7.11.14

Mini drama: Ada Apa Dengan Cinta


Beneran,

Deg-degan dan tahan nafas ketika menonton minidrama ini. Akhirnya setelah 12 tahun, kita akan tahu kabar Cinta dan Rangga yang sangat melegenda itu.

Semua berkat drama mini yang dibuat oleh LINE, sebuah iklan yang sangat kreatif untuk mempromosikan fitur terbaru yang dikeluarkan yaitu "Find Alumni".

Strategi marketing yang sangat jitu dari LINE dengan memunculkan sekuel Ada Apa Dengan Cinta. Sebuah film yang sangat membekas di hati terutama untuk generasi yang lahir 1980an, remaja yang tumbuh di tahun 2002, sebuah pasar yang sangat potensial mengingat mereka saat ini di kisaran usia produktif dengan masing-masing kehidupannya, pengguna aktif smartphone dan social media. Contohnya, dulu aku sempat instal kemudian uninstal, dan sekarang instal lagi demi find alumni itu.

Mengingat kembali cerita mereka dua belas tahun yang lalu, itu artinya juga mengingat kisah kita masa itu ^^

Puncak dari film AADC adalah perpisahan antara Rangga dan Cinta di Bandara, saat Rangga memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Amerika.

Aku pasti akan kembali,
dalam satu purnama,
untuk mempertanyakan kembali cintanya

Setelah dua belas tahun menghilang, tanpa kabar, tiba-tiba Rangga menghubungi Cinta. Bagaimana kisahnya? tonton Video itu ya. Dijamin kita akan kembali ke romantisme jaman itu, terutama dengan puisi-puisi Rangga ^^

Adalah cinta yang mengubah jalannya waktu
Karena cinta, waktu terbagi dua: denganmu dan rindu

Akhir yang sama, 2002 dan 2014, sama-sama di bandara:
"Jadi beda, satu purnama di New York sama di Jakarta?" sapa Cinta kepada Rangga.

.....   dan  .....

Detik tidak pernah melangkah mundur, tetapi kertas putih selalu ada
Walau tidak pernah berjalan mundur, dan hari tidak pernah berulang, tetapi pagi selalu menawarkan cerita baru
Untuk semua pertanyaan yang belum terjawab
Love, Life LINE

----------------------------------------

TENTANG SESEORANG

kulari kepantai kemudian teriakku
sepi, sepi dan sendiri
aku benci
aku ingin bingar
aku mau di pasar
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga
jika kusendiri
pecahkan saja gelasnya
biar ramai
biar mengaduh sampai gaduh
ah…ada malaikat menyulam
jaring laba – laba belang
di tembok keraton putih
kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera
atau aku harus lari kehutan
belok kepantai

No comments: