14.3.11

Patronus @ HP & The Order of Phoenix

Malam minggu kemaren nonton harrypotter [HP] di tivi. Itu juga tidak sampai selesai. Memang tidak menarik nonton HP di tivi dan bukan di bioskop. Secara tivinya kecil sedangkan animasi HP menjadi lebih bagus kalau ditonton di layar lebar.

Malam itu ditayangkan HP and The Order of Phoenix. Ini merupakan seri kelima dari tujuh seri keseluruhan. Berikut aku sertakan sinopsinya yang diambil dari sini.

Tidak banyak penyihir yang percaya [atau mau percaya] bahwa Voldermort telah kembali, termasuk Kementerian Sihir. HP dan Dumbledore dianggap menyebarkan kabar bohong bahkan dianggap terganggu jiwanya. Meskipun demikian, masih banyak orang yang percaya pada Dumbledore, dan mereka inilah yang tergabung dalam Orde Phoenix.

Karena situasi belum memungkinkan, mereka bergerak secara diam-diam untuk menghindari kecurigaan dari Kementerian. Mereka menggunakan kediaman Sirius Black, Grimmauld Place nomer 12 sebagai Markas Besar, sehingga Sirius tidak lagi dalam pelarian [tapi tetap bersembunyi karena pihak kementrian masih mencarinya].

Sementara itu, HP yang diawasi siang-malam [tanpa sepengetahuannya] oleh anggota Orde, semakin sering mengalami sakit pada bekas lukanya. Emosinya sering tak terkendali. Pada suatu malam ia dikejutkan dengan hadirnya dementor di Privet Drive, yang hendak menyerang dirinya dan Dudley. Untunglah ia berhasil menghasilkan patronus untuk melawan mereka. Namun akibat dari hal ini, dia nyaris diusir oleh pamannya [karena dikira menyerang Dudley], menghadapi persidangan di Kementerian Sihir dan terancam dikeluarkan dari Hogwarts bahkan dikirim ke Azkaban.

Di persidangan tak seorangpun percaya bahwa ada Dementor berkeliaran di daerah Muggle. Tapi ketika Dumbledore mengatakan bahwa Kementerian tidak punya hak untuk mencampuri urusan sekolah, termasuk dalam hal ini mengeluarkan sorang murid, HP pun bebas dari segala tuduhan.

Namun mimpi buruk HP masih berlanjut. Untuk pertama kalinya dalam 5 tahun, HP diajar oleh seorang guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang berasal dari Kementerian Sihir, Dolores Umbridge. HP berulang kali mendapat detensi dari Umbridge karena mengatakan bahwa Voldermort telah kembali.

HP dan seluruh murid kelas 5 akan menjalani ujian OWL, dimana mereka sudah harus berpikir pelajaran apa saja yang akan mereke pilih di kelas 6, serta tentang karier apa yang mereka minati selepas sekolah.

Di tengah tekanan Umbridge dan segala dekritnya, HP atas dukungan penuh dari Ron dan Hermione, memimpin sekelompok anak untuk mempraktekkan pertahanan terhadap ilmu hitam dalam sebuah kelompok yang mereka namai Laskar Dumbledore (LD).

LD beranggotakan cukup banyak anak, selain Ron, Hermione, Ginny, Neville, Luna Lovegood, Fred & George, Cho Chang, dan beberapa anak dari asrama lain yang kelihatannya lebih ingin tahu apakah benar pikiran HP terganggu seperti yang diberitakan koran-koran, atau ingin tahu cerita yang sebenarnya tentang kematian Cedric dan kembalinya Voldermort.

Penglihatan yang dialami HP akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa dia dan Voldermort, entah bagaimana, saling terhubung. HP merasakan amarah dan kesenangan Voldermort. Suatu saat hal ini menguntungkan, karena menyelamatkan Arthur Weasley dari maut. Tapi Dumbledore kemudian menugaskan Snape untuk mengajari Occlumency, untuk menutup pikirannya dari Voldermort. HP dan Snape yang sama-sama tidak senang dengan hal ini, tetap melakukannya, sampai suatu saat HP memasuki Pensieve Snape dan mendapati alasan mengapa ia begitu membenci ayahnya dan Sirius. Snape sangat sangat marah ketika memergoki HP dan menolak untuk mengajarinya sejak saat itu.

Hagrid yang baru saja kembali setelah sekian lama pergi, ternyata membawa serta Grawp, adiknya yang raksasa asli. Ia dan Madame Maxime sebenarnya ditugasi Dumbledore untuk mendekati para raksasa agar tidak bergabung dengan Voldermort. Tapi tidak berhasil, karena ternyata para Pelahap Maut telah mendekati mereka terlebih dahulu. Ketika pulang, Hagrid membawa Grawp [karena ibu mereka telah meninggal] yang bertubuh mungil untuk ukuran raksasa.

Klimaks dari seri ke-5 ini adalah pertempuran di Kementerian Sihir. Harry dipancing untuk pergi ke Kementerian Sihir, di mana ternyata di sana sudah menunggu para Pelahap Maut. Mereka menjebak HP untuk mengambil Ramalan di Departemen Misteri. Ramalan tentang dirinya dan Voldermort. HP, Ron, Hermione, Luna dan Neville berusaha menyelamatkan diri dari serangan para Pelahap Maut, ketika sejumlah anggota Orde Phoenix datang membantu. Terjadilah pertempuran sengit, dimana akhirnya Sirius terbunuh.

Di akhir cerita Dumbledore memberitahu HP tentang Ramalan tersebut, yang ternyata dibuat oleh Professor Trelawney, bahwa untuk bertahan hidup, ia dan Voldermort harus saling membunuh, karena yang satu tidak bisa bertahan bila yang satu tetap hidup.

Jadi mengingatkan tentang patronus. Patronus adalah mantra yang berguna untuk mengusir Dementor. Dementor ini merupakan makhluk penghisap kebahagiaan yang membuat korban mereka berpikir tidak akan bisa bahagia lagi. Satu-satunya cara untuk mengusir Dementor adalah HP harus mengeluarkan mantra patronus ini. Agar patronus keluar, HP harus mengingat tentang hal-hal yang membuat dia bahagia sambil mengarahkan tongkatnya ke dementor. Patronus HP akan berbentuk rusa karena rusa ini merupakan jelmaan James Potter waktu masih hidup.

Patronus HP akan muncul saat HP mengingat kejadian-kejadian indah antara dia dan orang tuanya. Juga tentang persahabatannya dengan Ron dan Hermione. Intinya, patronus HP akan segera muncul saat HP mengingat orang-orang di sekelilingnya yang menyayanginya dengan tulus.

Jangan salah, aku juga memiliki patronus. Kejadian indah yang sudah berlalu atau khayalan indah yang aku ingini, meskipun khayalan itu susah bahkan mustahil untuk diwujudkan:

1. Saat pergi ke pasar dengan bapak sesaat setelah mengambil uang pensiunan.

2. Saat ibu mendandaniku dengan pakaian adat sebelum acara perpisahan SMU.

3. Saat menjemput senja di boulevard, serasa dunia milik berdua :p

4. Saat menidurkan bayi-bayi, serasa dunia berhenti dan berkehidupan hanya di seputaran aku dan bayi-bayi.

5. Mengkhayalkan, berdua sekolah lagi ke UGM seperti yang aku tulis di sini.

Jadi, apakah patronus yang akan teman pilih?

---

Gambar diambil dari sini

No comments: