9.8.11

Homeschooling

Ada berbagai metode dalam pendidikan anak, baik formal maupun informal. Dari sisi formalpun tidak sedikit pendekatan yang digunakan. Namun yang pasti semua mengacu pada output yang ditetapkan oleh Diknas (CMIIW)

Mengutip pernyataan bu Irma (Kasi Litbang Sekolah Alam Bojong) waktu penjelasan tentang kurikulum, silabi dan metode di sekolahnya Raya, beliau menganalogikan dengan sayur asem. Rasa sayur asem sudah standar. Agar sayur asem itu lebih berasa dan sesuai denga lidah kita, terserah bagaimana kita akan mengolah dan memasaknya, yang penting rasa sayur asem itu sedap seperti pada umumnya.

Begitulah dengan pendidikan anak. Masing-masing sekolah memiliki metode dan pendekatannya masing-masing dengan kelebihan dan kelemahannya. Yang penting output nya sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Diknas. 

Kita, orang tua juga berhak memilih sekolah sesuai dengan karakter anak dan output yang kita harapkan.

Saat ini, aku lebih memilih sekolah alam sebagai metode dan penekatan dalam pendidikan formal Raya. Memahami kurikulum dan metodenya aku beranggapan bahwa sekolah alam relatif lebih ramah untuk tumbuh kembang anak. Metode yang digunakan adalah belajar sambil bermain. Baik, kapan-kapan aku tulis metode yang digunakan di sekolahnya Raya lebih lengkap dan komprehensif. 

Masih dalam lingkup pendidikan, aku menemukan artikel menarik tentang homeschooling dari Kompas. Andai aku memiliki banyak waktu luang, homeschooling ini bisa menjadi alternatif menarik untuk pendidikan anak. Berikut aku sitasikan:

KOMPAS.comHomeschooling alias sekolah rumah kini menjadi salah satu alternatif bagi orangtua untuk pendidikan anaknya. Mereka tak menempatkan si anak di sekolah formal pada umumnya. Apakah mereka tidak takut kualitas pengetahuan yang diperoleh anak akan lebih rendah dibandingkan jika menyekolahkannya di sekolah formal? Tidak juga. Anak hasil homeschooling tidak berarti rendah secara kualitas.

Nah, berikut ini ada beberapa catatan soal nilai positif homeschooling yang dirangkum Kompas.com dari berbagai sumber. Siapa tahu bisa Anda jadikan pertimbangan sebelum memutuskan "menyekolahkan" anak Anda di rumah.

1. Perkembangan anak lebih pesat
Jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah formal pada umumnya, homeschooling sesungguhnya merupakan program yang dapat membantu dalam perkembangan anak. Setiap anak memiliki tingkat penerimaan pengetahuan yang berbeda-beda. Namun, sekolah formal lebih cenderung untuk menyamakan semua kemampuan anak. Maka, tak jarang anak dengan daya tangkap lebih rendah harus berusaha keras dalam untuk mengatasi ketertinggalan dibandingkan dengan teman-temannya. Nah, dengan homeschooling ini, sang anak dapat belajar langsung dengan guru privat dan sesuatu yang menjadi ketidaktahuan anak akan dengan mudah diidentifikasi oleh guru karena berkomunikasi langsung.

2. Memiliki karakter yang lebih kuat
Anak dengan didikan langsung oleh orangtua akan memiliki kepekaan dan keterampilan sosial yang lebih tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh intensitas pertemuan yang lebih sering. Selain itu, anak-anak biasanya akan merasa lebih percaya diri dan terbuka dengan segala keterbatasan pengetahuan yang dimiliki kepada pengajar atau orangtua.

3. Anak-anak akan dewasa dengan caranya sendiri
Homeschooling akan membantu anak Anda untuk menemukan tingkat kedewasaannya dan kapan ia menunjukkan kedewasaannya.

4. Anak-anak tidak perlu "stres"
Anak Anda tidak perlu takut lagi dengan kondisi ruang kelas yang ribut, gaduh, atau tekanan dari teman sebaya atau orang-orang sekitar. Anak Anda akan berinteraksi dengan nyaman di rumah.

5. Mempererat kedekatan emosional
Komunikasi yang terjalin satu sama lain jelas akan memengaruhi hubungan emosional. Penelitian menunjukkan, dua faktor paling penting dalam keberhasilan pendidikan secara keseluruhan adalah pengaruh positif rumah dan keterlibatan orangtua. Dan, homeschooling menyiapkan keduanya.

6. Mengajarkan anak untuk berpikir independen
Homescooling
juga mengajak anak untuk berpikir secara mandiri. Guru privat yang terlibat dalam peningkatan kemampuan anak secara akademik hanya membantu mengarahkan. Anak yang akan menentukan sendiri sejauh mana ia mampu berpikir.

Jika Anda juga ingin melibatkan guru dari luar untuk proses pembelajaran di rumah, ada baiknya mempertimbangkan hal-hal berikut sebelum memilih guru privat:
a. Guru yang menjadi pendidik haruslah bersertifikat. Mintalah kepada sang guru untuk memperlihatkan sertifikat, baik sertifikat yang berstandar sebagai guru maupun sertifikat khusus guru privat.
b. Minta kepada guru agar menyampaikan pengajarannya lebih kurang 45 menit untuk satu mata pelajaran atau setarakan dengan jadwal sekolahnya.

Artikel disitasi dari sini

Gambar diambil dari http://www.izztsuraya.blogspot.com/

No comments: