19.9.11

Minggu pagi di Sabuga


Perempuan berambut ikal itu berlari-lari kecil. Rok pink nya yang bertumpuk dan  berlipit menari-nari  seiring dengan gerakan kakinya. Tangannya masih memegang handphone yang juga berwarna pink. Tas tangannya dipindahkan dari tangan kanan ke tangan kiri saat dia sudah di depan lelaki yang duduk di atas motor itu.
Sambil tersipu malu, perempuan itu menyodorkan tangannya. Si lelaki turun dari motornya dan menerima jabatan tangan si perempuan disertai senyuman hangat namun sedikit canggung.
“Maaf ya, aku terlambat” Kata si perempuan sambil merapikan poninya.
“Tidak apa-apa” jawab si lelaki, masih canggung
“Kamu sudah menunggu lama ya?”
Si lelaki duduk kembali di motornya, “Tidak kok, hanya tiga puluh menit aku menunggumu di sini” gaya bicaranya mulai cair.
“Maklumlah, hari minggu seperti sekarang ini, biasanya selalu macet, karena meningkatnya jumlah pengunjung Kebun Binatang saat akhir pekan” Kata si perempuan lagi beralasan.
“Tidak apa-apa. Aku juga tidak berkeberatan kok menunggumu. Oya, bagaimana kalau kita cari tempat ngobrol yang enak. Di sini macet, banyak asap kendaraan”
“Baiklah, kita jalan ke depan saja, ke Sabuga. Bagaimana?” Kata si Perempuan sambil menunjukkan telunjuknya kearah depan
Ok” jawab si lelaki riang sambil menstater motor bebeknya diikuti si perempuan yang membonceng dibelakangnya. Tak lama, mereka hilang dari pandangan di telan kemacetan di pinggiran kampus ITB ini.

*Percakapan imajiner saat melihat dua orang berbincang, sambil menunggu kemacetan mengurai di Jl. Taman Sari Bandung*

No comments: