bukannya mau melawan kapitalis, tapi hanya sedikit pemikiran saja.
begini:
kalau kita bisa belanja di warung dekat rumah, kenapa harus ke toko-toko yang besar itu (baca: hipermarket)? kenapa lebih memilih ke hipermarket?
"harganya lebih murah bo!"
--> oke, murahnya seberapa sih? misalnya, minyak goreng 2 liter di warung seharga 20rb , trus di hipermarket seharga 18rb. cuma selisih 2rb tuh.
"kita kan belanja bulanan, sekalian banyak, selisih-selisih dikumpulin jadi banyak loh!"
--> eit, coba kita itung-itung lagi. misalnya selisih [maks] 10 %. kita belanja bulanan [karena ada susu dan diapers] habis 1.5jt, penghematan yang kita dapat dari selisih ternyata cuma 150rb.
padahal biaya yang kita keluarkan karena belanja di hipermarket, seperti: bbm, tol, parkir, nonton, jajan, dan hal-hal yang tidak terduga [dan biasanya lebih banyak] bisa jadi lebih dari 150rb. bandingkan kalo kita belanja di warung dekat rumah, ngga modal secara cuma jalan kaki doang, sudah gitu dapet bonus silaturahmi [tapi bukan nggossip loh ya..hihi]
"di hipermarket bisa dapet sayuran, buah, daging impor bagus-bagus dan segar-segar"
--> wow, di abang sayur keliling juga bisa dapet sayuran, daging, ikan yang bagus dan segar, murah pula. [plus ngobrolling pagi hari dengan ibu-ibu, hihi..]
" kita kan ngga cuma belanja, tapi juga window shopping!"
--> huhuhu...inilah yang membuat jadi konsumtif, berangkat dengan catatan belanja, pulang-pulang plus dengan belanjaan di luar catatan. kadang barang yang tidak kita butuhkan kita beli juga karena: 'cute dan lucu sih', 'mumpung ada diskon', dll
"barang-barang di hipermarket kan lebih bagus dan variatif!"
--> emang sih, ada beberapa barang yang tidak dijual di warung. tapi kita bisa beralih ke toko yang lebih besar atau toko serba- ada franchise dekat rumah, barangnya ngga kalah [bagus] kok sama hipermarket.
bukannya menolak belanja di hipermarket. untuk susu, diapers dan barang2 yang tidak dijual di warung bolehlah kita kesana. tapi untuk barang-barang kebutuhan pokok [misal sembako] ya pastinya lebih memilih warung dekat rumah. kita sebagai konsumen masih bisa selektif kok. kalo memang di warung barangnya kurang bagus [adanya migor curah, gula pasirnya kotor, berasnya jelek, dll] ya kita beralih ke toko yang lebih besar dekat rumah.
ngga ada salahnya kan kita ngasih untung ke tetangga. mereka jadi bisa bayar listrik, bayar air, bayar sekolah, bayar arisan, bayar posyandu, bayar iuran sampah, dan bayar-bayar yang lainnya.
kalo kita ke hipermarket, untungnya dibawa ke perancis sana, hehe..
sebenarnya, kenapa hipermarket tumbuh subur di sekitar kita? ya..karena kita ikut andil membuatnya subur dengan selalu belanja ke sana :D
whatever, apapun itu pilihan masing-masing dan semua orang berhak dengan pilihannya.
peace..!
hipermarket menurut om wiki bisa dilihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Hipermarket
begini:
kalau kita bisa belanja di warung dekat rumah, kenapa harus ke toko-toko yang besar itu (baca: hipermarket)? kenapa lebih memilih ke hipermarket?
"harganya lebih murah bo!"
--> oke, murahnya seberapa sih? misalnya, minyak goreng 2 liter di warung seharga 20rb , trus di hipermarket seharga 18rb. cuma selisih 2rb tuh.
"kita kan belanja bulanan, sekalian banyak, selisih-selisih dikumpulin jadi banyak loh!"
--> eit, coba kita itung-itung lagi. misalnya selisih [maks] 10 %. kita belanja bulanan [karena ada susu dan diapers] habis 1.5jt, penghematan yang kita dapat dari selisih ternyata cuma 150rb.
padahal biaya yang kita keluarkan karena belanja di hipermarket, seperti: bbm, tol, parkir, nonton, jajan, dan hal-hal yang tidak terduga [dan biasanya lebih banyak] bisa jadi lebih dari 150rb. bandingkan kalo kita belanja di warung dekat rumah, ngga modal secara cuma jalan kaki doang, sudah gitu dapet bonus silaturahmi [tapi bukan nggossip loh ya..hihi]
"di hipermarket bisa dapet sayuran, buah, daging impor bagus-bagus dan segar-segar"
--> wow, di abang sayur keliling juga bisa dapet sayuran, daging, ikan yang bagus dan segar, murah pula. [plus ngobrolling pagi hari dengan ibu-ibu, hihi..]
" kita kan ngga cuma belanja, tapi juga window shopping!"
--> huhuhu...inilah yang membuat jadi konsumtif, berangkat dengan catatan belanja, pulang-pulang plus dengan belanjaan di luar catatan. kadang barang yang tidak kita butuhkan kita beli juga karena: 'cute dan lucu sih', 'mumpung ada diskon', dll
"barang-barang di hipermarket kan lebih bagus dan variatif!"
--> emang sih, ada beberapa barang yang tidak dijual di warung. tapi kita bisa beralih ke toko yang lebih besar atau toko serba- ada franchise dekat rumah, barangnya ngga kalah [bagus] kok sama hipermarket.
bukannya menolak belanja di hipermarket. untuk susu, diapers dan barang2 yang tidak dijual di warung bolehlah kita kesana. tapi untuk barang-barang kebutuhan pokok [misal sembako] ya pastinya lebih memilih warung dekat rumah. kita sebagai konsumen masih bisa selektif kok. kalo memang di warung barangnya kurang bagus [adanya migor curah, gula pasirnya kotor, berasnya jelek, dll] ya kita beralih ke toko yang lebih besar dekat rumah.
ngga ada salahnya kan kita ngasih untung ke tetangga. mereka jadi bisa bayar listrik, bayar air, bayar sekolah, bayar arisan, bayar posyandu, bayar iuran sampah, dan bayar-bayar yang lainnya.
kalo kita ke hipermarket, untungnya dibawa ke perancis sana, hehe..
sebenarnya, kenapa hipermarket tumbuh subur di sekitar kita? ya..karena kita ikut andil membuatnya subur dengan selalu belanja ke sana :D
whatever, apapun itu pilihan masing-masing dan semua orang berhak dengan pilihannya.
peace..!
hipermarket menurut om wiki bisa dilihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Hipermarket
2 comments:
bener buanget , ke hipermart itu lebih banyak yg tak terduga.a ...
ha ha ha secara cuci mata lebih banyak n ngabisin limit kartu.. hiks
kalo di warung kan belanjanya bisa nyicil, ngga sekalian banyak, sesuai kebutuhan aja :D
Post a Comment