8.12.10

Seven Pounds

Mengharu biru. Sangat menyentuh, tidak ada habisnya air mata jatuh saat menonton seven pound disc 2, saat kita mulai tahu dan paham akan jalan ceritanya.

Yup, pada awalnya film ini sangat membingungkan. Terus terang, sampai disc 1 selesai aku belum juga paham dengan ceritanya. Tulisan Seven names, seven strangers, one secret menjadi sebuah teka-teki tersendiri yang membuat penasaran dalam poster film arahan sutradara Gabriele Muccino ini. Dengan menampakkan wajah Will Smith layaknya pas foto dengan ukuran sangat besar menyatakan dengan gamblang bahwa Will Smith adalah karakter utama dan inti cerita.

Diceritakan Tim Thomas -yang diperankan sangat apik oleh Will Smith- terlihat melakukan aktivitas yang sama sekali tak bisa dimengerti namun di saat yang sama, Tim ini terlihat begitu yakin dengan apa yang ia lakukan dan sama sekali tak terlihat keraguan.

Film diawali dengan Tim Thomas menelpon 911 untuk meminta bantuan ambulans datang ke motelnya karena ada yang akan bunuh diri, dialah yang akan bunuh diri tersebut.

Lalu adegan berpindah dimana Tim Thomas memarahi Ezra Turner, seorang salesman buta lewat telepon. Gaya bicara dan kata-katanya yang kasar ditanggapi Ezra dengan tenang dan sabar. Lalu cerita berlanjut dengan Tim memasuki data dinas pajak dan mendapati nama Emily Posa. Ternyata Emily menderita sakit jantung bawaan sejak lahir sehingga harus bolak balik masuk rumah sakit. Di samping sakit, Emily juga menanggung hutang dan menunggak pajak untuk biaya sakitnya.

Selain Emily dan Ezra, ternyata Tim pun sedang mengamati beberapa orang lain seperti Connie Tepos, seorang ibu dua anak yang mengalami KDRT oleh pacarnya. Juga ada George Ristuccia, seorang pria tua pelati
h hockey. seorang anak kecil, Nicholas yang membutuhkan donor sumsum tulang belakang dan seorang wanita bernama Holly.

Singkat cerita, ternyata...
Tim adalah seorang engineering teknologi luar angkasa -yang mengirim orang ke bulan, begitu katanya- yang cerdas, berbakat, memiliki masa depan yang cerah, memiliki istri yang cantik serta rumah di pinggir pantai yang bagus dan mewah.

Suatu ketika, saat Tim menyetir sambil bergurau dengan Jane istrinya yang memperlihatkan cincin berlian hadiah dari Tim, Tim menerima sms di ponselnya. Masih sambil menyetir, dia membuka sms tersebut. Jane sudah meperingatkan untuk mengabaikan dulu sms tersebut. Tapi Tim bersikukuh karena sms itu pasti menyangkut pekerjaannya.

Saat Tim membuka sms di ponselnya tersebut, mendadak ada mobil berkecepatan tinggi di hadapannya. Alhasil, hanya dalam waktu 7 detik, kecelakaan itu merenggut 7 nyawa: Jane dan 6 penumpang di mobil yang ditabraknya.

Dia sangat menyesal atas semua yang terjadi. Sepanjang hidupnya dia menyalahkan diri sendiri atas kejadian kecelakaan itu. Untuk menebus kesalahannya tersebut. Dia berencana mendonorkan organ-organ tubuhnya serta harta bendanya untuk 7 orang yang memang betul-betul berhak menerimanya. Yang dimaksud berhak adalah, orang-orang ini memiliki attitute yang baik menurut Tim.

Tim mencuri ID adiknya, Ben Thomas (Michael Early) yang bekerja di IRS. IRS adalah kantor yang menangani berbagai permasalahan pajak. Tim mencuri ID IRS milik Ben agar dapat mengakses database IRS untuk mencari dan bertemu dengan orang-orang yang menurutnya berhak untuk mendapatkan bantuannya. Ada Holly, Ezra, Connie Tepos dan Emily Posa
.

Tim berpura-pura menjadi Ben untuk menyelidiki dan memverifikasi apakah benar bahwa orang-orang tersebut memerlukan bantuan.

Namun, di tengah jalan, Tim jatuh cinta sama target yang diincarnya, yaitu Emily Posa, yang memilki gangguan jantung sejak lahir. Kisah cinta yang membuat film ini jadi mengharu biru.

Akhirnya, Tim bunuh diri dengan berendam di air es dan menuang akuarium yang berisi ubur-ubur beracun. Oya, aku baru pertama ini melihat sosok ubur-ubur, makhluk yang sangat indah namun mematikan. Aku menduga dia sengaja meninggal di air es agar tubuh dan organnya memilki waktu yang cukup untuk didonorkan pada orang-orang yang dipilihnya.

Akting Will Smith sudah pasti oke. Ini salah satu film yang membuat Wil Smith makin menawan. Di samping itu akting emily dan Ezra juga Ok. Emily mampu memerankan gadis yang memilki gangguan jantung dengan wajah seolah-olah selalu berkeringat dan nafas terenggah-enggah.

Two thumb untuk film ini, namun ada beberapa hal yang mengganggu, misal, sepertinya dalam alam nyata tidak ada orang sebaik Tim. Percintaan Tim dan Emily yang seolah dipaksakan. Kenapa secepat itu. Tapi bisa jadi itu yang menjadi bumbu penyedap film yang membuat makin mengharu biru :D

Moral story dari Seven Pound adalah:
- Jangan menyetir sambil berponsel! sms atau telp, selain ribet juga memecah konsentrasi.
- Mulailah sekarang jadi orang baik. Jangan menunggu suatu peristiwa besar terjadi

dan.....

- Nikmati dan syukuri hidup ini, atas semua yang telah dianugerahkan:
ambil nafas dalam-dalam, menandakan kita masih hidup
berjalan, melihat, mendengar, mencium, merasa dan
berpikir bahwa semua masih berjalan dengan baik dan normal
Berpikir tentang keluarga, Sahabat dan teman yang dimiliki

dan nikmati hidup ini dengan gembira karena hidup itu indah dan sederhana :)

*saatnya ke jkt untuk persiapan workshop EKP *


Gambar diambil dari sini

No comments: