7.12.04

Seri Managerial

8 Habits of Highly Effective Job Seekers

Mencari kerja memang membutuhkan energi ekstra. Tak peduli apakah Anda adalah seorang pemula pencari kerja yang baru saja lulus sekolah ataupun para 'veteran', proses mencari kerja tidaklah berhenti pada saat Anda diwawancarai oleh perusahaan yang Anda lamar.

Setelah menjalani serangkaian wawancara dan bahkan tes-tes, kini perusahaan tempat Anda melamar pekerjaan menawarkan jabatan yang selama ini Anda inginkan. End of the story? Nanti dulu.. Anne Lim 0'Brien justru menyarankan dengan sangat agar Anda tidak terburu-buru menandatangi perjanjian kerja sebelum Anda menjawab dengan jujur 8 pertanyaan di bawah ini. Mengapa? Karena bekerja sebetulnya lebih dari sekadar mencari nafkah. Dengan bekerja Andapun meningkatkan kualitas diri yang di kemudian hari akan menjadi bekal Anda meraih jenjang karier yang lebih tinggi.

  1. Tantangan
    Apakah pekerjaan yang ditawarkan tersebut akan meningkatkan kualitas diri Anda secara pribadi maupun profesional? Maksudnya, apakah pekerjaan ini merupakan bagian dari proses Anda meraih cita-cita Anda? Sebuah pekerjaan yang baik seyogyanya merupakan langkah maju dari pekerjaan Anda yang lalu, entah itu dalam segi jabatan, tangguhg jawab maupun dari imbalan yang diberikan.

    Bila pekerjaan yang ditawarkan ini adalah pekerjaan yang nota bene tida'k berbeda dengan pekerjaan Anda yang lalu, bisa jadi motivasi Anda untuk melakukan yang terbaik di pekerjaan ini tidak terlalu kuat. Bila yang sesungguhnya Anda incar hanyalah sekedar jabatan mentereng belaka, bisa dipastikan prestasi kerja Anda tidak akan sebaik bila yang memotivasi Anda menerima pekerjaan ini adalah ya pekerjaan itu sendiri.
  2. Perusahaan
    Bila Anda sudah yakin bahwa perusahaan yang akan memperkerjakan Anda secara finansial cukup solid, ada hal lain yang harus Anda perhatikan.
    Setiap perusahaan memiliki citra diri yang berbeda. Sangatlah penting, bila Anda merasa menjadi bagian dari citra diri tersebut. Misalnya, Rolls Royce adalah mobil dengan citra serius, mahal, berkelas dan eksklusif. Apakah Andapun melihat diri Anda serperti itu. Atau Anda justru tipikal Porsche, berjiwa muda, trendy, dinamis dan senang berpetualang. Jujurlah pada diri Anda sendiri.
  3. Budaya
    Pastikan bahwa nilai-nilai yang Anda anut sepaham dengan budaya yang ada di perusahaan tersebut. Bila di perusahaan tersebut promosi lebih banyak diberikan karena koneksi serta hubungan baik daripada prestasi kerja, dapatkah Anda berkompromi dengan hal ini. Bila Anda meyakini bahwa kompetisi yang sehat adalah jalan satu-satunya untuk memenangkan promosi, tentu hal ini dapat menjadi bumerang bagi diri Anda sendiri.

  4. Chemistry
    Dalam mencari kerja, biasanya kita kurang mempedulikan seperti apa calon rekan kerja kita di kantor yang baru. Padahal Anda akan menghabiskan 12 jam sehari, bahkan mungkin lebih, dengan orang-orang tersebut. Bila Anda merasa tak cocok dengan mereka, hasil kerja Andapun sedikit banyak akan terpengaruh. Apalagi bila pekerjaan Anda mengharuskan Anda bekerja dalam tim.
  5. Kompensasi
    Seorang pekerja yang, profesional sebaiknya tahu betul berapa nilai dirinya.
    Sebelum Anda menandatangani apapun, pastikan Anda tak akan merasa menyesal dengan imbalan yang dib:erikan perusahaan untuk tugas dan tariggung jawab yang akan dilimpahkan kepada Anda. Jangan sampai tiga - empat bulan setelah bekerja, Anda menyesal karena merasa tidak mendapatkan kompensasi yang sesuai.

    Ada kalanya standar gaji antara satu perusahaan berbeda dengan perusahaan lain, atau bahkan jabatan yang sama belum tentu memiliki tanggung jawab yang sama. Maka jangan menilai pendapatan Anda hanya dari jabatan dan status yang Anda terima.

    Biasanya mereka yang sudah beberapa waktu menganggur seringkali merasa sulit memutuskan nilai yang layak untuk pengalaman dan ketrampilan mereka. Kalau tidak diterima, nanti malah susah lagi dapat kerja. Akibatnya mereka cenderung pasrah menerima berapapun yang ditawarkan oleh perusahaan. Ada pula beberapa perusahaan yang sengaja memberi penawaran lebih rendah dari nilai si pekerja sebenarnya bila si pekerja saat itu tengah menganggur. Padahal, perusahaan semestinya memberikan penghargaan yang sesuai dengan kemampuan dan pengalaman kerja Anda.
  6. Track Record
    Bila lima tahun perjalanan karier Anda habiskan dengan bekerja di perusahaanperusahaan papan atas, misalnya P&G dan CocaCola, jangan langsung berharap bahwa langkah selanjutnya adalah menjadi direktur di sebuah perusahaan consumer goods.

    Yang menjamin Anda bisa mencapai jabatan tinggi dan.gaji puluhan juta hanyalah prestasi kerja yang baik. Tapi bila catatan prestasi Anda fluktuatif, di perusahaan A prestasi Anda baik dan di perusahaan B prestasi Anda justru menurun, ya belum menjamin juga. Pihak perusahaan pasti akan mengkaji catatan prestasi Anda untuk menentukan apakah kelak Anda dapat membawa mereka ke arah kesuksesan.
  7. Trajectory
    Jangan langsung berharap Anda akan menjadi CEO bila Anda pada saat ini baru bekerja di kategori entry level (pemula). Bila diproyeksikan, kemajuan karier Anda haruslah mengikuti garis lurus dengan sudut 45-60 derajat, bukan 90 derajat.

    Ingat, terlalu cepat naik, pasti turun dengan cepat pula. Anda tak hanya harus terampil, cerdas dan capable mengerjakan pekerjaan Anda, tapi juga mesti siap secara emosional menanggung beban kerja dan tanggung jawab.
    Misalnya, Anda diangkat menjadi manajer sementara pengalaman kerja Anda baru 3 tahun. Lalu Andapun harus membawahi staf yang usianya terpaut 20 tahun lebih tua dari Anda. Posisi seperti ini jelas membutuhkan seseorang yang matang.
  8. Transisi
    Apa sih tujuan akhir Anda?
    Apakah pekerjaan ini merupakan langkah terakhir atau transisi dari titik A ke titik B dari garis kemajuan karier Anda? Mengapa ini penting? Karena bila Anda berada di daerah plateau (garis mendatar) terlalu lama, semangat berkompetisi Anda mungkin menurun. Untuk memompanya Anda membutuhkan motivasi kerja yang kuat.

    Ingat, motivasi Anda pindah kerja juga akan mempengaruhi motivasi Anda bekerja di perusahaan baru.

    Kiat Bekerja Secara Efisien
    1. Datang paling awal, pulang paling akhir. Cobalah berlomba dengan waktu, atau dengan bekerja baik dan memberikan hasil yang memuaskan. Tapi bila memang pekerjaan yang dilakukan mengharuskan Anda bekerja dengan waktu ekstra, jangan ragu untuk melakukannya.
    2. Memperluas jaringan. Perluas jaringan terutama orang-orang penting dalam perusajaan Anda. Pastikan mereka tahu apa yang tengah Anda lakukan dan mintalah masukan padanya setiap waktu.
    3. Belajar, belajar, belajar. Tingkatkan keahlian Anda setiap waktu, dan cari cara agar atasan Anda mengetahuinya.
    4. Lakukan analisa. Cari cara apa yang dikehendaki atasan Anda - keluarkanlah energi Anda dalam mencari ide untuk mendapatkan dan menyelesaikan tugas tersebut.
    5. Berbahagialah! Simpanlah keluhan pada diri sendiri atau orang terdekat Anda, pergunakan waktu yang ada untuk tetap bersikap positif dan mencari berbagai ide atau rencana lainnya.

Sumber: Majalah Lisa

No comments: