8.2.11

Nice Trip to Batutulis [with Renbangers]

Bermainlah ke pantai tetapi menyepilah ke gunung. Yup, benar sekali. Kebiasaan Renbangers adalah bermain air di pantai seperti yang diceritakan di sini. Namun, beberapa kali juga Renbangers menyepi di gunung dan terbukti ampuh karena beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan tuntas sudah.

See, seperti saat ini, Renbangres menyepi untuk menyelesaikan PR-PR tahun 2010 yaang belum tuntas sekaligus merencanakan lebih detail program kerja tahun 2011.

Oke, mari kita mulai ceritanya dari awal perjalanan menyepi ke Batutulis. Seperti biasa, Renbangers berangkat dengan ceria terkecuali [mungkin] bagi Renbangers lain yang belum memiliki SIM [Surat Ijin Menginap/Menyepi] :p


Kalau yang ini pasti ceria karena sudah pegang SIM

Benar-benar start dari kantor, maksudnya mobil biru itu benar-benar bergerak melaju ke arah Batutulis pada saat jam mobil menunjukkan angka 09.20. Sedangkan Renbangers yang lain langsung menuju TKP.

Tiba di Hotel yang dituju pukul 10.10. Langsung mempersiapan diri dan segala peralatan/ perlengkapan untuk rabid. Alhamdulillah Rabid tidak terlalu lama karena beberapa hari sebelumnya telah dibahas. Di sini hanya mengoreksi hal-hal yang dirasa kurang. Siplah!.

Tibalah saat makan siang yang ditunggu. Bagaimanapun itu menjadi salah satu tujuan utama selain menyepi dan tentu saja narsiss. Dimanapun dan kapanpun narsiss jalan terus :D

Sempat bingung dengan berbagai menu yang tertera di daftar. Pengennya ini tapi pengen itu juga. Bagaimanapun pilihan harus diputuskan, disesuaikan dengan lidah dan perut.




Serius memilih

Aku pilih Capcay seafood, Bu ISZ, YP dan MNF pilih Laksa Singapore, YK dan HD pesan ayam jambal sedangkan DR hanya pesan nasi putih timbel dan chicken wings, Ck..ck..



Mungkin karena Laksa Singapore harus impor dulu dari negerinya, yang pesan menu ini harus ekstra bersabar. Saat penikmat ayam jambal selesai menuntaskan makan siangnya, si Laksa baru datang.


Meski menahan lapar yang sangat, tetap...narsis dulu dengan Laksa Singapore-nya

Selesai makan siang, kemudian dilanjutkan dengan ritual yang sangat susah untuk ditinggalkan yakni narsiss. Yukk mariii...


Fullteam



Tiba-tiba melihat jam yang tertera di hape, tahu-tahu waktu telah menuju sore [ketahuan ternyata sesi narsissnya kelamaan]. Di hari menjelang senja itu, dimulailah kegiatan menyepi dan mengautis. Semua renbangers sibuk dengan pekerjaan dan kompinya masing-masing.



Saat adzan magrib berkumandang, akhirnya Bapak yang ditunggu-tunggu hadir di kegiatan menyepi ini. Setelah menyelesaikan sholat magrib berjamaah, renbangers melanjutkan lagi Rabid yang terhenti. Dengan pemaparan dari bu ISZ disertai dengan interupsi dan arahan dari Bapak, renbangers mengikuti rabid dengan penuh seksama.

Sembilan puluh menit waktu untuk Rabid dengan beberapa keputusan dan konsensus yang disepakati. Dan akhirnya, selesai sudah...

Sekarang tibalah saatnya untuk memanjakan lidah. Dasar renbangers, menu untuk sesi makan berikutnya saja sudah direncanakan dengan rapi. Saat makan siang, sudah terbayang menu yang akan dipilih untuk makan malam. Terbayang nikmatnya santapan itu.

Mengingat porsi makan siang yang besar, kebayang juga kekhawatiran mata mengantuk padahal masih banyak PR yang harus diselesaikan, diputuskan untuk memilih menu yang tidak terlalu berat.

Bahkan renbangers sudah melakukan reservasi untuk sesi makan berikutnya, agar merasakan the real candle light dinner dengan taburan bintang di langit. Indahnya...



Tetapi, implementasi melenceng jauh dari perencanaan. Karena apa? karena tiba-tiba ada kebijakan. Kebijakan untuk lebih efektif dan efisien :p

Terbang sudah menu makan makan yang sudah direncanakan waktu siang tadi. Lenyap pula the real candle light dinner dengan taburan bintang. Dengan sedikit kagol, renbangers berpikir ulang dan memilih menu makanan yang lain.

Untuk menciptakan kebebasan berekspresi dalam santap-menyantap, renbangers memilih tempat tersendiri dan segera menikmati makanan yang telah datang. Maaf ya Bu ISZ tidak diajak untuk bergabung di meja ini, hihi..



Ternyata aku dan YP selalu sehati, menu yang dipesan selalu sama. HD memilih kwetiaw goreng dengan nasi putih [bener nih, emang cocok?hihi]. Pak YK dengan sangat terpaksa disertai muka memelas cuma memesan nasi putih [hihi lebayy]. DR memilih menu yang sama dengan makan siang [benar nggak mas? kalau iya, kok istiqomah banget, hihi]. Sedangkan MNF, jangan ditanya, meski punya hobi puasa, tapi kalau saat tidak puasa porsi makan Ybs selalu paling besar dan banyak, hehehe...pisss Fur....





Malam semakin larut, tetapi yang di meja ini serasa enggan beranjak karena sedang terjadi penyampaian ilmu dari senior ke junior dimulai dari tingkat dasar sampai tingkat lanjut. Tingkat dasar dirasa sudah cukup. Tingkat lanjut akan diselesaikan di kamar ini:





Tapi apa mau dikata si suhu termasuk renbangers yang tidak memiliki SIM. Akhirnya dengan sangat terpaksa si murid/si junior merelakan suhunya untuk menjemput mimpinya di rumah. SIM..SIM.. susah amat dirimu diraih :P

Eit tapi tunggu dulu, Suhu satunya pulang masih ada suhu lainnya. Jadi tetap, penyampaian ilmu berlanjut sampai dini hari. Bahkan sampai rela menggotong kasur di dari kamar sebelah ke kamar 101 untuk sekamar berempat. Katanya biar penyampaian ilmu lebih komprehensif, padahal itu alasan klise untuk mengalihkan dari alasan yang sebanernya, hi takutt!!! Begitulah efek terlalu sering nonton 'air terjun' di yutub.

------
Ketika ayam jantan sudah berkokok, ketika matahari mulai menampakkan sinarnya, di kamar 101 masih belum juga nampak tanda-tanda kehidupannya. Setelah semalaman menyelesaikan pelajaran tingkat lanjut, rupanya Renbangers di 101 masih enggan untuk segera menikmati keindahan Batutulis di pagi hari.

Ada saja insiden di setiap hotel yang Renbangers pilih. Saat mau menyelesaikan ritual pagi, mendadak air di masing-masing kamar macet, padahal ada yang sedang sikat gigi dan ada juga yang belum selesai luluran [atau facial-an?] :p

Setelah ritual pagi terselesaikan, saatnya sarapan dengan latar belakang gunung salak yang terlihat sangat indah karena cuaca cerah disertai sinar matahari yang terpapar menyengat. Seperi biasa, menunya standar sarapan hotel: Seputaran nasi kuning/goreng/bakmi dan roti :)







Selesai sarapan, harus wajib dan kudu menyempatkan diri untuk ritual narsis.


Fullteam - urut, sesuai umur



Titik-titik putih

Sesaat kembali ke ruang rapat untuk kembali mengautis di depan kompi masing-masing.







Kemudian melanjutkan the next destination di kota bogor sebelah lain. Karena ada yang ultah, makan siang kali ini lebih spesial: Nasi jambal ikan balita dan es glodok, yummmyy!





Di sesi celebrate bu ISZ's b'day ini masih juga dibahas pelajaran tingkat lanjut yang semalam dirasa masih kurang komprehensif. Dengan bertambahnya suhu bertambah pula ilmu yang didapat si murid :p


Met Ultah ya Bu ISZ, semoga sehat dan bahagia selalu, amin.

Tidak terasa, ternyata reportase ini sudah sangat panjang, padahal sebenarnya masih banyak yang harus diceritakan terutama tentang pelajaran tingkat lanjut itu :p

Mungkin akan dilanjutkan dengan lebih detail oleh yang punya blog ini.

No comments: