ini seperti Rika Tolentino Kato dan Yusril Ihza. Hanya bedanya Profesor itu sudah lama ditinggal wafat istrinya saat anak-anaknya masih kecil. Dia merawat kedua anaknya dengan sepenuh hati, seorang diri, single parent, sebagai ayah sekaligus sebagai ibu.
Gesture, tatapan matanya, gerak-geriknya semuanya mengatakan hal yang sama. Ia jatuh cinta pada gadis itu, mahasiswa bimbingannya. Seolah dia menemukan energi baru untuk melanjutkan hidup. Seolah hidupnya menjadi lebih berwarna.
Dia memang seorang gadis yang menarik. Bukan karena penampilan fisiknya, tetapi ada keteduhan yang keluar darinya. Ada perasaan nyaman saat berasa di sisinya. Kecerdasannya, kemahirannya, keramahannya, kesopanannya, kemandiriannya, dan inner beautynya, seolah menyihir orang yang di dekatnya untuk semakin mendekat. Perasaan nyaman muncul tiap kali berada di dekatnya.
Bukan hanya profesor itu yang merasakannnya. Tetapi juga dosen yang lain. Seringkali mereka dengan nakal menggodanya. Tetapi si gadis dengan apik menolaknya, sangat elegan.
Profesor menghela nafas tidak tahu apa yang harus dilakukan.
---
bunga tidur di fajar menjelang
Gesture, tatapan matanya, gerak-geriknya semuanya mengatakan hal yang sama. Ia jatuh cinta pada gadis itu, mahasiswa bimbingannya. Seolah dia menemukan energi baru untuk melanjutkan hidup. Seolah hidupnya menjadi lebih berwarna.
Dia memang seorang gadis yang menarik. Bukan karena penampilan fisiknya, tetapi ada keteduhan yang keluar darinya. Ada perasaan nyaman saat berasa di sisinya. Kecerdasannya, kemahirannya, keramahannya, kesopanannya, kemandiriannya, dan inner beautynya, seolah menyihir orang yang di dekatnya untuk semakin mendekat. Perasaan nyaman muncul tiap kali berada di dekatnya.
Bukan hanya profesor itu yang merasakannnya. Tetapi juga dosen yang lain. Seringkali mereka dengan nakal menggodanya. Tetapi si gadis dengan apik menolaknya, sangat elegan.
Profesor menghela nafas tidak tahu apa yang harus dilakukan.
---
bunga tidur di fajar menjelang
No comments:
Post a Comment