Perempuan berambut ikal itu berlari-lari kecil. Rok pink nya yang bertumpuk
dan berlipit menari-nari seiring dengan gerakan kakinya. Tangannya
masih memegang handphone yang juga berwarna pink. Tas tangannya dipindahkan
dari tangan kanan ke tangan kiri saat dia sudah di depan lelaki yang duduk di
atas motor itu.
Sambil tersipu malu, perempuan itu menyodorkan tangannya. Si lelaki turun
dari motornya dan menerima jabatan tangan si perempuan disertai senyuman hangat
namun sedikit canggung.
“Maaf ya, aku terlambat” Kata si perempuan sambil merapikan poninya.
“Tidak apa-apa” jawab si lelaki, masih canggung
“Kamu sudah menunggu lama ya?”
Si lelaki duduk kembali di motornya, “Tidak kok, hanya tiga puluh menit aku
menunggumu di sini” gaya bicaranya mulai cair.
“Maklumlah, hari minggu seperti sekarang ini, biasanya selalu macet, karena meningkatnya jumlah
pengunjung Kebun Binatang saat akhir pekan” Kata si perempuan lagi beralasan.
“Tidak apa-apa. Aku juga tidak berkeberatan kok menunggumu. Oya, bagaimana
kalau kita cari tempat ngobrol yang enak. Di sini macet, banyak asap kendaraan”
“Baiklah, kita jalan ke depan saja, ke Sabuga. Bagaimana?” Kata si
Perempuan sambil menunjukkan telunjuknya kearah depan
“Ok” jawab si lelaki riang
sambil menstater motor bebeknya diikuti si perempuan yang membonceng dibelakangnya. Tak lama, mereka hilang dari pandangan di telan
kemacetan di pinggiran kampus ITB ini.
*Percakapan imajiner saat melihat
dua orang berbincang, sambil menunggu kemacetan mengurai di Jl. Taman Sari
Bandung*
No comments:
Post a Comment