Tulisan ini hanya sekedar remind, bahwa kalau kita memiliki suatu pemikiran entah itu keinginan atau khayalan, bisa saja terwujud, menjadi kenyataan, tentu saja karena skenario dari Sutradara Pengatur Hidup.
Jadi hati-hati dengan khayalanmu kawan, bisa saja entah kapan khayalamu itu akan terwujud. Kalau khayalan baik, nah kalau buruk, makanya hati-hatilah selalu kawan dengan pikiranmu sendiri.
Pernah aku menulis di sini, betapa aku sangat bersyukur dengan segala kemurahan Sang Pemberi nikmat atas segala kemudahan, kenormalan dan kenyamanan hidup yang aku jalani. Semua termiliki. Puji syukur alhamdulllah.
My life is let in flow, mengalir seperti air, cenderung so flat. Aku memang punya mimpi, kalau terwujud alhamdulillah. Kalaupun memang tidak terwujud, ya anggap saja memang bukan jalan terbaikku. Ini pilihan hidup yang dipilih dan aku sangat menikmatinya.
Kawan, ini hanya sekedar remind, mengingat kembali khayalan di masa lalu. Tepatnya beberapa tahun yang lalu. Begini ceritanya:
Di senin pagi tanggal 19 November 2009, aku membuat sebuah khayalan yang aku tulis di blog, tepatnya di sini. Berandai-andai memiliki rejeki yang buaannyakk sehingga bisa membeli rumah favorit sepanjang ini, rumah favorit yang membuat jatuh cinta begitu pertama kali melihatnya.
Yang paling disyukuri dalam hidup adalah mendapatkan rumah di komplek hunia tempat tinggal sekarang. Selalu bersyukur.
Terekam dalam sebuah tulisan di sini dengan judul rumah idaman. Menurutku saat itu, rumah idaman adalah:
Terekam dalam sebuah tulisan di sini dengan judul rumah idaman. Menurutku saat itu, rumah idaman adalah:
1. Dekat dengan masjid - berharap selalu berhati masjid
2. Letaknya setrategis, cenderung di pusat kota, kemana-mana dekat
3. Dekat dengan jalan raya tetapi bukan di pinggir jalan raya
4. Lingkungan yang stabil - sudah jadi, sudah hijau, semua sistem sudah berjalan sebagaimana mestinya
5. Lingkungan sosial yang kondusif - salah satu yang mebahagiakan dalam hidup adalah bergaul dan bercengkrama dengan tetangga sekitar, sharing pengalaman hidup :)
6. Dekat dengan taman bermain - sehingga anak-anak leluasa bermain tanpa khawatir dengan lalu lalang kendaraan.
Apakah rumahku waktu itu sudah sesuai dengan rumah idaman seperti yang aku tulis di atas? tentu saja kawan, karena saat itu, aku sudah tinggal di komplek ini lebih dari tiga tahun. Aku menuliskannya sebagai wujud rasa bersyukur sudah menjadi bagian dari sebuah hunian paling nyaman di kotaku.
Begitulah kawan, dahsyatnya sebuah khayalan, hanya dalam waktu dua tahun tiba-tiba menjadi kenyataan tentu saja karena telah diatur oleh Yang Maha Mengatur hidup.
Kenapa aku bilang tiba-tiba, karena aku sama sekali tidak menyangka khayalanku itu terwujud, khayalan memiliki rumah idaman: rumah favorit sepanjang ini, rumah di depan masjid dan taman, rumah dengan kontur tanah/landscape dan taman yang keren, rumah dengan kolam ikan, rumah dengan sirkulasi udara yang bagus karena memiliki banyak jendela, rumah yang tinggi, rumah dengan halaman belakang yang luas, rumah yang hijau.
Rumah favorit di luar perhitungan, namun tiba-tiba termiliki dengan kuasa-NYA. Alhamdulillah, sungguh, dan nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan.
Note:
* Rumah idaman ini masih kredit 15 tahun loh (kalau cash duit dari mane?? ) ^^
* Ini tulisan nggak penting banget ya :D
Note:
* Rumah idaman ini masih kredit 15 tahun loh (kalau cash duit dari mane?? ) ^^
* Ini tulisan nggak penting banget ya :D

No comments:
Post a Comment