
bagaimana rasanya menjadi pengantin?
wow, senangnya. serasa menjadi raja dan ratu sehari. menjadi pusat perhatian semua orang yang hadir dalam acara walimahan. exciting, tegang, deg-degan dan stress.
pada awalnya aku memang tidak bercita-cita untuk mengadakan walimahan secara berlebihan. sederhana saja, sesuai dengan intinya yakni menyiarkan berita kalau kita sudah menikah. tetapi orang tua mana berkenan. mereka biasa diundang, jadi saatnya bagi mereka untuk mengundang.
meskipun lebih banyak menjadi acara ortu. tapi mau tidak mau ikutan sibuk dan stres mengurus ini itu demi kelancaran acara.
beda ceritanya kalau kita menjadi salah satu pendukung acara suatu walimahan. misalnya seperti kemarin sabtu, saat menjadi among tamu di walimahannya fariz. secara kita hanya sebagai among tamu, kita tidak diribetkan dengan tetek bengek acara karena semua sudah diurus oleh keluarga fariz. tinggal datang, dandan, dan siap mejeng deh. yang ada hanya hepi-hepi, hehe....
jadi intinya, penyelenggaraan walimahan secara besar-besaran tidak menjamin perasaan nyaman (bahagia) si pengantin. kecuali si pengantin tinggal mejeng aja di pelaminan tanpa ngurusin tetek bengeknya. trimo bongkoan, istilahnya... hehe...
-tulisan nggak penting banget! hihi-
pada awalnya aku memang tidak bercita-cita untuk mengadakan walimahan secara berlebihan. sederhana saja, sesuai dengan intinya yakni menyiarkan berita kalau kita sudah menikah. tetapi orang tua mana berkenan. mereka biasa diundang, jadi saatnya bagi mereka untuk mengundang.
meskipun lebih banyak menjadi acara ortu. tapi mau tidak mau ikutan sibuk dan stres mengurus ini itu demi kelancaran acara.
beda ceritanya kalau kita menjadi salah satu pendukung acara suatu walimahan. misalnya seperti kemarin sabtu, saat menjadi among tamu di walimahannya fariz. secara kita hanya sebagai among tamu, kita tidak diribetkan dengan tetek bengek acara karena semua sudah diurus oleh keluarga fariz. tinggal datang, dandan, dan siap mejeng deh. yang ada hanya hepi-hepi, hehe....
jadi intinya, penyelenggaraan walimahan secara besar-besaran tidak menjamin perasaan nyaman (bahagia) si pengantin. kecuali si pengantin tinggal mejeng aja di pelaminan tanpa ngurusin tetek bengeknya. trimo bongkoan, istilahnya... hehe...
-tulisan nggak penting banget! hihi-
No comments:
Post a Comment