Hujan kembali membasahi hari-hari terakhir ini. Semakin kesini hujan semakin sering turun, menjadikan hari semakin dingin dan kelabu. Entah bagaimana dengan harimu? Apakah juga terbasahi oleh hujan, dan menjadi dingin dan kelabu karenanya?
---
Sepuluh tahun yang lalu,
Rumput hijau terhampar di depan mata, warna-warni bunga sepatu bermekaran, bunga putih berguguran dari pohon yang berjajar semakin memperindah sudut, gedung tua klasik yang semakin memukau saat senja. Tetes demi tetes air hujan yang turun menyempurnakan suasana. Takjub. Betapa indah kampus ini.
Aku bisa melihatmu sedang berlatih menjadi seorang director, di halaman indoor gedung yang diarsiteki oleh seorang Belanda itu. Dalam hati, aku meyakini suatu saat entah nanti kamu pasti akan menjadi seorang director hebat, karena kamu melalui semua tahapan belajar ini dengan hati, penuh makna. aku tahu itu passion.
Senyummu mengembang saat melihatku duduk di sudut. Lambaian tangan dan senyummu sudah cukup menyempurnakan senjaku. Saat itu aku memaknai sebuah bahagia. Hangat terasa.
---
Sepuluh tahun kemudian,
Kamu menjadi seorang director yang hebat. Drama seri yang kamu sutradai selalu mendapat rating bagus. Seorang director yang hebat pasti didukung oleh crew yang hebat, tentu saja. Kamu menjadikan seluruh crew selayaknya sebuah keluarga. Semua crew mempercayaimu sepenuh hati, menyerahkan akan dibawa kemana drama-drama itu. Meski begitu kamu selalu membuka diskusi, tanpa perdebatan yang berarti, kamu bisa mengakomodir semua hal yang dipertanyakan. Aku sungguh mengacungi jempol untukmu untuk hal yang satu ini.
Bersambung...
*Magrib menjelang, hujan mereda, saatnya pulang :)
No comments:
Post a Comment