Ternyata memang nasib dan jalan hidup demikian. Begitulah, sejak masih di QUE terus berpindah ke Asialink kemudian menetap di Renbang, salah satu pekerjaan buatku yang tidak tertulis adalah mengurusi segala tetek bengek konsumsi dan akomodasi suatu kegiatan.
Di QUE dan Asialink sebenarnya memang menjadi salah satu job desc nya. Bagaimana tidak. di kedua tempat itu posisiku adalah sekretaris yang memiliki pekerjaan ini itu mendukung kegiatan utama.
Kegiatan QUE dan Asialink memiliki beberapa kesamaan. Salah satunya adalah mengadakan training, seminar, workshop atau yang lainnya dengan mengundang tamu, pembicara, narasumber dari dalam maupun luar negeri, dari dalam instansi maupun luar instansi.
Aku bertanggungjawab atas semua akomodasi dan konsumsi acara tersebut. Memastikan konsumsinya oke sesuai pesanan dan jadwal, memastikan kedatangan narasumber -terutama dari luar negeri- sesuai dengan rencana: pesawatnya, hotel transitnya, sampai tempat menginap ketika sudah sampai Jogja. Aku juga bertanggungjawab atas kelancaran welcome dan farewell party, mengantar tamu-tamu itu ke tempat tujuan wisata di Jogja sampai membelikan berbagai souvenir khas Jogja yang pas buat mereka.
Yang paling merepotkan justru kalau ada tamu dari Jakarta/pusat, kadang mereka dengan seenakknya minta ganti hotel atau moda transportasi. Kadang mereka tidak mau dibelikan tiket tetapi mau mentahnya saja.
Ada berbagai suka dan duka. Sukanya adalah aku ikut mengunjungi atau menyaksikan berbagai pertunjukan budaya yang sebelumnya belum pernah dinikmati. Aku juga menjadi lebih mengenal secara personal tamu-tamu tersebut.
Dukanya adalah rasa bosan dan capek, karena harus mengunjungi tempat yang sama berulang-ulang.
Oke, itu dulu 7-8 tahun yang lalu saat masih di Jogja.
Sekarang sama saja. Hanya bedanya, dulu aku mengurusi dari A-Z teknis dan kadang substansi karena timnya kecil. Kalau sekarang aku hanya mengurusi hal-hal substansi tetapi masih tetap selalu mengurusi konsumsi dan akomodasi.
Setiap ada seminar, training atau konsinyasi, entah itu kegiatan renbang, rapim maupun hanya sekedar liburan, aku pasti kebagian mengurusi tetek benger perbookingan hotel dan lain-lainnya.
Bukan karena salah satu job desc ku menyebutkan demikian tetapi memang hanya aku perempuan satu-satunya di ruangan ini. Tidak mungkin kan bu ISZ mengurusi hal-hal teknis demikian.
Ada suka dan dukanya sudah pasti. Sukanya adalah aku bisa memilih hotel yang sesuai dengan keinginan. Prinsipnya adalah, kita tidak akan menginap di hotel yang sama lebih dari satu kali. Sebisanya kita akan mencoba hotel yang berbeda agar pengalaman yang kita dapat juga beragam.
Namun dukanya adalah seperti saat rapat dimulai dan semuanya pada sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, atau saat liburan dan kegiatan senang-senang dimulai, kadang aku masih saja berjibaku dengan urusan konsumsi dan akomodasi tersebut. Hal remeh sih, tapi kadang pengen juga tinggal menikmati segala fasilitas yanga ada tanpa diribetkan dengan berbagai urusan.
Btw, apapun itu aku sangat bersyukur atas berbagai pengalaman dan pelajaran yang aku dapat dari QUE dan Asialink. Terimakasih ya Allah atas jalan hidup ini.
Sekarang aku lebih bersyukur lagi dengan tim yang ada. Bekerja maupun berlibur dengan tim renbang selalu menyenangkan. Semoga tim ini semakin solid dan berkinerja dengan baik.
Oya mumpung ingat. Jadi kepikiran kepada beberapa langkah yang diambil beberapa teman untuk mendukung profesionalitasnya di dunia kerja. Mereka pasti sudah memikirkan masak-masak atas semua langkah itu demi kebaikan dan kesuksesannya.
Namun, kesuksesan tidak hanya diukur dari uang. Tetapi juga kondisi mental dan psikologis yang bahagia. Lagi-lagi kebahagiaan juga tidak hanya diukur dari uang. Bahagia bagiku adalah saat merasa senang dan bersyukur atas semua yang aku miliki sekarang: keluarga, pekerjaan, teman, kesehatan dan berbagai kesempatan menikmati ciptaan dan karunia Allah SWT.
Kaya bukan hanya berarti memiliki banyak uang, tetapi bagaimana menikmati dan memanfaatkan uang tersebut sebaik-baiknya. Biasanya melihat rumput di halaman rumah tetangga lebih hijau dari rumput halaman rumah sendiri. Tetapi saat melihat halaman rumah ternyata tidak berumput namun lebih indah karena banyak bunga yang bermekaran, nikmat apalagi yang akan dicari?
So, Nikmati hidup yang ada dan bersyukur atas semua anugerah-NYA :)




No comments:
Post a Comment