Apakah Kamu termasuk orang yang tidak bisa
memulai hari tanpa menyeruput secangkir kopi? Atau, Kamu tidak bisa
berkonsentrasi jika tidak minum kopi di sore hari? Bisa jadi Kamu kecanduan
kopi.
Yup. Aku menduga, aku juga termasuk dalam kelompok ini meskipun masih dalam
taraf rendah. Aku sangat menyadarinya dan mulai membatasi jumlah kopi yang aku
minum tiap hari. [meskipun sangat-sangat berat].
Rasanya masih ada yang kurang bila ada hari tanpa minum kopi. Keinginan yang
kuat untuk minum kopi akan muncul saat duduk diam di depan kompi/lepi untuk
memulai menulis sesuatu, saat ide-ide dituntut untuk keluar dan segera harus
dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Kebiasaaan meminum kopi ini juga menjadi
suatu keharusan pada saat jam-jam kritis, sekitar pukul 14 an dan 21 an.
Berdasarkan artikel yang aku baca di sini, Kopi mengandung kafein yang mampu meningkatkan level dopamine, neurotransmiter yang berperan mengontrol mood dan emosi. Efek inilah yang membuat seseorang bisa lebih konsentrasi dan berenergi usai minum kopi.
Sedangkan berdasarkan
arikel/diskusi di sini, pada secangkir kopi kandungan kafein sekitar 80 sampai 125
miligram. Secangkir espreso atau kopi tubruk atau kopi saring sekitar 80 mg. Kopi instan sekitar 65 mg kafein. Satu kaleng soft drink cola
mengandung sekitar 23 sampai 37 mg. Teh mengandung sekitar 40 mg, sedangkan
satu ons cokelat mengandung sekitar 20 mg kafein.
Sampai saat ini belum ditemukan adanya hasil riset
ilmiah yang menyatakan mengkonsumsi kafein dalam taraf normal berbahaya bagi
kesehatan. Namun, konsumsi kafein secara berlebihan dapat menimbulkan banyak
masalah, seperti perubahan warna gigi, bau mulut, meningkatkan stres, serangan
jantung, mandul pada pria, gangguan pencernaan, kecanduan, dan bahkan penuaan
dini. Penyebab utama sakit kepala juga ditengarai salah satunya adalah kafein.
Mengonsumsi kopi di pagi hari dalam jumlah
berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, tingkat stres, dan memicu poduksi
hormon penyebab stres selama satu hari penuh. Kafein dalam kopi merangsang
kelenjar-kelenjar adrenal, yang dapat meningkatkan salah satu faktor penyebab
stres setelah 18 jam.
Kafein pada kopi sangat berpotensi meningkatkan
tekanan darah serta detak jantung yang banyak dilaporkan menjadi penyebab
kebanyakan timbulnya rasa stres yang berkepanjangan pada hari kerja. Efek ini
biasanya masih akan terbawa sampai malam hari menjelang waktu tidur. Kafein
dapat menyebabkan proses pelepasan muatan listrik yang berlebihan dan tak
teratur dari sel otak bayi karena kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan
kerusakan sel otak terutama bagian otak besar yang mengontrol memori.
Beberapa laporan juga menyebut bahwa kopi dapat
mengganggu saluran pencernaan dengan meningkatkan kadar keasaman perut. Akibat
terlalu berlebihan meminum kopi menyebabkan timbulnya luka pada dinding saluran
pencernaan. Kopi juga dapat mengurangi produksi dari DHEa dan hormon-hormon
antipenuaan lainnya sehingga diperkirakan minum kopi dapat mempercepat proses
penuaan. Kafein juga merupakan diuretik (zat yang membuat seseorang
mengeluarkan air seni lebih banyak).
Perempuan yang rutin minum dua cangkir kopi atau
lebih per hari dapat meningkatkan risiko terkena pengeroposan tulang
(osteoporosis) wadduuhh. Dampak kafein
pada perempuan hamil sedikit banyak akan berpengaruh terhadap janinnya. Meski
demikian, konsumsi kafein yang normal dalam kehidupan sehari-hari umumnya tidak
sampai memberikan pengaruh ke janin.
Kafein dalam kopi yang diminum perempuan di masa
kehamilan juga terbukti bisa masuk ke otak janin. Dan saat persalinan kadar
oksigen yang dapat mencapai bayi sering kali menurun. Karena itu, perempuan
hamil sebaiknya menghindari atau tidak minum kopi secara berlebihan. Hasil
penelitian lain menyebutkan, bayi yang ibunya terlalu banyak minum kopi ketika
hamil mempunyai risiko tinggi terkena epilepsi.
Pada pria mengonsumsi kafein terlalu banyak
diperkirakan dapat menyebabkan kemandulan karena dapat menurunkan jumlah sperma
atau pun merusaknya. Beberapa pasangan yang memiliki masalah kesuburan
diusahakan agar mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein.
Kecanduan terhadap kafein diperkirakan terjadi
jika mengonsumsi lebih dari 600 miligram kafein. Atau setara dengan lima sampai
enam cangkir kopi 150 ml per hari, selama 8-15 hari berturut-turut. Dosis
kafein yang dapat berakibat fatal adalah sekitar 10 gram kafein. Namun,
sebenarnya dosisnya bervariasi tergantung berat badan. Kira-kira sekitar 150
miligram kafein perkilogram berat badan. Jika diukur dengan suguhan minuman
kopi, dosis fatal tersebut setara dengan 50-200 cangkir kopi per hari [aman...hehe].
Robynne Chutkan, MD, asisten profesor gastroenterologi di Georgetown
University Medical Center di Washington, mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang salah
dengan kopi, kecuali apabila kita memiliki gangguan asam lambung atau alasan
kesehatan lain untuk menghindarinya.
Konsumsi kopi secara moderat memang memberi manfaat positif bagi kesehatan.
Tapi, jika berlebihan bisa memunculkan gangguan kesehatan seperti hipertensi,
sakit kepala, gelisah, pusing, tremor, insomnia, hingga gangguan reproduksi
pada wanita.
Nah, bagi yang sudah terlanjur kecanduan, coba beberapa tip berikut jika ingin
mengontrol kebiasaan menyeruput kopi. [disitasi dari sini]Bertahap
"Jika sudah terlalu banyak minum kafein, Kamu mungkin harus melepaskannya perlahan," kata Keri Gans, RD, juru bicara American Dietetic Association dan penulis 'The Small Change Diet'.
Cara ini akan membantu mengurangi gejala-gejala penarikan diri yang terlalu
cepat dan memberi Anda waktu adaptasi untuk mengembangkan kebiasaan baru.
"Kebiasaan baru tidak berkembang dalam semalam," kata Gans.
Minuman
alternatif
Gans menyarankan mengganti kopi dengan minuman lain bebas kafein
atau minuman dengan kadar kafein rendah seperti kopi non-kafein, teh, atau
cokelat. Meski masih mengandung kafein, minuman ini bisa menjadi alternatif
terbaik selama masa peralihan menghentikan candu kopi.
Air
putih
Perbanyak konsumsi air putih sebagai bagian detoksifikasi. Kondisi
tubuh yang terhidrasi baik akan mempermudah menghentikan "kebutuhan"
minum kopi, karena konsentrasi dan kesegaran terjaga tanpa pengaruh kafein.
Olahraga
Aktivitas fisik merupakan cara ampuh untuk memerangi kelelahan atau rasa mudah
marah ketika dalam proses menarik diri dari kopi. "Olahraga mampu
merangsang hormon endorfin yang memunculkan perasaan bahagia," kata Gans.
Makanan
sehat
Hindari konsumsi makanan-makanan sampah yang cenderung berkalori
tinggi. Tidak hanya buruk bagi kesehatan jangka panjang, makanan semacam itu
juga menggagalkan niat mengakhiri candu kopi.
Lebih baik perbanyak asupan karbohidrat
tinggi yang kaya serat seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian.
"Makanan adalah sumber energi, jadi pastikan mendapatkan jumlah yang
memadai sehingga mencegah Anda menjadikan kopi sebagai pelarian mencari tambahan
energi."
Tidur cukup
Menurut National Sleep Foundation, kebanyakan orang Amerika tidak mendapatkan tidur cukup yang berkualitas dan cenderung menstimulasi kebutuhan energi dengan kopi. Karenanya coba biasakan tidur cukup untuk meredam 'kebutuhan' minum kopi. "Anda perlu mencari energi dengan cara tidur nyenyak," kata Gans.
Menurut National Sleep Foundation, kebanyakan orang Amerika tidak mendapatkan tidur cukup yang berkualitas dan cenderung menstimulasi kebutuhan energi dengan kopi. Karenanya coba biasakan tidur cukup untuk meredam 'kebutuhan' minum kopi. "Anda perlu mencari energi dengan cara tidur nyenyak," kata Gans.
Yoga
Jika salah satu manfaat secangkir kopi adalah membuat Anda merasa santai coba cari alternatif dengan aktivitas yang dapat membuat Anda rileks, yoga misalnya. "Satu jam yoga atau bahkan lima menit duduk tenang bisa membuat Anda relaks," kata Bethany Thayer, RD, direktur program kesehatan di Henry Ford Health, Detroit.
Jika salah satu manfaat secangkir kopi adalah membuat Anda merasa santai coba cari alternatif dengan aktivitas yang dapat membuat Anda rileks, yoga misalnya. "Satu jam yoga atau bahkan lima menit duduk tenang bisa membuat Anda relaks," kata Bethany Thayer, RD, direktur program kesehatan di Henry Ford Health, Detroit.
Tips dan trik berikut yang aku sitasi dari sini, juga bisa diikuti:
- Pilih hari tanpa kopi. Pilih satu hari dalam sepekan ketika Anda tidak supersibuk hingga bisa menggantikan jatah waktu kopi dengan tidur siang barang sejenak.
- Setelah itu mulailah mengurangi separuh asupan kopi dalam sehari, yang biasa Anda minum sebelumnya, lalu pantang minum kopi setelah pukul 14.00.
- Ganti kopi pagi hari dengan teh hijau, yang meski juga mengandung kafein tapi dosisnya sangat rendah dan sangat tinggi kadar antioksidannya.
- Suka minuman berkarbonasi? Ganti dengan soda biasa yang dicampur dengan perasan lemon atau jus buah segar.
- Tingkatkan asupan vitamin B, seperti dari bayam atau sereal gandum utuh, untuk mendongkrak energi yang biasanya Anda dapatkan dari kafein.
- Hati-hati terhadap kafein yang bersembunyi di produk minuman energi, es krim, atau cokelat. Cari sumber energi lain, misalnya dengan berolahraga.
- Minum banyak air putih untuk menggelontorkan kafein dari sistem tubuh Anda dan mengurangi sakit kepala serta sembelit.

No comments:
Post a Comment