tipe orang yang perlu dijauhi itu adalah:

1. Memelihara masa lalu

Beberapa orang menolak melepaskan masa lalu dan cenderung 'merawat' kenangan menyakitkan. Akibatnya, orang ini hidup dengan kemarahan dan kepahitan. Bila terjadi terus menerus, dapat mempengaruhi orang yang berada di sekitarnya.

Solusi: Jika mereka mulai memunculkan subjek masa lalu, jangan ragu memberitahu dia bahwa Anda tidak ingin membicarakannya.

2. Mengasihani diri sendiri

Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada orang yang merasa menanggung beban seluruh dunia. Alih-alih mencari solusi, orang tipe ini terus mengasihani diri sendiri dan tidak melihat jalan keluar.

Solusi: Tawarkan bantuan dan jika masih tidak mau berubah, sebaiknya menjauh darinya.

3. Munafik

Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada berhubungan dengan orang yang memiliki sifat 'lain di mulut lain di hati'. Di depan Anda, dia muncul orang yang paling manis, namun bersikap sebaliknya di belakang Anda.

Solusi: Jika Anda menangkap ini terjadi berulangkali kepada orang lain, segera jauhi. Bukan tidak mungkin dia melakukan hal serupa kepada Anda.

4. Selalu negatif

Dia adalah jenis orang yang selalu memandang hal negatif dari hidup mereka. Seperti yang pernah aku tulis di sini

Solusi: Bantulah melihat sisi positif dari dirinya. Jika tidak mau menerima, jangan biarkan hal negatif itu mempengaruhi Anda.

5. Paling sempurna

Orang seperti ini biasanya merasa lebih baik dan menarik daripada orang lain. Ia sangat menikmati aktivitas mengkritik dan menertawai orang lain.

Solusi: Bersikap sabar dengan perilakunya. Namun, jika mereka tidak berubah, sudah saatnya Anda untuk meninggalkannya.

6. Bangga mengumbar rahasia

Mereka sangat bangga menceritakan skandal dalam hidup dan senang melibatkan sebanyak mungkin orang dalam perdebatan.

Solusi: Bisa saja Anda dapat mendengarkannya. Namun bila mempengaruhi diri sendiri, segera menjauh.

7. Frustasi

Orang ini selalu merasa frustrasi dengan hidupnya dan melampiaskannya pada orang lain di sekitarnya. Bahkan, seringkali mereka mengambil kesimpulan yang irasional.

Solusi: Jika ia mulai merencanakan sesuatu yang gila katakan bahwa hal itu mengganggu Anda.

8. Sang Komentator

Orang seperti ini mengomentari semua yang terjadi dalam kehidupan orang lain. Seringkali, perkataan mereka menimbulkan perkelahian.

Solusi: Berhati-hatilah bila berada di sekitar orang tersebut dan berhati-hati dengan perkataan Anda.

So, bagaimana menurut Anda? Bagaimana sahabat atau teman Anda? :) ;)

Gambar diambil dari sini

No comments: