Hari ini, hari pertama masuk kerja di tahun 2011.
Sempat mengikuti euforia yang merayakan penyambutan tahun baru: ada yang pergi nonton konser, bakar-bakaran di taman, semalaman nonton tv, muhasabah, menulis berbagai resolusi, dll.
Aku, seperti biasa, seperti tahun-tahun sebelumnya tidak ada kegiatan yang istimewa dalam menyambut tahun baru. Bahkan rasanya aku tidak perlu membuat atau menyusun resolusi ataupun target-target di tahun 2011 ini. Let in flow, biarlah mengalir seperti air mengalir ke muaranya.
Target secara umum saja, berkomitmen bahwa tahun 2011 harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Yang perlu ditingkatkan adalah rasa empati, rasa bersyukur dan sensitivitas dalam mengambil hikmah dari semua kejadian yang ada.
Mengingat 5 perkara sebelum 5 perkara yang lainnya:
*Kaya sebelum miskin --> Alhamdulillah, meskipun belum dikatakan kaya, namun sudah lebih dari cukup untuk hidup layak [sesuai standartku tentu saja]. Meminjam istilah Bapak, ibarat kran: mengalir dengan teratur meski tidak dengan aliran yang deras. Namun disaat kita membutuhkan aliran deras, kran tersebut bisa dibuka sesuai kebutuhan. Sak madyo.
*Senggang sebelum sempit --> Semoga bisa mengelola dan memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya demi kemajuan bersama.
*Muda sebelum tua --> Manfaatkan dengan maksimal saat ruang gerak lebih luas dibandingkan dengan orang-orang sepuh di sekitar kita.
*Sehat sebelum sakit --> Harus selalu bersyukur atas nikmat sehat ini. Tiada berhenti berucap rasa syukur saat: masih bisa makan melalui mulut, mengunyah dengan semestinya, masih bisa menikmati junk food, masih bisa tidur nyenyak, masih bisa mengendarai motor, masih bisa melihat keindahan alam semesta, masih bisa menulis dan menikmati berbagai tulisan orang lain, masih bisa bermain, memandikan, menyuapi, dan menidurkan bayi-bayi, bahkan masih bisa BAK dan BAB di tempat yang semestinya, serta semua nikmat sehat yang tidak disebutkan satu persatu
*Hidup sebelum mati --> dan akhirnya, bersyukur masih bernafas sampai hari ini, masih bisa menikmati keseharian kita, dan masih bisa menikmati keindahan semesta alam.
Dan, nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan?
Seperti yang pernah aku tulis di sini
"Merutuki masa lalu adalah kesia-siaan. karena yang lalu tak mungkin kembali dan yang mendatang tak mungkin ditentang"
Mari kita menapaki tahun 2011 dengan rasa empati, rasa bersyukur dan rasa sensitivitas yang lebih dalam melihat dan mengambil hikmah dari semua kejadian hidup.
Semoga kita semua selalu dalam lindungan, bimbingan dan keberkahan Allah Swt, amin...
Sempat mengikuti euforia yang merayakan penyambutan tahun baru: ada yang pergi nonton konser, bakar-bakaran di taman, semalaman nonton tv, muhasabah, menulis berbagai resolusi, dll.
Aku, seperti biasa, seperti tahun-tahun sebelumnya tidak ada kegiatan yang istimewa dalam menyambut tahun baru. Bahkan rasanya aku tidak perlu membuat atau menyusun resolusi ataupun target-target di tahun 2011 ini. Let in flow, biarlah mengalir seperti air mengalir ke muaranya.
Target secara umum saja, berkomitmen bahwa tahun 2011 harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Yang perlu ditingkatkan adalah rasa empati, rasa bersyukur dan sensitivitas dalam mengambil hikmah dari semua kejadian yang ada.
Mengingat 5 perkara sebelum 5 perkara yang lainnya:
*Kaya sebelum miskin --> Alhamdulillah, meskipun belum dikatakan kaya, namun sudah lebih dari cukup untuk hidup layak [sesuai standartku tentu saja]. Meminjam istilah Bapak, ibarat kran: mengalir dengan teratur meski tidak dengan aliran yang deras. Namun disaat kita membutuhkan aliran deras, kran tersebut bisa dibuka sesuai kebutuhan. Sak madyo.
*Senggang sebelum sempit --> Semoga bisa mengelola dan memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya demi kemajuan bersama.
*Muda sebelum tua --> Manfaatkan dengan maksimal saat ruang gerak lebih luas dibandingkan dengan orang-orang sepuh di sekitar kita.
*Sehat sebelum sakit --> Harus selalu bersyukur atas nikmat sehat ini. Tiada berhenti berucap rasa syukur saat: masih bisa makan melalui mulut, mengunyah dengan semestinya, masih bisa menikmati junk food, masih bisa tidur nyenyak, masih bisa mengendarai motor, masih bisa melihat keindahan alam semesta, masih bisa menulis dan menikmati berbagai tulisan orang lain, masih bisa bermain, memandikan, menyuapi, dan menidurkan bayi-bayi, bahkan masih bisa BAK dan BAB di tempat yang semestinya, serta semua nikmat sehat yang tidak disebutkan satu persatu
*Hidup sebelum mati --> dan akhirnya, bersyukur masih bernafas sampai hari ini, masih bisa menikmati keseharian kita, dan masih bisa menikmati keindahan semesta alam.
Dan, nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan?
Seperti yang pernah aku tulis di sini
"Merutuki masa lalu adalah kesia-siaan. karena yang lalu tak mungkin kembali dan yang mendatang tak mungkin ditentang"
Mari kita menapaki tahun 2011 dengan rasa empati, rasa bersyukur dan rasa sensitivitas yang lebih dalam melihat dan mengambil hikmah dari semua kejadian hidup.
Semoga kita semua selalu dalam lindungan, bimbingan dan keberkahan Allah Swt, amin...
No comments:
Post a Comment