apa sih yang dimaksud belajar? banyak orang yang langsung merasa terbebani ketika mendengar kata-kata belajar. belajar seolah menjadi bagian dari kosakata masa lalu yang tersimpan rapat-rapat dalam peti ingatan.
Rasulullah secara tegas mengatakan bahwa belajar itu adalah fardhu ain bagi setiap muslim dan muslimah dan berlaku sejak dari buaian sampai ke liang lahat.
setiap orang bisa belajar dari buku, guru, orang lain, lingkungan, alam, bahkan dari dirinya sendiri. jadi bukan berarti belajar harus melalui pembelajaran di lembaga formal dan informal. itu hanya bagian kecil dari lingkup pembelajaran.
belajar adalah satu amal shalih yang memiliki pahala kebaikan sejak dari proses memulainya, menjalaninya hingga ketika sudah teraplikasikan dalam kehidupan, sekalipun bahkan ketika diri ini sudah tiada.
maka bila kesempatan beramal shalih lain mungkin memiliki banyak kendala, maka kesempatan seseorang untuk belajar justru tersedia sepanjang masa, selama masih ada nafas dari tubuh kita.
inilah saatnya kita bisa mengumpulkan keping demi keping kebaikan lewat penambahan ilmu pengetahuan, perluasan wawasan, pengayaan pengalaman dan mengkreasikan berbagai respon terbaik demi meningkatkan kualitas hidup kita di waktu-waktu ke depan.
sumber: majalah Ummi
Rasulullah secara tegas mengatakan bahwa belajar itu adalah fardhu ain bagi setiap muslim dan muslimah dan berlaku sejak dari buaian sampai ke liang lahat.
setiap orang bisa belajar dari buku, guru, orang lain, lingkungan, alam, bahkan dari dirinya sendiri. jadi bukan berarti belajar harus melalui pembelajaran di lembaga formal dan informal. itu hanya bagian kecil dari lingkup pembelajaran.
belajar adalah satu amal shalih yang memiliki pahala kebaikan sejak dari proses memulainya, menjalaninya hingga ketika sudah teraplikasikan dalam kehidupan, sekalipun bahkan ketika diri ini sudah tiada.
maka bila kesempatan beramal shalih lain mungkin memiliki banyak kendala, maka kesempatan seseorang untuk belajar justru tersedia sepanjang masa, selama masih ada nafas dari tubuh kita.
inilah saatnya kita bisa mengumpulkan keping demi keping kebaikan lewat penambahan ilmu pengetahuan, perluasan wawasan, pengayaan pengalaman dan mengkreasikan berbagai respon terbaik demi meningkatkan kualitas hidup kita di waktu-waktu ke depan.
sumber: majalah Ummi
No comments:
Post a Comment