Betapa lebat hutan
Menjelang keabadian
Rimbanya kegelapan
Pepohonan menghadang
Sulur sulur menghisap darah
Tanah-tanah becek
Ranjau duri beracun
Bayangan demi bayangan menjebak
Suara nyanyian membawa kami ke pangasingan
Betapa berat
Wahai betapa bosan untuk terus bermusuhan
Membenar-benarkan peperangan
Mengairi sawah prasangka
Mengurusi maniak kalah menang
Kawan lawan
Sukses dan kegagalan kujaga ubun-ubun
Kunyalakan jiwa ngungu
Sunyi riuh rendah
Hari malam tanpa istirah
Perih bagai tak lagi
Pingsan dalam sadar diri
Mati berulangkali
Betapa lebat hutan
O betapa lebat hutan
Menjelang keabadian
1986 Quoted by Redaksi from "Cahaya Maha Cahaya",
Emha Ainun Nadjib,
Pustaka Firdaus, Jakarta, 1996, Cet. 8
Menjelang keabadian
Rimbanya kegelapan
Pepohonan menghadang
Sulur sulur menghisap darah
Tanah-tanah becek
Ranjau duri beracun
Bayangan demi bayangan menjebak
Suara nyanyian membawa kami ke pangasingan
Betapa berat
Wahai betapa bosan untuk terus bermusuhan
Membenar-benarkan peperangan
Mengairi sawah prasangka
Mengurusi maniak kalah menang
Kawan lawan
Sukses dan kegagalan kujaga ubun-ubun
Kunyalakan jiwa ngungu
Sunyi riuh rendah
Hari malam tanpa istirah
Perih bagai tak lagi
Pingsan dalam sadar diri
Mati berulangkali
Betapa lebat hutan
O betapa lebat hutan
Menjelang keabadian
1986 Quoted by Redaksi from "Cahaya Maha Cahaya",
Emha Ainun Nadjib,
Pustaka Firdaus, Jakarta, 1996, Cet. 8
Perjalanan panjang manusia dimulai saat Allah SWT menciptakan
manusia di alam ruh: Bukanlah Aku Tuhanmu?
Ruh menjawab, betul kami bersaksi
(QS: Al A'raaf 172).
Selanjutnya Allah meniupkan ruh itu ke janin di dalam
rahim ibu. Setelah 9 bulan, lahirlah manusia: seorang bayi, kemudian menjadi
anak, tumbuh dewasa kemudian meninggal.
Namun, yang meninggal hanyalah jasad
manusia, karena manusia sebagai makhluk ruh tetap hidup melanjutkan
perjalanannya ke alam barzakh (QS: Al Baqarah 153, Ali Imran 169). Kelak di hari
kiamat akan dibangkitkan kembali ke tubuh yang baru (QS: Yasin 51-52) untuk
melanjutkan perjalanan hidup di padang mahsyar dan dimintai pertanggungjawaban
atas semua perbuatan selama di dunia. Setelah dihisab, kekal abadi di surga dan
atau neraka sesuai amal ibadah masing-masing (QS: Al Baqarah 39 dan 82).
Begitulah jalan hidup manusia: bayi, remaja, dewasa, tua kemudian
meninggal. Kita selau memohon dipanjangkan umur dengan hidup penuh barakah.
Tetapi tiap manusia memiliki dan memegang penghidupannya masing-masing. Takdir
kita sudah digariskan.
Hidup ini memang takdir, sudah digariskan segala sesuatunya,
terutama untuk tiga hal: rezeki, jodoh, dan maut. Namun aku beranggapan, Tuhan
memberikan kebebasan penuh kepada kita untuk memilih jalan hidup sendiri
dengan dibekali oleh-NYA hati nurani dan akal pikiran.
Kita, manusia tidak tahu kapan ajal akan menjemput. Hanya menunggu giliran kapan
takdir dipanggil oleh Dzat Pemilik Takdir sembari terus berusaha mengumpulkan
dan menghimpun bekal yang akan dibawa.
Rasanya kaget bukan kepalang saat seorang sahabat bercerita, baru
saja kehilangan belahan jiwanya. Ditinggalkan selama-lamanya, kemudian melanjutkan
hidup dengan anak lelakinya yang lucu. Membayangkannya saja hatiku merinding.
Yang aku dan kita semua tahu, belahan jiwa sahabat itu pastilah
orang yang sangat disayang sehingga
segera dipanggil oleh Sang Pemilik Hidup melalui malaikatnya, mendahului
kita yang memiliki umur seusia. Belahan jiwa sahabat ini pastinya sangat
istimewa, sehingga dipanggil ketika masih di usia muda.
Note yang aku
ambil dari acc fb almarhumah berikut sangat menyentuh, perasaan terhadap suaminya. Tidak bisa dipungkiri, turut pedih dan merinding membaca tulisan
ini, membayangkan keadaannya waktu itu. Namun, juga mengaguminya betapa
kuat dan tegarnya mereka berdua.
Arti Hadirmu di Hidupku
"tak banyak yg ingin ku ungkapkan, aq tak pandai
bicara(wlo ktmu aq crewet) aq jg tak pandai menyusun kata2.....8 januari 2003
per1 x aq mengenalmu, ju2r saat itu tak ada yg istimewa dlm drmu yg bs membuatku
terkesan. km terlihat bgtu lugu( wlo ternyata km ga selugu yg kukira) bahkan saat
itu aq sebel dg gaya bicaramu yg kuanggap"sok". bahkan smpi saat km
ajak aq utk berkomitmen pun aq msh ragu, dan aq jg blm tau "siapa
km". diam2 aq mulai ingin mengenalmu dan ingin tau km lbh dlm, saat aq mulai
agak yakin dg km, km ceritakan sesuatu ttg masalalumu yg membuatku kcw. tp stlh
aq renungkan, mungkin ini crmu ungkapkan keju2ran pdku dan mungkin jg crmu utk
tdk membohongiku, dan aq menghargai itu....kini stlh hampir 8th kt bersm...aq
mkn mengenalmu bahkan aq lbh mengenalmu drpd drku sendr......, Ayah, Suamiku....banyak
cerita yg telah kt rajut bersm, suka, duka, senyum, tangis smua telah kt lewati, tak
banyak pria yg kukenal dlm hdpku yg sebaik km, sesabar km, sepengertian
km, sesetia km, dan setulus km dlm menerima aq sbgi istrimu....aq mungkin 1 dr
sekian wanita yg beruntung memiliki suami sprtimu, yg tak prnh menuntut apapun
dr istrimu yg ga bs ngasih yg lbh sbgimn umumnya istri tp ttp sj km perhatian
pdku...ada rs berslh yg sngt bsr dlm htku krn itu,maafkan aq aq blm bs dan jauh
dr apa yg km hrpkan, tp km hrs yakin suatu saat aq pst bs....dan trima kasih tlh
membimbingku dan membawku smpi sejauh ini......dan ttplah menjd sahabat,suami
dan ayah yg terbaik bagi kami,bunda n kakak...................LOVE U....."
Semoga note ini
dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu mensyukuri nikmat sehat,
nikmat hidup yang tersanding.
Semoga sahabat
ini diberikah ketabahan dan keikhlasan atas takdir hidup yang dimiliki dan semoga
selalu diberikan kebahagiaan dalam kehidupannya.
Mari kita berdoa,
semoga belahan jiwanya diampuni dosa-dosanya, diterima di sisi-NYA diberikan
ketenangan dan kebahagiaan di alamnya, alfatikhah….
Abadi itu, sepi yang tak sunyi,
merangkum aksara ke dalam selaksa.
melebur di dalam waktu,hingga detik berhenti engkau hitung...
Gambar dan sitasi dari sini
No comments:
Post a Comment