27.1.13

Markibun - Mari Berkebun (2)

Sudahlah, tak usah terlalu ‘ndakik-ndakik’ memikirkan bagaimana bangsa ini mencari jalan keluar dari segala permasalahannya, menuju bangsa yang lebih maju dan beradab. Ya, di luar dan di tingkat elit sana sudah banya orang-orang ahli yang memikirkannya, memikirkan bagaimana bangsa ini jaya dengan segala dukungan SDA yang melimpah dan SDM yang capable. 

Kita (saya lebih tepatnya) di tingkat paling bawah, biasa disebut rakyat biasa/kecil, dapat melakukan hal-hal sederhana yang positif tentu saja sehingga dapat bermanfaat buat kita, keluarga kita, orang-orang disekitar kita dan akhirnya buat bangsa kita, seperti: membuang sampah pada tempatnya; memberikan contoh perilaku jujur dan disiplin pada anak-anak; tidak merokok atau mengonsumsi makanan2 yang berefek buruk pada tubuh; olahraga teratur; peduli lingkungan dengan membuat resapan air sederhana di lingkungan sekitar tempat tinggal; memanfaatkan lahan yang ada dengan penghijauan; dan kegiatan-kegiatan positif lainnya.

Banyak komunitas sosial (dan biasanya non profit) yang dilakukan sekelompok orang bertujuan untuk kebaikan sesama sehingga berujung kepada optimisme, bahwa bangsa ini sebenarnya bisa lebih maju dari sekarang dengan dukungan SDA dan SDM nya. 

Salah satu komunitas itu adalah Indonesia Berkebun, yaitu sebuah komunitas yang bergerak melalui media jejaring sosial bertujuan menyebarkan semangat positif untuk lebih peduli kepada lingkungan dan perkotaan melalui program urban farming, yaitu memanfaatkan lahan tidur di kawasan perkotaan yang dikonversi menjadi lahan pertanian/perkebunan produktif hijau yang dilakukan oleh anggota komunitas dibantu oleh peran aktif masyarakat. 

Indonesia berkebun memiliki pegiat kebun di kota-kota besar di Indonesia seperti @bgrberkebun @jktberkebun @batanberkebun @mksrberkebun @soloberkebun @mlgberkebun @mdnberkebun dsb. Info lebih lanjut mengenai komunitas ini dapat dlihat di http://www.indonesiaberkebun.org/ 

Komunitas ini menyebarkan semangat urban farming (kalau di desa, bertani mungkin suatu hal yang lazim), bahwa berkebun itu tidak harus memerlukan lahan yang luas, berkebun bisa melalui media pot, paralon bekas, kaleng bekas dan media-media yang lain. 

Terus terang banyak mengambil manfaat dari membaca portal yang dimiliki Indonesia Berkebun. Banyak ilmu dan metode yang dapat diambil, terutama untuk terus mempertahankan nyala semangat berkebun.

Intinya adalah, kita memanfaatkan sejengkal dua jengkal lahan di rumah kita untuk memenuhi kebutuhan sayur-mayur maupun buah secara mandiri. Kalau kita menanam sayuran sendiri, kita pasti turut memastikan bahwa sayuran kelak yang akan dipanen dan kita makan itu bebas dari paparan pestisida maupun bahan-bahan kimia berbahaya lainnya. 

Jadi bayangkan, semakin banyak orang yang berpikir sama, semakin besar pula efeknya buat bangsa ini. Lingkungan semakin hijau dan keluarga-keluarga semakin sehat karena mengonsumsi makanan sehat. 

Pernah suatu kali mengunjungi rumah saudara (sayang tidak difoto saaat itu), yang bertanam beraneka rupa sayuran. Rumah beliau ini berada di suatu perkampungan padat di Jakarta Timur. Tidak ada lahan kosong, beliau hanya memanfaatkan loteng rumahnya untuk menampung beragam sayuran yang ditanam melalui media pot, kaleng bekas dan sebaginya. Kebutuhan sayur mayur sehari-hari keluarga itu terpenuhi darinya. Menyenangkan bukan?

Kebetulan di rumah ada beberapa lahan kosong. Kenapa tidak dimanfaatkan saja buat berkebun, dan tenyata semua anggota keluarga di rumah setuju. Lahan bekas tumpukan sampah dikonversi menjadi kebun sayuran. Alhamdulillah, sampai saat ini sebagian besar kebutuhan sayuran terpenuhi dari kebun ini. 


Nah, beberapa minggu yang lalu, dihubungi mbak Indri melalui akun twitternya (@indriseska) tentang kegiatan Plant and Play yang diselenggarakan oleh Indonesia Berkebun bekerjasama dengan PT Ultrajaya Milk Industry Ltd. 

Inti dari kegiatan ini adalah berterimakasih pada alam yang selama ini kita diami dengan semangat menghijaukan alam melalui berkebun. 

Kegiatan tersebut tentu saja sangat menarik, tawaran mbak Indri langsung diiyakan. Karena tinggal di Cibinong, Kabupaten Bogor, maka paket Plant and Play ini oleh mbak Indri dititipkan ke mbak retno (@retnoneo) sebagai koordinator Bogor Berkebun (@bgrberkebun) 

Kebetulan karena sedang sering berkegiatan di kampus IPB Baranangsiang, maka berjanji untuk bertemu dengan mbak Retno di Cafe Koleksi IPB. Tanpa ada hambatan yang berarti akhirnya mendapatkan paket plat and play dan berkesempatan mengikuti lomba (masih bisa tidak ya? ^.^ ) 

Paket ini terdiri dari benih timun, bayam dan kangkung dilengkapi dengan pupuk cair Agrobost dan Humagold. 


Agak lama paket ini teronggok di dapur, maklum karena berbagai kesibukan anggota keluarga sampai belum sempat untuk menyemai benih-benih ini. 

Akhirnya di sela-sela hari-hari yang berhujan, benih-benih ini disemai di pot. Biasanya kami memang menyemai dulu benih di pot baru kemudian di pindah ke kebun. 

Berdasarkan pengalaman, benih yang langsung disemai di kebun biasanya menjadi rebutan santapan burung-burung, entahlah bagaimana burung-burung itu mengetahui kalau ada benih-benih sayuran. 

Kadangkala, Benih yang masih kecil ini juga menjadi santapan para kelinci yang sedang refresing keluar dari kandangnya. Meskipun demikian, kami biasanya membiarkan para kelinci turut menikmati sayuran organik yang mulai siap dipetik/ditanam. 

Benih bayam, kangkung dan timun ini disemai dalam pot yang sudah diisi dengan tanah, kompos dan pupuk hewan. Secara berkala kami membuat kompos sendiri yang berasal dari babatan rumput di teras rumah. 

Kebetulan juga, sebelum menyemai benih ini, kami dikirimi/dibagi sekarung pupuk hewan yang berasal dari kotoran kambing oleh tetangga sebelah. Semoga dengan komposisi tanah kebun, kompos dan pupuk kandang, benih-benih Plant and Play tumbuh dengan subur, amin ^.^

Tulisan ini sebenarnya untuk penulisan diary program Plant and Play di sini. Tapi, di diary itu tulisan tidak bisa rapi karena tidak dimungkinkan spasi antar paragraf sehingga seolah tulisan 'uyel-uyelan'. Karena itu, aku rewrite dan di taruh di blog ini biar lebih enak dan mudah dibaca.

Tulisan yang hampir sama pernah juga ditulis di sini

No comments: