19.10.11

Cinta dalam Pawiwahan Ageng

Mari kita mengambil hikmah dari suatu kejadian atau peristiwa meski itu hanyalah suatu hal yang sangat kecil, yang mungkin tidak berarti dan dianggap remeh bagi bagi orang lain. Tetapi siapa yang akan menganggap remeh dari suatu kejadian yang berasal dari kata yang namanya c i n t a.

Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi

Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

Minggu ini benar-benar sedang euphoria dengan gegap gempitanya Resepsi Pawiwahan Ageng KPH Yudanegara dan GKR Bendara. Diantara reality show pergantian KIB Jilid II oleh presiden, rasanya berita pawiwahan ageng ini lebih seru dan menarik, setidaknya menurutku :)

Di pawiwahan itu, kita melihat beragam cinta. Cinta yang tulus antara KPH Yudanegara kepada GKR Bendara dan sebaliknya, cinta abdi dalem dan rakyat biasa kepada sultannya dan sebaliknya. Semua orang di Jogja terlihat berseri ikut berbahagia sebahagia sultan yang menikahkan putrinya.

Meski tidak live, tetapi saat menyaksikan segala prosesi dan kirab di televisi, betapa kita ikut merasakan kebahagiaan yang ditampakkan oleh Jeng Reni dan Mas Ubai. Senyum cerah penuh kebahagiaan terpancar dari mereka berdua. Mas Ubai terlihat gagah tampan pun jeng Reni sangat-sangat manggili, cantik anggun. Amazing couple. Bobot bibit dan bebet. Lengkap sudah. Kebahagiaan terlihat karena aura cinta yang keluar dari mereka berdua.

Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Erich Fromm dalam buku larisnya (the art of loving) menyatakan bahwa ke empat gejala: Care, Responsibility, Respect, Knowledge (CRRK), muncul semua secara seimbang dalam pribadi yang mencintai. 

Omong kosong jika seseorang mengatakan mencintai anak tetapi tak pernah mengasuh dan tak ada tanggungjawab pada si anak. Dari definisi itu terlihat bahwa cinta seharusnya symbiotic mutualism. Saling mempengaruhi, saling memberi manfaat, berdampak positif serta memberi keuntungan satu sama lain. Kalau tidak, cinta itu berarti tidak seimbang. Ada salah satu pihak yang dirugikan dan harus menanggung ketidakbahagiaan.

Ada banyak jenis cinta. Cinta berada di seluruh semua kebudayaan manusia. Oleh karena perbedaan kebudayaan ini, maka pendefinisian dari cinta pun sulit ditetapkan. Lihat hipotesis Sapir-Whorf.

Cinta adalah perasaan istimewa yang dianugerahkan kepada manusia. Cinta menghidupkan jiwa. Cinta menjadikan seseorang bahagia dan merana pada masa yang sama. Oleh karena itu syukuri dan nikmatilah cinta tersebut. Saat kita bahagia karena cinta, nikmatilah! pun saat kita merana karena cinta :D

Namun, demi cinta, orang bisa mengorbankan diri sendiri bahkan orang-orang di sekitarnya. Ada orang yang sangat susah jatuh cinta dengan orang lain. Tetapi di lain pihak ada orang yang dengan mudahnya jatuh cinta.

Salut untuk orang-orang yang berani mengorbankan diri untuk cinta. Meski harus berkorban, merasakan ketidaknyamanan dan menanggungnya. Yes, because I love him/her, kata-kata seperti itu tenyata masih ada di zaman serba kapitalis ini (Cinta buta). Saat orang lain lebih memilih cinta hasil hitungan: I love him/her because money, social status, bibit bebet dan bobot, dll. (cinta hasil hitungan secara logis).

Demi cinta mereka berani menolak berbagai kenyamanan yang ditawarkan: status, harta, pesona, kehidupan sosial, dll. Benarlah adanya, kalau sudah cinta, tai kucing bisa berasa coklat (huek :p)

Bersyukurlah orang yang memiliki cinta, perasaan itu. Bergembiralah karena hidup akan lebih berwarna ketika ada cinta. Namun bagaimanapun harus tetap logis, memperhitungkan segala sesuatunya ketika memilih maupun melepaskan cinta. Tidak selamanya cinta buta:Yes, because I love him/her itu indah. Ada banyak aral yang melintang. 

Kalau memang sanggup menanggung semua ketidaknyamanan yang timbul kala memilih cinta yang tidak direstui, kenapa tidak? Buktikan bahwa dengan cinta itu membuahkan kebahagiaan.

Beranilah berkata ya atau tidak sesuai hati nurani karena hati kecil tidak akan pernah berbohong.

Sitasi dari sini
Gambar/foto dari sini dan sini

No comments: