31.10.12

10 Cara Tunjukkan Perhatian kepada Anak

Tergelitik begitu selesai membaca artikel di sini

Sebagai seorang ibu, aku selalu merasa sangat tidak maksimal dan menjadi tidak puas tentang hal ini. Karena apa? tentu saja karena aku tidak bisa setiap saat mendampingi anak-anak, terutama saat mereka pulang sekolah, tidur siang atau apapun aktivitas mereka di siang hari. 

Merasa tidak maksimal karena mendelegasikan pengasuhan mereka di siang hari ke mbak pengasuh. Meskipun begitu, hidup itu pilihan. Banyak hal yang harus disyukuri, ada bude (sepupu) yang tinggal di rumah yang turut serta mengawasi anak-anak dalam pengasuhan mbak di siang hari. 


Satu hal lain yang juga harus disyukuri adalah ketemu dengan mbak yang sesuai, yang bisa diupgrade kompetensinya sesuai dengan harapan kita, dan yang pasti mbak itu betah hidup bersama selama bertahun-tahun (tidak terasa ternyata si mbak sudah bersama dengan kita selama hampir lima tahun).

Kembali lagi ke artikel di atas. Sebenarnya banyak hal yang dapat kita tulis mengenai hal cara memberi perhatian kepada anak. Namun, untuk sementara, aku mencoba menulis pengalaman maupun pola kegiatan yang diterapkan kepada anak-anak mengikuti artikel tersebut. Berikut 10 cara yang dapat dilakukan oleh seorang Ibu untuk mendapatkan perhatian dari anak:

1. Katakan Kalau Dia Spesial
Memarahi atau mengritik anak memang jauh lebih mudah daripada memberinya pujian. Namun, Anda juga perlu memberitahukan si kecil kalau dia sangat istimewa bagi Anda. Dengan mengutarakannya secara langsung, anak bisa lebih percaya diri dan merasa dicintai. Hal itu baik untuk perkembangan kepribadian anak kedepannya.
---
Betul, aku sangat menyadari hal ini. Kepercayaan diri ada yang tumbuh secara alami, ada yang perlu dibangun dengan perjuangan yang sangat. 

Aku memiliki seorang teman SMU yang sangat percaya diri (tapi tidak kepedean ya), yang dapat menempatkan posisinya sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi saat itu. Bukan hanya kepercayaan diri, tapi attitude dia juga sangat baik. 

Setelah berteman dengannya dan mengenal keluarganya, aku menyimpulkan bahwa kepercayaan diri dia yang alami ini tumbuh karena latar belakang keluarganya yang bahagia. 

Aku memang tidak paham secara detail tentang keluarga itu, namun yang pasti aku suka melihat dan mengamati hubungan orang tuanya dengan anak-anaknya berjalan dengan sangat baik dan demokratis. 

Anak-anaknya diberikan kepercayaan dan tidak ada yang menyiakannya. Aku pernah mendengar Ibunya berkata kepada temanku itu:
"Sebenarnya kamu anak yang cerdas, hanya kamu kurang menggali lebih dalam potensimu. Baik, itu memang pilihan. Kamu bertanggungjawab terhadap pilihanmu"
Aku tertegun, anak seusia itu sudah dikasih pilihan (saat ini mungkin sudah hal yang biasa, namun saat itu bukan suatu yang jamak). 

2. Beri Kado Spesial
Anda perlu memberikannya hadiah khusus bila si kecil telah melakukan sesuatu yang membanggakan, seperti berhasil memenangkan suatu lomba atau meraih peringkat pertama di sekolahnya. Hadiah khusus bisa berupa membuatkan kue kesukaannya, mengajaknya pergi jalan-jalan, atau membelikan barang yang sedang diinginkan oleh anak Anda. Hadiah tersebut dapat membuat anak merasa spesial.
---
Sudah hal yang jamak bahwa ibu bekerja biasanya membelikan banyak hadiah sebagai kompensasi karena meninggalkan anak-anak dalam pengasuhan orang lain. Apalagi saat dinas luar kota yang menyebabkan ibu tidak bisa pulang, rasanya hadiah sudah sewajarnya buat mereka. 

Nah,  yang sekarang diterapkan dirumah adalah pemberian hadiah menjadi lebih tersistem. Ide ini berasal dari hasil mbak mengikuti seminar/training di sekolahnya. 

Begini polanya:
Raya dan Izza akan mendapatkan satu bintang (bentuk bintang dari kertas warna) tiap mereka mau dan mampu mengerjakan tugas sesuai dengan aturan yang disepakati, seperti: tidur siang tepat waktu, makan sayur, baca iqra dengan baik, sholat lima waktu, dll.

Bintang-bintang ini ditempel di kertas besar. Kertas besar ini kemudian ditempel di tembok, agar anak-anak mudah melihatnya.

Setelah bintang mencapai jumlah tertentu, Raya maupun Izza akan mendapatkan hadiah/kado dari ayah dan ibu sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Biasanya mereka kurang ide untuk pemilihan hadiah ini. Sebagai orang tua harus sigap segera memberi pilihan hadiah yang kira-kira mereka butuhkan dalam waktu dekat (namun tidak mendesak) dan tentu saja sesuai dengan umur mereka.

Kesepakatan saat ini adalah saat bintang mencapai jumlah 21 (Raya yang menentukan 21, dan dia tidak memiliki alasan kenapa menentukan jumlah 21), Raya akan mendapatkan hadiah baju muslim dan hadiah celana panjang untuk Izza.

Begitulah ilmu yang di dapat si mbak dalam seminar yang diikutinya. Ada reward, namun ada juga punishment. Saat anak tidak mau melakukan kewajibannya, maka dia juga tidak berhak mendapatkan bintang sehingga mengurangi point untuk segera mendapatkan hadiahnya.

Barang yang menjadi hadiah itu sebenarnya memang barang yang dibutuhkan dalam waktu dekat (namun tidak mendesak), kadang kita orangtua merasa tidak sabar untuk segera membelikannya. Namun hal itu tentu saja tidak boleh. Orang tua harus konsisten dengan kesepakatan yang telah dibuat.

Untuk penerapan disiplin terhadap anak, agar mereka mau melakukan tugasnya, orang tua harus bersikap tegas dan konsisten, tidak plin plan. Saat suatu aturan disepakati, orang tua harus tegas dan tidak memberikan toleransi. 

Contohnya,

Telah terjadi kesepakatan, Senin-Sabtu Raya akan tidur di kamarnya, sedangkan Sabtu-Minggu Raya bisa tidur denganaku dan adiknya. Tapi kadang aku juga tidak tega untuk menolak saat Raya meminta tidur bersama-sama, karena aku juga sebenarnya menginginkan hal yang sama. Ketidakkonsistenan inilah yang menjadi salah satu kritikan mbak kepadaku, namun aku sangat berterimakasih karena mbak berani mengkritisi ketidakkonsistenan ini. 

3. Sediakan Waktu Khusus Hanya untuk Anak
Aktivitas sehari-hari membuat Anda kurang mempunyai waktu untuk si buah hati. Namun, Anda tetap bisa menunjukkan kalau dia begitu spesial dengan menyediakan waktu sehari bersama si kecil. Ajak anak Anda belibur ke kebun binatang, berbelanja, atau ke tempat arena bermain ketika akhir pekan. Berlibur bersama anak bisa membuat dia senang.
---
Waktu khusus biasanya saat sholat isya dan sesudahnya serta menjelang tidur. Sesuai kesepakatan, Raya dan Izza boleh sholat magrib di masjid di hari sekolah. Sedangkan di hari libur, mereka boleh sholat magrib dan isya di masjid. 

Nah, sesudah Raya dan Izza pulang ke rumah sekembalinya dari sholat magrib di masjid, kemudian dilanjutkan dengan sholat isya, biasanya Raya akan belajar iqra dan mengulang hafalan surat pendeknya.

Waktu khusus yang lain adalah sesi menidurkan anak-anak. Raya memang tidur terpisah. Tapi saat mau tidur dia maunya dikeloni ibunya sampai terlelap. Setelah terlelap baru kemudian dipindah ke kamarnya. 

4. Berikan Kejutan
Jangan hanya memberikan kejutan kepada pasangan, tapi Anda juga perlu menyiapkan surprise untuk si kecil supaya dia merasa istimewa. Anda dapat memanfaatkan momen tertentu, saat hari ulang tahun atau ketika dia meraih prestasi bagus di sekolahnya. Percayalah, kejutan bisa membuat orang merasa lebih spesial.
---
Meskipun pemberian hadiah atau kado sudah terpola, namun masih diperlukan pemberian reward kejutan atas prestasi besar yang dibuat oleh anak-anak tanpa diketahui oleh mereka. 

Seperti misalnya, biasanya Raya susah sekali disuruh sholat subuh, namun sekarang dengan riangnya, dia akan sholat subuh tiap paginya, hal ini patut dihargai dengan pemberian pujian maupun reward hadiah kejutan. 

5. Ajak Anak Ngobrol Berdua
Jika Anda sering meluangkan waktu untuk mengobrol berdua, si kecil akan merasa Anda begitu perhatian dengannya. Tanyakan seputar minat dan bakat anak. Bila dia senang bermain musik atau menari, ‘masukkan’ dia ke dalam les musik atau bawa anak menonton konser dan seputar kegiatan menari. Selain bisa membuat anak merasa berarti, Anda akan tahu perkembangan bakat mereka secara signifikan.
---
Saat santai sepulang kerja, biasanya anak-anak akan sangat antusias menceritakan kegiatan selama di sekolah alamnya, berbagai keseruan yang mereka dapat maupun kendala yang dihadapi. Kita dorong mereka untuk melakukan hal-hal baik yang mereka senangi dengan terus memujinya, dan memberikan gambaran solusi atas kendala yang dihadapi.

6. Biarkan Dia Tahu Bahwa Anda Peduli
Biarkan anak tahu bentuk kepedulian Anda, misalnya si kecil jatuh dan terluka, Anda segera mengobatinya dengan lembut dan penuh kasih. Bentuk kepedulian seperti itu bisa bikin anak merasa istimewa.
---
Izza biasanya masih melakukan hal semacam ini, seperti: saat Izza terjatuh dia akan mengadu ke ibunya, ayahnya maupun mbaknya sambil menunjukan bagian/anggota tubuhnya yang sakit dengan sedikit heboh meski tidak menangis. 

Saat Izza datang, kita melihat luka itu, kalau agak serius bisa langsung diberi obat, sedangkan kalau tidak, biasanya kami akan meniup luka itu sebanyak tiga kali dan bilang sembuh! dan saat itu juga Izza akan merasa sembuh dan kembali bermain dengan riangnya.

Jangan sekali-kali menyalahkan batu, pintu, kayu, jendela, dll. yang menjadi penyebab jatuhnya mereka. Kita harus menggali kenapa mereka terjatuh, dan berpesan agar lebih berhati-hati di lain waktu.

7. Melakukan Kegiatan Bersama
Mungkin Anda sudah lelah pulang kantor pada malam hari. Namun, sebagai ibu, Anda jangan cepat lelah dalam mengurus anak. Jika ketika pulang, Anda melihat dia sedang sibuk menggambar sesuatu, ikutlah bergabung bersama si kecil. Bantu dia membuat gambar yang menarik dan ajarkan teknik-teknik baru saat menggambar. Hal itu dapat membuat anak merasa senang dan merasa tetap diperhatikan oleh orang tuanya walaupun Anda sibuk.
---
Saat ini, kegiatan bersama yang biasa dilakukan adalah menari ala Pororo. Melakukan berbagai gerakan mengikuti gerakan Pororo yang ditayangkan di layar televisi.

Selain itu, Raya juga sedang hobi menggambar dan membuat cerita. Kita turut serta dalam ceritanya sesuai dengan peran yang diberikan oleh Raya.

Kadang di hari libur, sangat menyenangkan saat membiarkan anak-anak membantu kita melakukan pekerjaan rumah tangga (meskipun jangan harap sesuai dengan standar kita), seperti: menyapu, mengepel, membersihkan kaca jendela, berkebun dll.

8. Dengarkan Keluhannya
Setiap orang pasti mempunyai masalah, tidak terkecuali dengan anak Anda. Maka dari itu, dengarkan keluhannya ketika dia ingin bercerita. Dengan mendengarkan keluh kesah si kecil, Anda bisa mengetahui apa yang sedang dia rasakan. Berikan anak solusi terbaik agar dia semakin ‘terbuka’ kedepannya.
---
Setiap anak, pasti ada masanya berseteru dengan teman sebaya. Hal yang sangat biasa. Kita sebagai orang tua, orang yang dewasa perlu mencairkan perseteruan mereka. Namun kalau mereka belum mau, biarkan mereka menikmati kesendiriaan dan memberikan waktu untuk berpikir.

Termasuk juga saat mereka salah dan sudah seharusnya meminta maaf ke temannya. Saat mereka tidak mau, kita kasih pengertian dan tenggat waktu yang tegas bahwa mereka boleh tidak minta maaf sekarang, namun nanti siang/sore harus segera meminta maaf, kalau perlu kita mengantarkan mereka.

Adalah hal yang sangat lucu saat mereka kembali berbaikan dengan temannya. Hanya dengan salaman ujung jari lepaslah semua perseteruan itu dan digantikan dengan keriangan. Begitulah dunia anak-anak.

9. Belajar Bersama
Setiap anak mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi. Namun, mereka tidak dapat belajar sendiri tanpa panduan dari Anda sebagai orang tuanya. Dia akan mencontoh apa yang Anda lakukan sehari-hari. Untuk itu, ajak anak dan berikan mereka saran mengenai nilai-nilai positif dalam kehidupan.
---
Belajar bersama untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, sholat tepat waktu dengan berjamaah, makan buah dan sayur, dan hal-hal lain yang ternyata kita juga mendapatkan banyak keuntungan dan manfaat dari kegiatan-kegiatan itu.

10. Beri Anak Kepercayaan
Semakin bertambahnya tahun, anak semakin dewasa. Maka dari itu, beri dia kepercayaan sejak dini supaya dia belajar bertanggungjawab dalam melakukan sesuatu. Jika Anda terlalu cemas dengannya, tidak menutup kemungkinan kalau anak sulit mempertanggungjawabkan tugasnya suatu hari nanti.
---
Seperti yang aku tulis di nomor 1. Betapa penting orang tua memberikan kepercayaan kepada anak-anak. Meskipun kadang berat, namun kita harus mengkuatkan hati untuk melepas mereka melakukan kegiatannya sendiri, seperti: mandi maupun membersihkan pup sendiri, membiarkan Raya pergi berenang dengan teman-temannya tanpa guru maupun orangtua (dilepas karena kolam renang itu khusus anak-anak dengan banyak penjaga), jalan-jalan ke kampung sebelah melewati kebun, membeli jajanan di depan komplek (asal tidak menyeberang jalan raya), dll.

So, begitulah ceritaku tentang 10 kegiatan yang biasa dilakukan sesuai dengan panduan artikel dari woolipop tersebut. 

Bagaimana dengan cerita kamu? :)

No comments: