Untunglah kemutlakan-Mu khas
Amat jauh pahamku yang terbatas
Langitku rendah :
Mutlak-Mu tak kumengerti
Hingga kelihatan nisbi
Engkau Mutlak Maha Pengampun
Namun tak kutahu benar
Adakah maaf-Mu turun
Jadi syukurlah : selalu aku beristighfar
Karena Maha Pengampun-Mu bukan saham di pasar
Engkau Maha Pemaaf
Maka semoga suci aku dari khilaf
Aku bukan pedagang picisan
Yang sebab punya jaminan ampunan
Lantas kutumpuk pelanggaran
fwd by Redaksi from PmBNet Documentation
No comments:
Post a Comment