Perjalanan panjang manusia dimulai saat Allah SWT menciptakan manusia di alam ruh: Bukanlah Aku Tuhanmu? Ruh menjawab, betul kami bersaksi (QS: Al A'raaf 172).
Selanjutnya Allah meniupkan ruh itu ke janin di dalam rahim ibu. Setelah 9 bulan, lahirlah manusia: seorang bayi, kemudian menjadi anak, tumbuh dewasa kemudian meninggal.
Namun, yang meninggal hanyalah jasad manusia, karena manusia sebagai makhluk ruh tetap hidup melanjutkan perjalanannya ke alam barzakh (QS: Al Baqarah 153, Ali Imran 169).
Kelak di hari kiamat akan dibangkitkan kembali ke tubuh yang baru (QS: Yasin 51-52) untuk melanjutkan perjalanan hidup di padang mahsyar dan dimintai pertanggungjawaban atas semua perbuatan selama di dunia. Setelah dihisab, kekal abadi di surga dan atau neraka sesuai amal ibadah masing-masing (QS: Al Baqarah 39 dan 82).
Begitulah jalan hidup manusia. Kita selau memohon dipanjangkan umur dengan hidup penuh barakah. Tetapi tiap manusia memiliki dan memegang penghidupannya masing-masing. Takdir sudah digariskan.
Hari ini satu tahun umur berkurang, tidak tahu berapa banyak umur yang ditakdirkan.
Berharap selalu mengingat lima perkara sebelum lima perkara: Masa muda sebelum tua; Masa luang sebelum masa sibuk; Masa sehat sebelum masa sakit; Masa kaya sebelum masa miskin; dan Masa hidup sebelum masa mati.
Menikmati hari-hari yang dimiliki: kemarin, kini dan nanti, bahwa hidup itu indah. Bersyukur sekali atas segala takdir hidup yang diberikan. Dan nikmat Tuhan manakah yang Engkau dustakan. Dengan ke’normal’an hidup yang kita miliki saat ini rasanya tidak layak untuk mengeluhkan hal-hal kecil yang bisa teratasi hanya dengan mengubah mindsetting: you know, you feel, and you choose atas takdir hidup saat ini dan takdir hidup yang akan datang.
Hanya berbekal keyakinan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Semoga semua dimudahkan dan dilapangkan segala jalan menuju takdir hidup yang baik: bahagia dunia akherat, amin.
No comments:
Post a Comment