Usai kelas adalah saatnya me
time. Menonton tv dari movie ke movie. Nah, semalam aku nonton I am Sam di HBO.
Film drama yang menarik, mengisahkan tentang seorang autis yang menjadi seorang
ayah dari seorang gadis kecil. Tak heran, film ini menuai banyak award. (Daftar
award terlampir di akhir tulisan ini).
Sam Dawson -yang
diperankan sangat apik oleh Sean Penn- adalah seorang pria dengan cacat mental,
autis lebih tepatnya. Entah bagaimana ceritanya (aku tidak sempat menonton
sejak awal) dia bisa membuat hamil seorang tunawisma. Setelah melahirkan (yang
ditunggui oleh Sam Dawson) serta merta si tunawisma itu pergi dan hilang jejak.
Bayangkan,
seorang autis dengan bayi merah. Pernah suatu malam si bayi itu menangis tiada
henti, sampai tetangganya menelpon menanyakan kenapa bayinya menangis terus.
Ternayata bayi itu tidak pernah diberi susu atau minum, pantas saja. Annie
(Dianne Wiest) si tetangga mengajari Sam untuk member minum bayinya tiap dua
jam sekali.
Bayi itu tumbuh
menjadi gadis kecil yang cantik, dan dinamai Lucy Diamonds on The Sky dan
dipanggil Lucy.
Lucy tumbuh
besar dengan curahan kasih sayang ayahnya dan teman-teman ayahnya sesama penyandang
autis. Ada sesi menarik saat Sam dan teman-temannya mengantar lucy membeli
sepatu baru. Uang Sam tidak cukup untuk sepatu yang dipilih Lucy, teman-teman
Sam yang autis sepakat untuk patungan agar Lucy dapat mebeli sepatu itu.
Namanya autis, mereka tetap meminta bonus balon atas pembelian sepatu itu.
Meskipun Sam
menyediakan lingkungan yang penuh kasih dan merawat Lucy dengan baik, namun
tidak menurut dinas social. Intelengensi Sam yang setara dengan anak berusia tujuh
tahun dianggap oleh dinas social tidak layak untuk mengasuh Lucy. Nah, disinilah
permasalahan ini muncul. Lucy diambil paksa oleh dinas social. Terpisahkanlah
mereka.
Atas saran
teman-teman austisnya, Sam berusaha merebut kembali pengasuhan Lucy dari dinas
social dengan menyewa pengacara. Temannya menunjukkan iklan seorang pengacara
terkenal yang ada di yellow page. Terang aja sebenarnya Sam – yang hanya
sebagai tukang bersh-bersih di starbuck- tidak akan mampu membayar pengacara
terkenal itu.
Pengacara Rita
Harrison (Michelle Pfeiffer) akhirnya (dengan terpaksa) menerima Sam sebagai
kliennya untuk membuktikan kepada teman-temannya bahwa dia pro bono.
Dan dimulailah proses
dari satu sidang ke sidang yang lain.
Pengadilan memutuskan untuk tetap menyerahkan Lucy di bawah pengasuhan dinas
social. Pengadilan juga mengganggap bahwa Sam tidak cukup mampu untuk mengasuh
Lucy, bagaimana ketika Lucy berumur delapan tahun melampui kecerdasan Sam yang
setara anak umur tujuh tahun, bagaimana saat Lucy beranjak remaja, dan berbagai
pertanyaan lainnya.
Lucy diputuskan
diasuh oleh sebuah keluarga yang belum memiliki anak dan Sam diijinkan untuk
mengunjunginya seminggu dua kali. Namun begitu, tiap malam Lucy menyelinap
mengunjungi apartemen Sam untuk sekedar mendengarkan bacaan sebelum tidur -Sam
sengaja menyewa apartemen dekat rumah orangtua asuh Lucy agar waktu dia tidak
habis di jalan saat mengunjungi lucy yang hanya dapat jatah dua jam-Selalu
begitu, tiap malam Lucy baru bisa tertidur setelah dibacakan cerita dan didekap
oleh Sam. Mengharu biru.
Oya, selain
kehidupan Sam yang mengharu biru, perlu juga diceritakan tentang pengacara Rita
Harrison terutama tentang kehidupan pribadinya. Rita adalah seorang pengacara
terkenal dan kaya, sukses dengan karirnya. Namun tidak dengan kehidupan
pribadinya. Suaminya selingkuh dengan perempuan lain dan anak lelakinya tidak
mau hanya sekedar bermain dengan Rita Ibunya, tipikal anak dari perempuan
berkarir yang selalu ditinggal lembur. Tekanan dari persoalan kantor dan keluaraga
membuat Rita menjadi pasien tetap seorang psikiater.
Dengan
menangani kasus Sam ini membuka mata Rita bahwa Sam harus bekerja ekstra keras,
berjuang untuk mendapatkan hak asuh atau pun hanya sekedar bertemu Lucy setiap
saat, sementara dia tidak selalu dapat menemani anaknya bermain dan belajar
karena tuntutan dan load pekerjaan.
Pointer yang
aku dapat dari film ini adalah:
- Aku sangat setuju dengan putusan
pengadilan. Bukan aku tidak menghargai seorang difable. Bagaimanapun Sam akan
menemui berbagai kesulitan dalam mengasuh Lucy. Kita, sebegai seorang dengan
intelegensi rata-rata saja harus bertanya sana-sini (dari teman, literature,
dll) saat kita menemui pemasalahan dalam pengasuhan anak.
- Kita tidak boleh menyia-nyiakan
amanah yang namanya anak yang telah dititipkan ke kita.
- Anak tidak hanya membutuhkan
berbagai fasilitas, namun yang terpenting adalah kasih sayang yang tulus dari
orang tuanya.
- Quality time vs Quantitas time
intensitas pertemuan orang tua dan anak. Bagaimapun dua-duanya sangat dibutuhkan
, tidak bisa salah satunya.
- Sebagai perempuan bekerja, aku
harus sangat komit untuk membagi waktu dengan cedas dan cermat untuk keluarga
terutama anak-anak.
Dan, yang tidak boleh dilupakaan.
Film ini juga dipenuhi dengan soundtrack-soundtrack yang pas yang mengiringi
setiap adegannya. Pantas saja, film ini juga mendapatkan award untul album
kompilasi soundtrack terbaik. Yes, here they are:
- Two of Us by Aimee Mann and Michael Penn
- Blackbird by
Sarah McLachlan
- Across the Universe performed by Rufus Wainwright
- I’m Looking Through You by The Wallflowers
- You’ve Got to Hide Your Love Away by Eddie Vedder
- Strawberry Fields Forever by Ben Harper
- Mother Nature’s Son by Sheryl Crow
- Golden Slumbers by Ben Folds
- I’m Only Sleeping by The Vines
- Don’t Let Me Dow by Stereophonics
- Lucy in the Sky with Diamonds by The Black Crowes
- Julia by Chocolate Genius
- We Can Work It Out by Heather Nova
- Help! by Howie Day
- Nowhere Man by Paul Westerberg
- Revolution by Grandaddy
- Let It Be by Nick Cave
Daftar
Soundtracks diambil dari sini
Gambar dari sini

No comments:
Post a Comment