ada seorang sahabat yang bercerita bahwa sekarang dia sedang mempunyai hubungan yang buruk dengan sahabatnya. padahal mereka bersahabat sejak lama. layaknya seorang sahabat, hubungan mereka sudah melebihi seperti sodara.
namun, karena ada suatu kejadian dan kondisi, kedua sahabat tersebut berbeda pendapat. masing-masing menganggap pendapatnya yang benar. perbedaan tersebut menyebabkan mereka berseteru, diam-diaman lebih tepatnya. masing-masing tidak ada yang mau menyapa duluan, saling menunggu. komunikasi masih berjalan tapi sangat formal, bukan selayaknya komunikasi dua orang sahabat.
sahabat itu bahkan sudah mengambil keputusan dan mengeksekusi bahwa mulai saat ini, dia hanya berteman dengan sahabatnya tersebut, hanya berteman tidak lebih...
ada rasa gelo mendengar cerita itu, mengingat aku tahu hubungan kedua sahabat tersebut waktu dulu, tetapi kalau memang masing-masing nyaman dengan hanya berteman kenapa tidak? kenapa harus dipaksakan?
aku juga pernah mengalaminya... aku nggak akan pernah memutus silaturhami dengan seorang teman/sahabat kecuali teman/sahabat itu menginginkannya. kalau sudah begitu kenapa juga aku mengiba-iba dan memohon-mohon untuk tetap menjadi teman/sahabatnya. ini prinsip, seperti yang pernah aku tulis di sini dan di sini.
apapun itu, aku bahagia dengan teman dan sahabatku sekarang. terimakasih untuk selalu menjadi teman dan sahabatku dalam suka dan duka [SSstttt....meskipun ada teman/sahabat yang tidak seperti aku harapkan di suatu kondisi. namun sebenarnya aku tidak menuntut itu kok...going easy...]
namun, karena ada suatu kejadian dan kondisi, kedua sahabat tersebut berbeda pendapat. masing-masing menganggap pendapatnya yang benar. perbedaan tersebut menyebabkan mereka berseteru, diam-diaman lebih tepatnya. masing-masing tidak ada yang mau menyapa duluan, saling menunggu. komunikasi masih berjalan tapi sangat formal, bukan selayaknya komunikasi dua orang sahabat.
sahabat itu bahkan sudah mengambil keputusan dan mengeksekusi bahwa mulai saat ini, dia hanya berteman dengan sahabatnya tersebut, hanya berteman tidak lebih...
ada rasa gelo mendengar cerita itu, mengingat aku tahu hubungan kedua sahabat tersebut waktu dulu, tetapi kalau memang masing-masing nyaman dengan hanya berteman kenapa tidak? kenapa harus dipaksakan?
aku juga pernah mengalaminya... aku nggak akan pernah memutus silaturhami dengan seorang teman/sahabat kecuali teman/sahabat itu menginginkannya. kalau sudah begitu kenapa juga aku mengiba-iba dan memohon-mohon untuk tetap menjadi teman/sahabatnya. ini prinsip, seperti yang pernah aku tulis di sini dan di sini.
apapun itu, aku bahagia dengan teman dan sahabatku sekarang. terimakasih untuk selalu menjadi teman dan sahabatku dalam suka dan duka [SSstttt....meskipun ada teman/sahabat yang tidak seperti aku harapkan di suatu kondisi. namun sebenarnya aku tidak menuntut itu kok...going easy...]
No comments:
Post a Comment