26.10.10

Antara Jakarta, Cibinong dan CSC

Lihat gambar di atas. Perasaan apa lagi yang dapat menceritakan keadaan itu: sedih, sumpek, kesel, marah, kejam, dll. Status teman-teman di social network yang tinggal dan bekerja di ibukota, kemarin, hari Senin, 25 Oktober 2010 menceritakan hal yang sama: macet!. Acara news dan koran-koran memberitakan hal yang tidak berbeda, betapa lumpuhnya kota Jakarta saat diguyur hujan deras. Hujan dan banjir menyebabkan macet yang tidak terhindarkan.

Bagaimana tidak, hari-hari biasa saja Jakarta sudah macet, apalagi ditambah hujan dan banjir, wow!. Di saat macet dan ditambah banjir, pengguna jalan menjadi barbar. Mereka mengambil jalur yang sebenarnya tidak diijinkan, seperti motor masuk tol, tol menjadi dua arah, pembatas jalan diambil, lewat jalan-jalan kampung yang sempit, dll. Karena kalau tidak begitu, bagaimana kemacetan akan terurai dan kapan akan sampai rumah.

Eniwe, menceritakan tentang kemacetan jakarta yang makin memburuk memang tidak ada habisnya. okelah, kita serahkan saja pada ahlinya, bagaimana dia akan mempertanggungjawabkan janji-janjinya dulu waktu kampanye.

Puji syukur ke hadirat Ilahi Rabbi, salah satu yang harus disyukuri dalam hidup ini adalah aku bekerja dan tinggal di Cibinong. Hanya sesekali saja mendatangi ibukota dan tidak setiap hari. Dulu sempat berkantor di Jl. Gatot Subroto Jakarta, cuma setahun lebih dikit. Alhamdulillah, mulai tahun 2006 pindah dan boyongan ke Cibinong.

Banyak teman yang bertanya, "Mana sih Cibinong itu?"
Wah...kalah tenar rupanya Cibinong dengan Cikeas :) padahal Cibinong adalah ibukota kabupaten Bogor. Cibinong sebagai ibukota Kabupaten Bogor terletak 46 KM selatan Jakarta dan 14 KM Utara Bogor. Di Cibinong itulah pusat pemerintahan kabupaten Bogor berada, dan di Cibinong pulalah Cibinong Science Center itu berdiri.

"Wah, apa pula itu Cibinong Science Center [biasa disingkat CSC]?"
CSC adalah kawasan science city/complex yang mengakomodasikan peneliti, laboratorium, sarana pendukung penelitian, perumahan dan fasilitas lainnya yang kondusif untuk berlangsungnya kegiatan penelitian secara terintegrasi. CSC menjadi pusat kegiatan riset dibawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Waktu itu diresmikan dan pembangunannya diawali dengan peletakan batu pertama oleh Presiden RI Ir. Sukarno pada tahun 1964. (Majalah Limnotek, Vol. 3 Nomor 1 Tahun 1995)

Di kawasan CSC berlangsung kegiatan pendayagunaan sumber daya hayati dan ilmu-ilmu terkait lainnya: biologi, bioteknologi, limnologi, oseanografi, geoteknologi, teknologi kimia dan fisika, pertanian, ekologi, hidrologi, kehutanan, dokumentasi dan informasi, demografi, sosial ekonomi, sistem informasi, dsb., dengan sasaran meningkatkan kesejahteraan manusia berdasar konsep-konsep kelestarian. Luaran kegiatan yang dilaksanakan merupakan masukan iptek yang terkendali yang menghasilkan alternatif pemanfaatan sumber daya alam nasional maupun dunia secara berkesinambungan (Majalah Limnotek, Vol. 3 Nomor 1 Tahun 1995).

Kawasan CSC juga berfungsi sebagai sumber data dan informasi untuk penelitian, pendidikan, pelatihan dan penyusunan kebijaksanaan nasional. Informasi menyangkut masalah konservasi, seleksi, introduksi dan perencanaan teknologi, informasi wilayah, bioindustri, dan pengembangan lingkungan. Kawasan CSC juga berfungsi untuk pelatihan dan peningkatan kemampuan nasional di bidang keilmuan yang berkaitan. (Laporan Masterplan CSC, 2009).

Saat ini CSC telah berkembang menjadi kawasan zona hijau dengan basis sentra ilmu pengetahuan dan teknologi. Kawasan CSC ini menjadi hutan kotanya kabupaten Bogor.

Dengan fasilitas yang ada di CSC -seperti perkantoran, ecology park, situ sebagai sumber air, wisma tamu, dll
- kurang nyaman apalagi CSC sebagai tempat untuk bekerja? hehe, tidak ada. suer!, kecuali beberapa hal kecil seperti, tidak adanya traffic light di jalan utama masuk gerbang CSC.

Sumber:
Foto macetnya Jakarta diambil dari sini
Foto CSC diambil dari sini

No comments: