Rasanya sudah agak lama tidak menulis atau mereview film terutama drama korea. Kebetulan sedang masa liburan (tiga minggu, harus dimanfaatkan dengan sangat, begadang nonton drama tanpa rasa bersalah), jadi iseng-iseng mencari drama yang sedang in di negara asalnya. Ada tiga drama yang tayang di SBS TV: The Winter The Wind Blows, Iris 2, dan Beats Out “7th Grade.
Dari ketiga drama itu, The Winter, The Wind Blows (TWTWB) bertengger di rangking pertama dalam daftar rating. Jadi penasaran dengan kisah ini apalagi didukung oleh artis papan atas Song Hye Kyo. Seperti apa sih kisahya?
Drama TWTWB ini bercerita tentang seorang anak yang tak terkehendaki oleh orangtuanya terutama ibunya. Oh Soo namanya. Soo yang berarti pohon itu adalah seorang bayi yang dibuang/ditaruh di bawah pohon kemudian ditinggalkan oleh ibunya. Meski akhirnya diadopsi oleh sebuah keluarga yang hangat, namun dalam drama itu tergambarkan betapa sebenarnya Oh Soo ini hidup sendiri dengan kesepiannya.
Di sisi lain Oh Young pewaris tunggal, seorang anak konglomerat, yang kehilangan penglihatannya sejak umur enam tahun. Orang tua yang bercerai dan meninggal, seorang kakak yang berpisah, Oh Young mencoba bertahan hidup dengan memelihara kenangan-kenangannya masa kecil saat keluarganya masih utuh. Seorang gadis yang buta, dengan harta melimpah membuat dia tak percaya seorangpun di sekelilingnya. Kesepian yang sangat dirasakannya hari demi hari. Menurut Young, orang yang dekat dengannya pasti memiliki pamrih tak terucapkan.
Orang-orang yang tak memiliki tujuan dalam hidup. Hidup hanya menjalani takdir yang ada, tiada makna, menyelesaikan satu permasalahan untuk menghadapi permasalahan berikutnya.
Bahagia. Bagi Oh Soo dan Oh Young, seperti pungguk merindukan bulan. Betapa susahnya kata dan perasaan itu teraih.
Hidup itu indah, tergantung bagaimana kita mensikapi dan melihatnya. Namun kalau dihadapkan pada takdir hidup seperti kehidupan mereka, apakah mungkin mengatakan bahwa hidup itu indah. Hidup mereka jauh dari sederhana, sangat complicated, seperti kusutnya benang yang coba diurai. Kalau boleh, merekapun akan memilih menyerah, give up, merusak kusutnya benang itu dengan memotong-motongnya.
Ya, dari drama ini mendapat makna. Meski drama ini fiksi, namun menuai satu makna lagi tentang hidup. Di kehidupan nyata mungkin ada orang-orang seperti Oh Soo dan Oh Young, hidup dengan segala dinamikanya. Betapa bersyukurnya atas takdir hidup yang kita miliki. Semuanya berjalan dengan baik dan normal, lazimnya: lahir, tumbuh dewasa, berkeluarga dan akhirnya meninggal.
Kualitas seperti apakah yang akan kita bangun dalam hidup ini. Keluarga terutama anak-anak adalah hal yang utama, namun ada kotak-kotak lain untuk membuat hidup lebih berwarna, lebih bermakna dan berujung pada meningkatnya kualitas hidup.
Dalam takdir hidup yang dijalani, ada beberapa kotak yang dibangun: satu kotak untuk kehidupan pribadi, kotak lain untuk kehidupan keluarga, sosial, profesional dan lainnya. Berharap masing-masing kotak berjalan dengan semestinya, sesuai harapan tanpa tercampur satu sama lain, meski hal itu kadang tak dielakkan.
Hidup ini bukan untuk pribadi, diri sendiri. Hidup ini untuk berbagi, meski kadang teramat susah untuk diimplementasi. Hidup memiliki makna yang luas, berharap takdir hidup yang dimiliki berguna dan bermanfaat bagi sesama: keluarga, saudara, teman, lingkungan sekitar dan bangsa.
I've seen better days, but I've also seen worse,
I've seen better days, but I've also seen worse,
I don't have everything that I want, but I do have all I need.
I woke up with some ache and pains, but I woke up.
My life may not be perfect, but I am BLESSED.
-lessons learned in life - Oh Soo
Gambar diambi dari sini

No comments:
Post a Comment