Cinta itu indah, meski kadang menyakitkan, tapi menjalaninya tak semudah dan semanis di dongeng".
"Hidup itu pilihan, kita sendiri yang menentukan kemana arah hidup kita, tapi kalau cinta? Cinta tidak bisa memilih, apalagi dipaksakan".
"Kenapa Tuhan tidak menciptakan manusia secara sempurna? karena Tuhan menciptakan manusia lain yang akan menjadi pasangan hidup untuk mengisi bagian yang tidak sempurna itu, agar melebur menjadi satu bagian yang tak terpisahkan, mengisi kekurangan satu sama lain, sehingga menjadi sesuatu yang utuh, yang sempurna".
Akhir-akhir ini turut menyaksikan kebahagiaan dari langkah awal sebuah kehidupan menggenapkan separo agama yang biasa disebut dengan akad nikah.
Selalu menyenangkan saat melihat pasangan yang baru menikah: mimik dan semua gesturenya menyiratkan sebuah kebahagiaan tiada berbatas. Wajah mereka dengan riasan semakin cantik dan tampan karena aura kebahagiaan yang terpancar. Kita seolah tersihir turut merasakan aura kebahagiaan mereka, hati kita pun menjadi hangat, bahagia terasa.
Cinta mereka terestui. Berjodoh seakan seperti 'tumbu' bertemu dengan tutupnya, sangat pas dan serasi. Bukan hanya cinta, namun juga bibit, bebet dan bobot melatarbelakangi. Sekufu, apapun itu.
Mari kita mengambil hikmah dari suatu kejadian atau peristiwa meski itu hanyalah suatu hal yang sangat kecil, yang mungkin tidak berarti dan dianggap remeh bagi bagi orang lain. Tetapi siapa yang akan menganggap remeh dari suatu kejadian yang berasal dari kata yang namanya c i n t a.
Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi
Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Erich Fromm dalam buku larisnya (The art of loving) menyatakan bahwa ke empat gejala: Care, Responsibility, Respect, Knowledge (CRRK), muncul semua secara seimbang dalam pribadi yang mencintai.
Omong kosong jika seseorang mengatakan mencintai anak tetapi tak pernah mengasuh dan tak ada tanggungjawab pada si anak.
Dari definisi itu terlihat bahwa cinta seharusnya symbiotic mutualism. Saling mempengaruhi, saling memberi manfaat, berdampak positif serta memberi keuntungan satu sama lain. Kalau tidak, cinta itu berarti tidak seimbang. Ada salah satu pihak yang dirugikan dan harus menanggung ketidakbahagiaan.
Ada banyak jenis cinta. Cinta berada di seluruh semua kebudayaan manusia. Oleh karena perbedaan kebudayaan ini, maka pendefinisian dari cinta pun sulit ditetapkan. Lihat hipotesis Sapir-Whorf.
Cinta adalah perasaan istimewa yang dianugerahkan kepada manusia. Cinta menghidupkan jiwa. Cinta menjadikan seseorang bahagia dan merana pada masa yang sama. Oleh karena itu syukuri dan nikmatilah cinta tersebut. Saat kita bahagia karena cinta, nikmatilah! pun saat kita merana karena cinta :p
Namun, demi cinta, orang bisa mengorbankan diri sendiri bahkan orang-orang di sekitarnya.
Salut untuk orang-orang yang berani mengorbankan diri untuk cinta. Meski harus berkorban, merasakan ketidaknyamanan dan menanggungnya.
Yes, because I love him/her, kata-kata seperti itu tenyata masih ada di zaman serba hedonis ini (Cinta buta). Saat orang lain lebih memilih cinta hasil hitungan: I love him/her because money, social status, bibit bebet dan bobot, dll. (cinta hasil hitungan secara logis).
Demi cinta mereka berani menolak berbagai kenyamanan yang ditawarkan: status, harta, pesona, kehidupan sosial, dll. Benarlah adanya, kalau sudah cinta, tai kucing bisa berasa coklat (huek :p)
Ada orang yang sangat susah jatuh cinta dengan orang lain. Tetapi di lain pihak ada orang yang dengan mudahnya jatuh cinta.
Bersyukurlah orang yang memiliki cinta, perasaan itu. Bergembiralah karena hidup akan lebih berwarna ketika ada cinta.
Namun bagaimanapun harus tetap logis, memperhitungkan segala sesuatunya ketika memilih maupun melepaskan cinta. Tidak selamanya cinta buta -Yes, because I love him/her- itu indah. Ada banyak aral yang melintang.
Kalau memang sanggup menanggung semua ketidaknyamanan yang timbul kala memilih cinta yang tidak direstui, kenapa tidak? Buktikan bahwa dengan cinta itu membuahkan kebahagiaan.
Namun kalau memang tidak sanggup, lepaskanlah. Biarlah di hati tetap tersimpan perasaan cinta itu untuk dikenang dan diingat suatu saat [tidak setiap saat]. Menjalani hidup realistis sesuai dengan penghidupan yang ditawarkan sekarang.
Beranilah berkata ya atau tidak sesuai hati nurani karena hati kecil tidak akan pernah berbohong.
Apapun itu, untuk yang baru menikah atau sudah menikah lama, Barakallahulaka wa baarakallahu 'alaika, wa jama'a bainakuma fii khaiir, amin..
No comments:
Post a Comment