7.4.12

Menjelang Keabadian

Betapa lebat hutan
Menjelang keabadian

Rimbanya kegelapan
Pepohonan menghadang
Sulur sulur menghisap darah
Tanah-tanah becek
Ranjau duri beracun
Bayangan demi bayangan menjebak
Suara nyanyian membawa kami ke pangasingan
Betapa berat


Wahai betapa bosan untuk terus bermusuhan
Membenar-benarkan peperangan
Mengairi sawah prasangka

Mengurusi maniak kalah menang

Kawan lawan

Sukses dan kegagalan kujaga ubun-ubun
Kunyalakan jiwa ngungu
Sunyi riuh rendah
Hari malam tanpa istirah
Perih bagai tak lagi
Pingsan dalam sadar diri

Mati berulangkali
Betapa lebat hutan


O betapa lebat hutan

Menjelang keabadian

1986 Quoted by Redaksi from "Cahaya Maha Cahaya", 

Emha Ainun Nadjib, 
Pustaka Firdaus, Jakarta, 1996, Cet. 8

Perjalanan panjang manusia dimulai saat Allah SWT menciptakan manusia di alam ruh: Bukanlah Aku Tuhanmu? 
Ruh menjawab, betul kami bersaksi (QS: Al A'raaf 172). 
Selanjutnya Allah meniupkan ruh itu ke janin di dalam rahim ibu. Setelah 9 bulan, lahirlah manusia: seorang bayi, kemudian menjadi anak, tumbuh dewasa kemudian meninggal. 
Namun, yang meninggal hanyalah jasad manusia, karena manusia sebagai makhluk ruh tetap hidup melanjutkan perjalanannya ke alam barzakh (QS: Al Baqarah 153, Ali Imran 169). Kelak di hari kiamat akan dibangkitkan kembali ke tubuh yang baru (QS: Yasin 51-52) untuk melanjutkan perjalanan hidup di padang mahsyar dan dimintai pertanggungjawaban atas semua perbuatan selama di dunia. Setelah dihisab, kekal abadi di surga dan atau neraka sesuai amal ibadah masing-masing (QS: Al Baqarah 39 dan 82).
Begitulah jalan hidup manusia: bayi, remaja, dewasa, tua kemudian meninggal. Kita selau memohon dipanjangkan umur dengan hidup penuh barakah. Tetapi tiap manusia memiliki dan memegang penghidupannya masing-masing. Takdir kita sudah digariskan.

Hidup ini memang takdir, sudah digariskan segala sesuatunya, terutama untuk tiga hal: rezeki, jodoh, dan maut. Namun aku beranggapan, Tuhan memberikan kebebasan penuh kepada kita untuk memilih jalan hidup sendiri dengan dibekali oleh-NYA hati nurani dan akal pikiran.
Kita, manusia tidak tahu kapan ajal akan menjemput. Hanya menunggu giliran kapan takdir dipanggil oleh Dzat Pemilik Takdir sembari terus berusaha mengumpulkan dan menghimpun bekal yang akan dibawa.
Rasanya kaget bukan kepalang saat seorang sahabat bercerita, baru saja kehilangan belahan jiwanya. Ditinggalkan selama-lamanya, kemudian melanjutkan hidup dengan anak lelakinya yang lucu. Membayangkannya saja hatiku merinding.
Yang aku dan kita semua tahu, belahan jiwa sahabat itu pastilah orang  yang sangat disayang sehingga segera dipanggil oleh Sang Pemilik Hidup melalui malaikatnya, mendahului kita yang memiliki umur seusia. Belahan jiwa sahabat ini pastinya sangat istimewa, sehingga dipanggil ketika masih di usia muda.
Note yang aku ambil dari acc fb almarhumah berikut sangat menyentuh, perasaan terhadap suaminya. Tidak bisa dipungkiri, turut pedih dan merinding membaca tulisan ini, membayangkan keadaannya waktu itu. Namun, juga mengaguminya betapa kuat dan tegarnya mereka berdua.

Arti Hadirmu di Hidupku
"tak banyak yg ingin ku ungkapkan, aq tak pandai bicara(wlo ktmu aq crewet) aq jg tak pandai menyusun kata2.....8 januari 2003 per1 x aq mengenalmu, ju2r saat itu tak ada yg istimewa dlm drmu yg bs membuatku terkesan. km terlihat bgtu lugu( wlo ternyata km ga selugu yg kukira) bahkan saat itu aq sebel dg gaya bicaramu yg kuanggap"sok". bahkan smpi saat km ajak aq utk berkomitmen pun aq msh ragu, dan aq jg blm tau "siapa km". diam2 aq mulai ingin mengenalmu dan ingin tau km lbh dlm, saat aq mulai agak yakin dg km, km ceritakan sesuatu ttg masalalumu yg membuatku kcw. tp stlh aq renungkan, mungkin ini crmu ungkapkan keju2ran pdku dan mungkin jg crmu utk tdk membohongiku, dan aq menghargai itu....kini stlh hampir 8th kt bersm...aq mkn mengenalmu bahkan aq lbh mengenalmu drpd drku sendr......, Ayah, Suamiku....banyak cerita yg telah kt rajut bersm, suka, duka, senyum, tangis smua telah kt lewati, tak banyak pria yg kukenal dlm hdpku yg sebaik km, sesabar km, sepengertian km, sesetia km, dan setulus km dlm menerima aq sbgi istrimu....aq mungkin 1 dr sekian wanita yg beruntung memiliki suami sprtimu, yg tak prnh menuntut apapun dr istrimu yg ga bs ngasih yg lbh sbgimn umumnya istri tp ttp sj km perhatian pdku...ada rs berslh yg sngt bsr dlm htku krn itu,maafkan aq aq blm bs dan jauh dr apa yg km hrpkan, tp km hrs yakin suatu saat aq pst bs....dan trima kasih tlh membimbingku dan membawku smpi sejauh ini......dan ttplah menjd sahabat,suami dan ayah yg terbaik bagi kami,bunda n kakak...................LOVE U....."

Semoga note ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu mensyukuri nikmat sehat, nikmat hidup yang tersanding.
Semoga sahabat ini diberikah ketabahan dan keikhlasan atas takdir hidup yang dimiliki dan semoga selalu diberikan kebahagiaan dalam kehidupannya.
Mari kita berdoa, semoga belahan jiwanya diampuni dosa-dosanya, diterima di sisi-NYA diberikan ketenangan dan kebahagiaan di alamnya, alfatikhah….
Abadi itu, sepi yang tak sunyi, merangkum aksara ke dalam selaksa. melebur di dalam waktu,hingga detik berhenti engkau hitung...

Gambar dan sitasi dari sini

No comments: