hari senin, 14 juni 2010 kemaren pertama kali aku mengingatkan [atau memarahi?] raya secara fisik dengan mencubitnya. saat itu, rasanya sangat tidak tahan untuk tidak memarahinya. sudah dicoba berbagai bujukan dan rayuan tetap saja tidak mempan.
akhirnya dengan sangat terpaksa aku mencubitnya di punggung. "sakiiiittt....!!!" teriak raya. semua orang menoleh. raya meraung-raung sambil memukulku berkali-kali.
setelah tangisannya reda dan mau dibujuk, akhirnya raya minta dibelikan pop mie. melihatnya ceria saat makan mie [sangat jarang raya makan mie instan] membuatku teringat kejadian cubitan tadi. oh nak...maafkan ibumu ini... sangatlah menyesal ibumu ini telah mencubitmu...
setelah sampai rumah, kejadian cubitan itu ternyata sangat membekas [ingatan raya (3,6th) sangat kuat, dia bisa menceritakan suatu kejadian dengan sangat detail].
"tadi pas kakak lihat pesawat-pesawatan, ibu cubit kakak ya, sakit...". katanya
duh...nak...kau akan ingat terus kejadian ini.
"ibu minta maaf ya...kita baik-baikan ya kakak.." kataku.
"okelah kalo begitu" jawab raya.
sipp..maafkan ibumu ya nak..ibumu tak akan mencubitmu lagi..
akhirnya dengan sangat terpaksa aku mencubitnya di punggung. "sakiiiittt....!!!" teriak raya. semua orang menoleh. raya meraung-raung sambil memukulku berkali-kali.
setelah tangisannya reda dan mau dibujuk, akhirnya raya minta dibelikan pop mie. melihatnya ceria saat makan mie [sangat jarang raya makan mie instan] membuatku teringat kejadian cubitan tadi. oh nak...maafkan ibumu ini... sangatlah menyesal ibumu ini telah mencubitmu...
setelah sampai rumah, kejadian cubitan itu ternyata sangat membekas [ingatan raya (3,6th) sangat kuat, dia bisa menceritakan suatu kejadian dengan sangat detail].
"tadi pas kakak lihat pesawat-pesawatan, ibu cubit kakak ya, sakit...". katanya
duh...nak...kau akan ingat terus kejadian ini.
"ibu minta maaf ya...kita baik-baikan ya kakak.." kataku.
"okelah kalo begitu" jawab raya.
sipp..maafkan ibumu ya nak..ibumu tak akan mencubitmu lagi..
No comments:
Post a Comment